Halaman

Sisi Lain Beras : Manfaatnya Untuk Kosmetik

Beras, yang biasanya kita konsumsi sebagai makanan pokok sumber karbohidrat, ternyata juga sangat bermanfaat untuk perawatan tubuh dari luar. Hal ini ternyata telah disadari sejak lama oleh orang-orang jaman dulu. Sebagai contoh, para wanita Jepang biasa menggunakan air cucian beras untuk mencuci muka, bahkan untuk mandi, karena dipercaya bisa membuat kulit menjadi makin halus dan cerah.

Para Geisha Jepang menggunakan serbuk halus beras sebagai olesan muka untuk mendapatkan penampilan bak porselen. Di Indonesia, banyak sekali resep nenek moyang yang memanfaatkan beras untuk membuat kulit tetap lembap serta senantiasa cantik dan sehat. Untuk wajah misalnya, digunakan masker beras tumbuk yang diembunkan agar wajah tetap kencang dan tidak berjerawat. Untuk tubuh digunakan lulur Jawa yang terbuat dari campuran bubuk beras dan rempah herba.

Beras (Oryzae sativa) sangat bermanfaat bagi kulit karena mengandung berbagai zat aktif seperti oryzanol, vitamin B, selenium, asam kojat, odan masih banyak lagi. Oryzanol merupakan senyawa dalam dedak beras (rice bran) yang dapat membantu memperbaharui pigmen melanin dan menangkal sinar ultraviolet sehingga dapat digunakan sebagai tabir surya alami. Vitamin B merupakan vitamin sangat umum digunakan sebagai pemutih kulit. Selenium yang terkandung dalam beras merah merupakan elemen esensial bagi enzim glutation peroksidase, yakni enzim yang dapat mempercepat terjadinya proses pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksin-peroksida. Kandungan selenium ini dipercaya bisa mencegah terjadinya proses penuaan dini. Kojic acid (asam kojat) adalah senyawa produk fermentasi beras, yang efektif untuk menghambat produksi melamin. Di samping itu, struktur beras yang kasar juga dapat digunakan sebagai lulur atau scrub wajah yang dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Di dalam beras juga terdapat senyawa yang memiliki struktur yang sama dengan ceramide, yang berfungsi meregenerasi sel kulit.

Beras memiliki berbagai macam warna. Beras putih adalah jenis beras yang paling cocok untuk kulit normal atau kombinasi. Beras putih memiliki kandungan asam ferulat yang berfungsi sebagai antioksidan dan melindungi kulit dari berbagai jenis macam polutan, peroksida, dan radikal bebas. Beras merah berguna untuk jenis kulit normal dan cenderung berminyak. Beras merah dipercaya dapat membantu mengimbangi kadar minyak yang berlebih pada kulit wajah. Sedangkan beras hitam berguna untuk semua jenis kulit, baik yang berminyak, berjerawat, dan kering. Beras hitam memiliki kandungan protein yang disebut peptida dan berfungsi sebagai antioksidan yang mampu membantu menyamarkan kerutan halus pada wajah.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa beras sangat bermanfaat untuk kosmetik, baik sebagai. Dengan maraknya kecenderungan masyarakat untuk menggunakan kosmetik dari bahan alami dan beras merupakan kandidat yang sangat baik, barangkali ke depan kebutuhan beras akan semakin meningkat.

Beras Sehat untuk Kesehatan

Berasku organik mengandung kadar gula yang sangat rendah ( indeks glikemik <55 ) sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan sangat baik untuk mereka yang sedang menjalani program diet. Bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi bagi mereka yg menderita kolesterol tinggi dan penderita autis. Tak hanya itu, berasku organik juga sangat baik dikonsumsi oleh para Atlet karna padatnya nutrisi dan mineral dari beras premium ini.

Order cepat : 085711001122

padi

Mari lanjutkan yang kemarin ngebahas masalah padi

Keanekaragaman tipe beras/nasi

Padi pera
Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya.

Ketan
Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat.

Padi wangi
Padi wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras 'Cianjur Pandanwangi' (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan 'rajalele'. Kedua kultivar ini adalah varietas javanica yang berumur panjang.

Di luar negeri orang mengenal padi biji panjang (long grain), padi biji pendek (short grain), risotto, padi susu umumnya menggunakan metode silsilah. Salah satu tahap terpenting dalam pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar 'IR5' dan 'IR8', yang merupakan padi pertama yang berumur pendek namun berpotensi hasil tinggi. Ini adalah awal revolusi hijau dalam budidaya padi. Berbagai kultivar padi berikutnya umumnya memiliki 'darah' kedua kultivar perintis tadi.


Aspek budidaya
Teknik budidaya padi telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi.

* Budidaya padi sawah (Ing. paddy atau paddy field), diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok.
* Budidaya padi lahan kering, dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah.
* Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan.
* Budidaya gogo rancah atau disingkat gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering. Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya memiliki musim hujan singkat.

Setiap sistem budidaya memerlukan kultivar yang adaptif untuk masing-masing sistem. Kelompok kultivar padi yang cocok untuk lahan kering dikenal dengan nama padi gogo.

Secara ringkas, bercocok tanam padi mencakup persemaian, pemindahan atau penanaman, pemeliharaan (termasuk pengairan, penyiangan, perlindungan tanaman, serta pemupukan), dan panen. Aspek lain yang penting namun bukan termasuk dalam rangkaian bercocok tanam padi adalah pemilihan kultivar, pemrosesan biji dan penyimpanan biji.



Hama dan penyakit

Hama-hama penting
* Penggerek batang padi putih ("sundep", Scirpophaga innotata)
* Penggerek batang padi kuning (S. incertulas)
* Wereng batang punggung putih (Sogatella furcifera)
* Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
* Wereng hijau (Nephotettix impicticeps)
* Lembing hijau (Nezara viridula)
* Walang sangit (Leptocorisa oratorius)
* Ganjur (Pachydiplosis oryzae)
* Lalat bibit (Arterigona exigua)
* Ulat tentara/Ulat grayak (Spodoptera litura dan S. exigua)
* Tikus sawah (Rattus argentiventer)

Penyakit-penyakit penting
* blas (Pyricularia oryzae, P. grisea)
* hawar daun bakteri ("kresek", Xanthomonas oryzae pv. oryzae)


Pengolahan gabah menjadi nasi
Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah dipisahkan dari jerami padi. Pemisahan dilakukan dengan memukulkan seikat padi sehingga gabah terlepas atau dengan bantuan mesin pemisah gabah.

Gabah yang terlepas lalu dikumpulkan dan dijemur. Pada zaman dulu, gabah tidak dipisahkan lebih dulu dari jerami, dan dijemur bersama dengan merangnya. Penjemuran biasanya memakan waktu tiga sampai tujuh hari, tergantung kecerahan penyinaran matahari. Penggunaan mesin pengering jarang dilakukan. Istilah "Gabah Kering Giling" (GKG) mengacu pada gabah yang telah dikeringkan dan siap untuk digiling. (Lihat pranala luar). Gabah merupakan bentuk penjualan produk padi untuk keperluan ekspor atau perdagangan partai besar.

Gabah yang telah kering disimpan atau langsung ditumbuk/digiling, sehingga beras terpisah dari sekam (kulit gabah). Beras merupakan bentuk olahan yang dijual pada tingkat konsumen. Hasil sampingan yang diperoleh dari pemisahan ini adalah:

* sekam (atau merang), yang dapat digunakan sebagai bahan bakar
* bekatul, yakni serbuk kulit ari beras; digunakan sebagai bahan makanan ternak, dan
* dedak, campuran bekatul kasar dengan serpihan sekam yang kecil-kecil; untuk makanan ternak.

Beras dapat dikukus atau ditim agar menjadi nasi yang siap dimakan. Beras atau ketan yang ditim dengan air berlebih akan menjadi bubur. Pengukusan beras dapat juga dilakukan dengan pembungkus, misalnya dengan anyaman daun kelapa muda menjadi ketupat, dengan daun pisang menjadi lontong, atau dengan bumbung bambu yang disebut lemang (biasanya dengan santan). Beras juga dapat diolah menjadi minuman penyegar (beras kencur) atau obat balur untuk mengurangi rasa pegal (param).


Produksi padi dan perdagangan dunia

Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat Cina (31% dari total produksi dunia), India (20%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brasil (3%).Produksi padi Indonesia pada 2006 adalah 54 juta ton , kemudian tahun 2007 adalah 57 juta ton (angka ramalan III), meleset dari target semula yang 60 juta ton akibat terjadinya kekeringan yang disebabkan gejala ENSO.


Produsen padi terbesar — 2005 (juta metrik ton)
* Republik Rakyat Cina = 185
* India = 129
* Indonesia = 54
* Bangladesh = 40
* Vietnam  = 36
* Thailand  = 27
* Myanmar = 25
* Pakistan = 18
* Filipina = 15
* Brasil = 13
* Jepang = 11
Total Dunia = 700

Sumber: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)


Aspek budaya dan bahasa

Padi merupakan bagian penting dalam budaya masyarakat Asia Tenggara dan Asia Timur. Masyarakat setempat mengenal filosofi ilmu padi. Sejumlah peribahasa juga melibatkan padi, misalnya

* Padi ditanam tumbuh lalang
* Padi masak, jagung mengupih
* Bagai ayam mati di lumbung padi



Referensi

1. ^ Shadily, Hassan. Ensiklopedi Indonesia. Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. Jakarta, 1984. Hal. 2503
2. ^ situs Gramene.org
3. ^ Focus 25, 2007
4. ^ Glaszmann, J.C. 1987. Isozymes and classification of asian rice varieties. Theor. Appl. Genet. 74:21—30.
5. ^ a b Garris, A.J. (2004). "Genetic structure and diversity in Oryza sativa L.". Genetics 169: 1631-1638. doi:10.1534/genetics.104.035642.
6. ^ Zohary D., Hopf, M. 2000. Domestication of plants in the old world. Oxford University Press, Oxford.


selesai ya..

Padi

Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.

Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras



PERTELAAN

Ciri - ciri umum
Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim: Graminae atau Glumiflorae).

Terna semusim, berakar serabut; batang sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang; daun sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk lanset, warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang; bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret, yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula; buah tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk hampir bulat hingga lonjong, ukuran 3 mm hingga 15 mm, tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam, struktur dominan adalah endospermium yang dimakan orang.


Reproduksi
Setiap bunga padi memiliki enam kepala sari (anther) dan kepala putik (stigma) bercabang dua berbentuk sikat botol. Kedua organ seksual ini umumnya siap reproduksi dalam waktu yang bersamaan. Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma jika telah masak.

Dari segi reproduksi, padi merupakan tanaman berpenyerbukan sendiri, karena 95% atau lebih serbuk sari membuahi sel telur tanaman yang sama.

Setelah pembuahan terjadi, zigot dan inti polar yang telah dibuahi segera membelah diri. Zigot berkembang membentuk embrio dan inti polar menjadi endosperm. Pada akhir perkembangan, sebagian besar bulir padi mengadung pati di bagian endosperm. Bagi tanaman muda, pati berfungsi sebagai cadangan makanan. Bagi manusia, pati dimanfaatkan sebagai sumber gizi.

Satu set genom padi terdiri atas 12 kromosom. Karena padi adalah tanaman diploid, maka setiap sel padi memiliki 12 pasang kromosom (kecuali sel seksual).

Padi merupakan organisme model dalam kajian genetika tumbuhan karena dua alasan: kepentingannya bagi umat manusia dan ukuran kromosom yang relatif kecil, yaitu 1.6~2.3 × 108 pasangan basa (base pairs, bp). Sebagai tanaman model, genom padi telah disekuensing, seperti juga genom manusia. Hasil sekuensing genom padi dapat dilihat di situs NCBI.

Perbaikan genetik padi telah berlangsung sejak manusia membudidayakan padi. Dari hasil tindakan ini orang mengenal berbagai macam ras lokal, seperti 'Rajalele' dari Klaten atau 'Pandanwangi' dari Cianjur di Indonesia atau 'Basmati Rice' dari India utara. Orang juga berhasil mengembangkan padi lahan kering (padi gogo) yang tidak memerlukan penggenangan atau padi rawa yang mampu beradaptasi terhadap kedalaman air rawa yang berubah-ubah. Di negara lain dikembangkan pula berbagai tipe padi.

Pemuliaan padi secara sistematis baru dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filipina sebagai bagian dari gerakan modernisasi pertanian dunia yang dijuluki sebagai Revolusi Hijau. Sejak saat itu muncullah berbagai kultivar padi dengan daya hasil tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Dua kultivar padi modern pertama adalah 'IR5' dan 'IR8' (di Indonesia diadaptasi menjadi 'PB5' dan 'PB8'). Walaupun hasilnya tinggi tetapi banyak petani menolak karena rasanya tidak enak (pera). Selain itu, terjadi wabah hama wereng coklat pada tahun 1970-an.

Ribuan persilangan kemudian dirancang untuk menghasilkan kultivar dengan potensi hasil tinggi dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit padi. Pada tahun 1984 pemerintah Indonesia pernah meraih penghargaan dari PBB (FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi hingga dalam waktu 20 tahun dapat berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras. Prestasi ini tidak dapat dilanjutkan dan baru kembali pulih sejak tahun 2007.

Hadirnya bioteknologi dan rekayasa genetika pada tahun 1980-an memungkinkan perbaikan kualitas nasi. Sejumlah tim peneliti di Swiss mengembangkan padi transgenik yang mampu memproduksi toksin bagi hama pemakan bulir padi dengan harapan menurunkan penggunaan pestisida. IRRI, bekerja sama dengan beberapa lembaga lain, merakit "Padi emas" (Golden Rice) yang dapat menghasilkan provitamin A pada berasnya, yang diarahkan bagi pengentasan defisiensi vitamin A di berbagai negara berkembang. Suatu tim peneliti dari Jepang juga mengembangkan padi yang menghasilkan toksin bagi bakteri kolera. Diharapkan beras yang dihasilkan padi ini dapat menjadi alternatif imunisasi kolera, terutama di negara-negara berkembang.

Sejak tahun 1970-an telah diusahakan pengembangan padi hibrida, yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Karena biaya pembuatannya tinggi, kultivar jenis ini dijual dengan harga lebih mahal daripada kultivar padi yang dirakit dengan metode lain.

Selain perbaikan potensi hasil, sasaran pemuliaan padi mencakup pula tanaman yang lebih tahan terhadap berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) dan tekanan (stres) abiotik (seperti kekeringan, salinitas, dan tanah masam). Pemuliaan yang diarahkan pada peningkatan kualitas nasi juga dilakukan, misalnya dengan perancangan kultivar mengandung karoten (provitamin A).



KEANEKAANRAGAMAN

Keanekaragaman genetik
Hingga sekarang ada dua spesies padi yang dibudidayakan manusia secara massal: Oryza sativa yang berasal dari Asia dan O. glaberrima yang berasal dari Afrika Barat.

Pada awal mulanya O. sativa dianggap terdiri dari dua subspesies, indica dan japonica (sinonim sinica). Padi japonica umumnya berumur panjang, postur tinggi namun mudah rebah, lemmanya memiliki "ekor" atau "bulu" (Ing. awn), bijinya cenderung membulat, dan nasinya lengket. Padi indica, sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, lemmanya tidak ber-"bulu" atau hanya pendek saja, dan bulir cenderung oval sampai lonjong. Walaupun kedua anggota subspesies ini dapat saling membuahi, persentase keberhasilannya tidak tinggi. Contoh terkenal dari hasil persilangan ini adalah kultivar 'IR8', yang merupakan hasil seleksi dari persilangan japonica (kultivar 'Deegeowoogen' dari Formosa) dengan indica (kultivar 'Peta' dari Indonesia). Selain kedua varietas ini, dikenal varietas minor javanica yang memiliki sifat antara dari kedua tipe utama di atas. Varietas javanica hanya ditemukan di Pulau Jawa.

Kajian dengan bantuan teknik biologi molekular sekarang menunjukkan bahwa selain dua subspesies O. sativa yang utama, indica dan japonica, terdapat pula subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus (padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasang-surut/rawa dari Bangladesh), ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari Asia Selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal). Pengelompokan ini dilakukan menggunakan penanda RFLP dibantu dengan isozim.[Kajian menggunakan penanda genetik SSR terhadap genom inti sel dan dua lokus pada genom kloroplas menunjukkan bahwa pembedaan indica dan japonica adalah mantap, tetapi japonica ternyata terbagi menjadi tiga kelompok khas: temperate japonica ("japonica daerah sejuk" dari Cina, Korea, dan Jepang), tropical japonica ("japonica daerah tropika" dari Nusantara), dan aromatic. Subspesies aus merupakan kelompok yang terpisah.

Berdasarkan bukti-bukti evolusi molekular diperkirakan kelompok besar indica dan japonica terpisah sejak ~440.000 tahun yang lalu dari suatu populasi spesies moyang O. rufipogon. Domestikasi padi terjadi di titik tempat yang berbeda terhadap dua kelompok yang sudah terpisah ini. Berdasarkan bukti arkeologi padi mulai dibudidayakan (didomestikasi) 10.000 hingga 5.000 tahun sebelum masehi.


Keanekaragaman budidaya

Padi gogo
Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.

Padi rawa
Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa. Selain di Kalimantan, padi tipe ini ditemukan di lembah Sungai Gangga. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman.

bersambung ya.....

Beras Organik dan Beras Aroma Khas Karawang

Kabupaten Karawang akan mengembangkan beras organik dan beras aroma yang memiliki cita rasa khas Karawang. Rencana tersebut pun sudah dimulai dengan pengembangan yang dilakukan oleh Pusat Pelatihan Petani Pedesaan Swadaya (P4S) Bale Pare di Kecamatan Rawamerta.

Demikian disampaikan Bupati Karawang, Ade Swara di sela-sela acara penanaman pohon bersama Ibu Negara, Ani Yudhoyono di Cipule, Ciampel, Karawang, Jumat (2/12).

"Upaya tersebut saat ini tengah dikembangkan P4S Bale Pare yang merupakan salah satu dari enam P4S yang dibina dan difasilitasi oleh Badan Penyuluhan Kab. Karawang," katanya.

Selain menciptakan ikon beras organik Karawang, kata Ade, Bale Pare dalam perjalanannya juga telah berhasil meraih Anugerah Inovasi Jawa Barat 2011 dari Gubernur Jawa Barat atas pengembangan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP).

"Untuk mendukung pemasarannya Badan Penyuluhan bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saat ini juga tengah menjajaki upaya pembangunan outlet/stand produk Karawang dalam setiap event kebudayaan dan pariwisata dan nanti akan dipamerkan setiap ada event-event di Karawang," ucapnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan Badan Penyuluhan Pertanian Karawang, saat ini juga telah memiliki lima unit kendaraan penyuluhan berbasis internet guna melakukan penyuluhan cyber extension.

"Masing-masing kendaraan ini dilengkapi oleh tujuh unit internet serta alat bantu penyuluhan yang dapat memudahkan para petani dalam menerima ilmu dan mempraktekannya di lapangan," tuturnya.(PR)

Macam - Macam Varietas Beras

Ada berbagai type varietas
Uniknya varietas padi sawah ini menggunakan nama sungai

IR36, Cisadane, IR42, Cisokan, IR64, Dodokan, Ciliwung, IR66, Memberamo, Cibodas, Digul, Maros, Cilamaya Muncul, Way Apo Buru, Widas, Ciherang, Cisantana, tukad Petanu, Tukad Balian, Tukad Unda, Celebes, Kalimas, bondojudo, Silugonggo, Singkil, Sintanur, Konawe, Batang Gadis, Ciujung, Conde, Angke, Wera, Sunggal, Cigeulis, Luk Ulo, Cibogo, Batang Piaman, Batang Lembang, pepe, Logawa, Mekongga, Sarinah, aek Sibundong, Inpari 1,2,3,4, Inpari 5 Merawu, Inpari 6 Jete, Inpari 7 lanrang, Inpari 8, Inpari 9 Elo, Inpari 10 Laeya, Inpari 11, Inpari 12, Inpari 13.
Varietas Beras Organik yang kita pakai adalah varietas GULABED yaitu sejenis ciherang tapi lebih pulen. bila dimasak nasinya begitu pulen, lebih berserat dan lebih padat. kandungan nasi yg kaya nutrisi sehingga makan dikit aja udah berasa kenyang....Gulabed ini begitu istimewa baik dari cita rasa ataupun dari varietasnya itu sendiri. Tak ada varietas organik ciherang yg nasinya begitu pulen seperti si Gulabed ini. hanya di Berasku organik anda bisa menjumpainya.
Nasi yang berserat sangat diperlukan oleh tubuh terlebih untuk kesehatan pencernaan.Berasku organik memberikan kekayaan nutrisi yang baik yang dibutuhkan oleh tubuh kita..


nantikan sambungannya okey :)

investasi sehat


Jakarta food security summit  yang diselenggarakan pada taggal 7-10 februari yang lalu di Assembly Hall JCC Jakarta masih menyisakan sedikit cerita yang menggelitik. Acara meriah yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta kabinet dan para duta besar luar negeri menampilkan beraneka ragam potensi pasar domestik dari mulai sayuran organik lokal berkualitas, bermacam varietas beras organik dengan packing yg sangat menarik, budidaya ikan lele, gurame, udang bago dan sejenisnya hingga coconut fiber (sabut kelapa) dan limbah lainnya yang sangat berpotensi untuk di ekspor turut pula ditampilkan.

Tingginya atensi masyarakat terhadap gaya hidup yag lebih sehat terlihat dari antusiasme mereka menanyakan dimana beras organik yang kami bawa. Rupanya selain dilidah berasa enak, ternyata kemasanpun mampu mempengaruhi tingginya penjualan. Tetapi satu hal yang kami catat bahwa kesadaran akan pentingnya sehat dimasa yang akan datang jauh lebih berharga. Mulailah dari sekarang kita selalu menjaga pola makan yang teratur,  makanlah jikalau lapar dan berhenti makan sebelum kenyang seperti anjuran agama kita. niscaya kesehatan jiwa raga bisa kita peroleh dan menjadi investasi yang tak ternilai untuk masa yang akan datang.

Bisnis Beras Organik Super Quality untuk semua kalangan

Beras merupakan makanan pokok hampir seluruh penduduk Indonesia dan sebagian masyarakat dunia. Namun sayang beras yang dihasilkan saat ini sebagian besar merupakan beras an-organik yang dihasilkan dari budidaya an-organik yang menggunakan benih unggul hasil rekayasa genetik / bioteknologi, pupuk kimia dan pestisida kimia. Sehingga berdasarkan hasil beberapa analisa laboratorium, beras an-organik mengandung residu bahan-bahan kimia yang merugikan kesehatan.

Seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup, memproduksi beras organik menjadi suatu keharusan. Beras organik yang dihasilkan dari budidaya dan pengolahan padi organik merupakan solusi bagi penyediaan beras sehat  dan berkualitas.

Untuk itu, Pasar  Beras organik sebentar lagi akan diramaikan oleh kehadiran brand baru yang bernama "berasku-organik",

Kelebihan dari brand ini adalah beras organik-nya berasal dari lahan yang sudah memiliki sertifikasi organik nasional dan internasional bahkan berasnya sudah diterima baik di masyarakat Eropa, Amerika dan negeri jiran Malaysia serta rasa nasi yang  lebih enak, lebih empuk, lebih putih dan memiliki daya simpan yg lebih lama karna dikemas dengan sangat apik dengan menggunakan vakum.

Rencananya beras organik asli Indonesia ini akan mulai dipasarkan awal tahun 2012 melalui PT.Selaras Agro Mandiri dengan tag line "berasnya keluarga sehat"

Peluang bisnis ini terbuka lebar bagi rekan-rekan yang mau ambil peluang bisnis berasku organik dengan menjadi agen atau reseller untuk seluruh kota di Indonesia.


Untuk informasi lebih lengkap silahkan hubungi:

Lina Rahmianti
Hp : 085711001122
Email: linarahmianti@gmail.com

Faizal Rahman
Tlp : 021-70621056
Email : feisell@yahoo.co.id

SOLUSI PANEN MELIMPAH

Hasil panen yang melimpah merupakan dambaan para petani dan pengusaha agribisnis. Untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah, banyak usaha yang dilakukan oleh para petani dan para pengusaha agribisnis. Mulai dari memilih lokasi dan waktu tanam yang cocok, menyediakan bibit yang berkualitas, pemberian pupuk yang berkualitas dalam jumlah cukup, penyiangan, pemeliharaan tanaman, penyemprotan pestisida, dll. Semua usaha dikerahkan untuk mendapatkan hasil yang di inginkan. Namun kadang hasil panen tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Ada kalanya gagal panen bisa terjadi. Dan bila hal itu terjadi maka, hasil kerja selama berbulan – bulan sungguh menjadi sia – sia dan tidak maksimal. Akhirnya petani dan para pelaku bisnis lah yang menelan kerugian. Sebaliknya bila hasil panen melimpah maka terbayar sudah semua usaha yang dilakukan selama ini.
Salah satu factor penentu hasil panen yang melimpah adalah penyediaan pupuk yang berkualitas baik. Saat ini telah ditemukan sebuah rangkaian produk yang bisa membantu para petani dan para pengusaha agribisnis agar bisa memberikan hasil panen yang melimpah. Produk ini sudah di ujicoba dan di aplikasikan oleh para petani di seluruh Indonesia. Banyak dari para petani yang merasakan manfaatnya dari pupuk ini. Berbagai pendapat bermunculan mengenai kehebatan dari pupuk ini karena terbukti secara nyata meningkatkan hasil panen dan kualitas panen mereka, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.

Produk tersebut adalah 
HANTU ( hormon tanaman unggul ) dan JAGO TANI.

HANTU Multiguna Exclusive terbuat dari sari tumbuhan alami( herbal) berbentuk cream cair / pekat berwarna putih kelabu. Digunakan dengan cara penyemprotan.
HANTU Multiguna Exclusive menjadikan tanaman mempunyai daya tahan dan melebihi perkembangan standar. terutama pada daun jadi lebar padat berisi, tunas akan bermunculan, bunga akan muncul,dari semua pori-pori pohon, buah akan padat berisi, batang akan mengalami pemekaran sel-selnya, akar akan berkembang pesat.

Manfat HANTU dan JAGO TANI
  1. Daun : Mempercepat pertumbuhan daun jadi lebat, keras, padat, lebar, tebal, berisi,mengkilap. Muncul   warna asli dan tidak mudah rontok.
  2. Batang : Mempercepat perkembangan batang dalam melakukan pembelahan sel, sehingga cepat besar, kokoh dan berurat.
  3. Bunga : Mempercepat keluarnya bunga, kuncup disetiap pori pembuahan dan tidak mudah gugur.
  4. Buah : Mempercepat putik bunga menjadi buah. Buah lebih padat, besar dan berisi, semakin lezat dan beraroma.
  5. Akar : Mempercepat pertumbuhan akar baru dan kokoh.
  6. Tunas : Mempercepat keluarnya tunas-tunas dan anakan baru pada setiap pori-pori.
  7. Tanah : Memperbaiki struktur tanah yang rusak.

Cara Aplikasi dan Dosis Pemakaian HANTU dan JAGO TANI
penyemprotan secara kabut dan jadwal penyemprotannya adalah sebagai berikut :

  1. JENIS SAYUR MAYUR. Seperti: Asparagus, Tomat, Buncis, Kacang Panjang, Cabai, Bawang Merah/Putih, Seledri, dll. Penyemprotan 7-10 hari 1 kali dengan takaran 2 ml (per ml 1 sendok teh kecil) hantu dicampur air 1 liter.
  2. JENIS TANAMAN BUAH BATANG MERAMBAT. Seperti: Anggur, Apel, Berry, Semangka, Melon, Mentimun, Merica, dll. Lakukan penyemprotan pada bulan pertama 7-10 hari 1 kali, Pada bulan selanjutnya lakukan penyemprotan 10-20 hari 1 kali dengan takaran 2 ml (per ml 1 sendok teh kecil) hantu dicampur air 1 liter.
  3. JENIS TANAMAN BUAH BATANG KERAS. Seperti: Lengkeng, Rambutan, Jambu, Jeruk, Belimbing, dll. Lakukan penyemprotan pada bulan pertama 7-10 hari 1 kali, Pada bulan selanjutnya lakukan penyemprotan 20-30 hari 1 kali dengan takaran 5 ml (per ml 1 sendok teh kecil) hantu dicampur air 1 liter.
  4. JENIS TANAMAN PALAWIJA. Sepert: Jagung, Kacang Hijau, Padi, Umbi-umbian, Kacang tanah,dll. Lakukan penyemprotan pada bulan pertama 7-10 hari 1 kali, Pada bulan selanjutnya lakukan penyemprotan 15-20 hari 1 kali dengan takaran 4 ml (per ml 1 sendok teh kecil) hantu dicampur air 1 liter.
  5. JENIS TANAMAN PERKEBUNAN. Seperti : Kelapa Sawit, Cengkeh, Karet, Kopi, Kakao, Rotan, Gaharu, dll. Lakukan penyemprotan pada bulan pertama 7-10 hari 1 kali, Pada bulan selanjutnya lakukan penyemprotan 20-30 hari 1 kali dengan takaran 5 ml (per ml 1 sendok teh kecil) hantu dicampur air 1 liter.
  6. JENIS TANAMAN HIAS. Seperti: Aglonema, Keladi, Anthurium, Senthe, Anggrek,dll. Penyemprotan 7-10 hari 1 kali dengan takaran 2 ml (per ml 1 sendok teh kecil) hantu dicampur air 1 liter.
Jadwal penyemprotan JAGO TANI dilakukan sebelum tanaman berbuah yaitu pada saat tanaman sudah berumur 50 HST ( hari setelah tanam ) dan aplikasinya di campur dengan HANTU

Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada 
  1. pagi hari sebelum jam 10.00 atau
  2. sore hari setelah jam 16.00.









Harga HANTU per Liter ( 1.000 ml ) HANYA = Rp. 120.000










Harga JAGO TANI per Liter ( 1.000 ml )  HANYA = Rp. 120.000


Untuk pemesanan silahkan Hubungi SEKARANG JUGA
Ibu Hermi Tan 085648231888 

atau kirimkan email ke kami di hokkyplus@yahoo.com


HASIL PEMAKAIAN HANTU DAN JAGO TANI











Manfaat Pertanian Organic

Adapun manfaat pertanian organik adalah :
1.    Memperbaiki struktur dan kualitas serta mempertahankan kesuburan fisik, biologi dan kimia tanah.
*     Secara Fisik
a.    Kondisi fisik tanah semakin lama semakin gembur sehingga mempermudah dalam pengolahan tanah.
b.    Difusi O2 atau aerasi akan lebih banyak sehingga proses fisiologi di akar akan lebih baik.
c.    Mempermudah penyerapan dan penyimpanan air dalam tanah sehingga dapat menghindari terjadinya erosi tanah
d.    Penyerapan energi sinar matahari lebih banyak sehingga suhu tanah bisa terjaga dengan baik.

*     Secara Kimia
a.    Pertanian organik menggunakan kompos sebagai bahan utama penyubur tanaman dan kompos ini menyediakan unsur hara makro, mikro serta mineral yang sangat lengkap dan dibutuhkan oleh tanaman.
b.    Memperbaiki dan menjaga kestabilan Ph tanah.
c.    Memperbaiki dan meningkatakan produktivitas tanaman pada tanah asam.
d.    Meningkatkan humus yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kandungan hara makro dan mikro tanah.
e.    Meningkatkan kapasitas tukar kation
f.     Membantu menetralisir unsur hara yang bersifat merugikan seperti Al, Fe, dan Mn dengan meningkatkan kemampuannya bereaksi dengan ion logam untuk membentuk senyawa kompleks.
g.    Mencegah hilangnya unsur hara dalam tanah akibat proses pencucian oleh air hujan atau air irigasi.
*     Secara Biologi
a.    Mendorong peningkatan dan perkembangan jumlah mikrobiologi tanah yang menguntungkan.
b.    Mendorong percepatan proses dekomposisi bahan organik oleh mikro – organisme yang menguntungkan sehingga proses fotosintesis tanaman dapat berlangsung dengan sangat baik.
c.    Menciptakan bioaktivator melalui pemanfaatan mikro – organisme tanah.

2.  Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat.
3.    Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.
4.    Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
5.    Menghemat energi minyak dalam proses pengolahan.
6.    Menjaga kemurnian kualitas air tanah
7.   Meminimalkan perubahan iklim global karena emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission).
8.    Mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang limbah menjadi pupuk organic.
9.    Menciptakan dan menjaga keanekaragaman hayati.
10. Hemat biaya, tenaga dan waktu.

Pertanian Organic, Pertanian Masa Depan

PERTANIAN ORGANIC

Latar Belakang

Pertanian organic beberapa tahun terakhir ini menjadi tren di kalangan masyarakat, petani, pemerintah dan bahkan beberapa NGO yang bergerak dibidang pertanian pun ikut menggalakan pertanian organic. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyak factor. Salah satunya karena dampak negative dari penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang ternayata semakin merusak tanah dan lingkungan. 

Departemem Pertanian (2004) menyatakan bahwa pemakaian pupuk dan pestisida anorganik yang telah berlangsung hampir selama 35 tahun ini telah diakui banyak menimbulkan kerusakan, baik terhadap struktur tanah, kejenuhan tanah, terhadap air, terhadap hewan, dan terhadap manusia. Menurut Reijntjes, etal. (1992), penggunaan input luar (pupuk dan pestisida sintetsi) telah mengakibatkan:

1. Terganggunya kehidupan dan keseimbangan tanah, meningkatkan dekomposisi bahan organik, yang kemudian menyebabkan degradasi struktur tanah, kerentanan yang lebih tinggi terhadap kekeringan dan keefektifan yang lebih rendah dalam menghasilkan panenan. Aplikasi yang tidak seimbang dari pupuk mineral nitrogen yang menyebabkan bisa juga menurunkan pH tanah dan ketersediaan fospor bagi tanaman.

2. Penggunaan pupuk buatan NPK yang terus menerus menyebabkan penipisan unsur-unsur mikro seperti seng, besi, tembaga, mangan, magnesium, molybdenum, boron yang bisa mempengaruhi tanaman, hewan, dan kesehatan manusia. Bila unsur mikro ini tidak diganti oleh pupuk buatan NPK, produksi lambat laun akan menurun dan munculnya hama dan penyakit akan meningkat (Sharma, 1985; Tandon, 1990).

3. Setiap tahun ribuan penduduk teracuni oleh pestisida, dimana kira-kira setengahnya adalah penduduk dunia ketiga. Misalnya, pada tahun 1983 kira-kira 2 juta manusia menderita karena keracunan pestisida, dan 40.000 orang diantaranya berakibat fatal (Schoubroeck et al., 1990). Karena toksisitasnya, banyak jenis pestisida, misalnya DDT, dilarang digunakan di negara-negara maju. Namun jenis-jenis ini masih digunakan di Negara – Negara berkembang.

4. Dari waktu ke waktu, hama menjadi resisten terhadap pestisida, yang kemudian memaksa penggunaan pestisida dalam dosis yang lebih tinggi. Akhirnya, perlu dikembangkan pestisida baru dan ini merupakan suatu proses yang sangat mahal. Resistensi hama ini semakin berkembang cepat di daerah tropis daripada di daerah beriklim sedang, karena proses biologisnya berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. Pada tahun 1984, sebanyak 447 jenis serangga dan tungau, 100 patogen tanaman, 55 jenis gulma, 2 jenis nematoda, serta 5 jenis hewan pengerat kebal pestisida (Gips, 1987).

5. Pestisida bukan hanya membunuh mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan pada tanaman, namun juga membunuh mikroorganisme yang berguna, seperti musuh alami hama. Serangan hama primer dan sekunder bisa meningkat setelah pestisida membunuh musuh alaminya (resurgensi).

6. Hanya sebagian kecil pestisida yang dipakai di lahan mengenai mikroorganisme yang seharusnya dikendalikan. Sebagian besar pestisida itu masuk ke tanaman (komoditas), udara, tanah, atau air, yang bisa membahayakan kehidupan mikroorganisme lain. Mikroorganisme air, khususnya, sangat peka terhadap pestisida sintetis.

7. Pestisida yang tidak mudah terurai, akan terserap dalam rantai makanan dan sangat membahayakan serangga, hewan pemakan serangga, burung pemangsa, dan pada akhirnya manusia.

8. Menurut Sulistyowati (1999), menyatakan bahwa akibat penggunaan pupuk kimia, tanah menjadi keras, sehingga energi yang dibutuhkan untuk mengolah tanah menjadi lebih berat. Cacing-cacing tanah yang berfungsi menggemburkan tanah secara alami tidak mampu mengikuti kecepatan penguraian yang diperlukan manusia. Pupuk anorganik selain dapat menurunkan kandungan bahan organik dalam tanah ternyata menyebabkan kecenderungan penurunan pH pada lahan pertanian. Pemakaian pupuk kimia seperti urea dan ZA secara terus menerus membuat kondisi tanah semakin masam. Penggunaan pupuk N-sintetik secara berlebihan juga menurunkan efisiensi P dan K serta memberikan dampak negatif seperti gangguan hama dan penyakit (Musnamar,2003).

Dan masih banyak lagi efek negative dari pertanian modern yang menggunakan input pupuk kimia dan pestisida kimia yang tidak terukur atau sesuai dengan aturan.

Definisi Pertanian organic 

Pertanian organik memiliki istilah (terminologi) yang beragam. Menurut Sulistyowati (1999), sedikitnya terdapat tiga istilah pertanian organik. 

1. di Jepang, pertanian organik dikenal dengan istilah pertanian alami, yang oleh Manasobu Fukuoka disebut sebagai bertani tanpa kerja, dengan prinsip dasar:
(1) tanpa olah tanah sehingga aktivitas tanah yang bersifat produktif tidak terganggu oleh intervensi manusia melalui, misalnya: cangkul dan bajak; 
(2) tanpa pupuk kimia atau kompos buatan;
(3) tanpa menyiangi gulma
(4) tidak bergantung pada bahan-bahan kimia. 

2. Pertanian organik juga dikenal dengan istilah pertanian ekologis, seperti yang banyak dikenal dalam masyarakat tradisional. Pertanian ini dikelola dengan prinsip-prinsip keseimbangan lingkungan melalui pemeliharaan dan pengayaan keanekaragaman hayati serta pelestarian sumber daya dan teknologi lokal. 

3. Pertanian biologis dan permaculture. Tetapi esensi dari semuanya adalah sama, yaitu pola pertanian yang selaras dengan kaidah – kaidah (hukum) alam. Filosofinya adalah alam memiliki kemampuan dan caranya sendiri untuk memenuhi kebutuhan makanan (pangan) bagi manusia. Peran manusia hanyalah mengusahakan suatu keseimbangan yang memungkinkan berlangsungnya proses - proses alamiah dalam suatu lingkungan pertanian sehingga alam akan mampu berproduksi secara optimal dan berkelanjutan. 

Internasional Federation of Organic Agricultural Movement (IFOAM) dalam Avivi (2001), mendefinisikan pertanian organik sebagai suatu proses produksi makanan dan serat yang dilakukan dengan cara-cara yang dapat diterima secara sosial, menguntungkan secara ekonomi, dan berkelanjutan secara agroekosistem.

Ciri – ciri pertanian organic

1. Menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = genetically modified  organisms). 

2. Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman. 

3. Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh  (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman. 

4. Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak. 

Menurut Sudaryanta (1999), secara teknis pertanian organik mengikuti beberapa metode dasar, seperti:

1. Peniadaan Penggunaan Input Kimiawi Eksternal. Penggunaan input eksternal seperti pupuk buatan (urea, TSP, dan KCL), pestisida dan bahan kimia sintetik lain (misalnya, hormon pengatur tumbuh) dihindarkan. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan bahan-bahan kimia tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia.

2. Pengolahan Tanah Secara Minimal (Minimum Tillage}. Artinya, tanah sedapat mungkin diolah sedikit mungkin. Pengertian "sedikit mungkin" mempunyai kriteria tertentu, yang metodenya tergantung pada luas lahan budidaya yang ada. Selain itu, pengolahan tanah harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan sifat tanaman itu sendiri. Misalnya, pengolahan tanah untuk tanaman wortel akan sedikitt berbeda dengan pengolahan tanah untuk tanaman kacang-kacangan.

3. Pergiliran atau Rotasi Tanaman. Pergiliran tanaman adalah pengaturan sistem penanaman tanaman budidaya secara bergantian pada suatu areal dalam waktu yang berlainan dan berurutan. Pergiliran tanaman dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan input-output berbagai unsur hara di dalam tanah dan untuk memutus siklus hidup hama-penyakit. Dengan adanya pergiliran, kualitas keseimbangan ekosistem pada suatu areal pertanian dapat ditingkatkan.

4. Penerapan Sistem Poli/Multikultur (Tumpang Gilir dan Tumpang Sari). Sistem polikultur secara sederhana dapat diartikan sebagai penanaman beberapa jenis tanaman yang mempunyai keterkaitan (baik secara fisik, biologi, dan kimia) pada suatu areal lahan dengan tujuan untuk mengendalikan hama penyakit. Sebagai misal, dalam suatu petakan lahan jenis tanaman bisa antara 10 hingga 20 jenis sesuai dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Pada tiap bedengan dapat ditanam 3-5 jenis tanaman yang berbeda - beda. Dengan sistem polikultur, kualitas keseimbangan ekosistem akan meningkat, karena tanaman yang ditanam jenisnya beraneka ragam.