Halaman

Temu Putih Anti Virus dan Pelega Perut

Tanaman obat tradisional yang nama depannya menggunakan kata temu cukup banyak jenisnya. Ada temulawak, temugiring, temu putih, temu ireng, dan sebagainya. Namun, masing-masing mempunyai khasiat berbeda. Seperti juga temu putih (Curcuma zedoaria). Menurut pimpinan Pembibitan dan Penjualan Tanaman Obat Merapi Farma, Yogyakarta, Sidik Raharjo, sering kali orang sulit membedakan antara temu putih dengan temu mangga dan kunir putih. Yang biasa dipakai sebagai pengobatan adalah rimpangnya (umbi). Warna rimpang ketiga jenis tanaman obat tersebut memang mirip, yaitu putih. Namun, kalau dilihat dari nama Latin-nya akan kelihatan perbedaannya.

Kalau temu putih bernama Latin Curcuma zedoaria, kunir putih adalah Kaemferia rotunda, dan temu mangga Curcuma mangga Val. Temu putih termasuk divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Monocotyledoneae, bangsa Singiberalis dan suku Zingiberaceae. Sejak empat tahun terakhir ini temu putih menjadi tren. Orang banyak mencarinya untuk obat kanker. ''Sebetulnya temu putih itu berkhasiat sebagai antivirus. Namun, sebelum dikenal sebagai antivirus, temu putih dulunya hanya dikenal sebagai pelega perut,'' tutur Sidik yang juga produsen jamu rebusan dan instan ini. Temu putih banyak ditanam di ladang dan merupakan tumbuhan semak tinggi, yakni setinggi dua meter. Batangnya semu, berbentuk silindris, lunak. Batang di dalam tanah membentuk rimpang berwarna hijau pucat.

Daun tunggal, lonjong, di bagian ujung meruncing, sedangkan di pangkal tumpul. Panjang daun bisa mencapai 0,6-1 meter dan lebar 10-20 sentimeter. Pertulangan menyirip, tipis, berbulu halus, hijau dan bergaris ungu. Bunga majemuk, di ketiak daun, panjang 7-15 sentimeter. Benang sari melekat pada mahkota dengan panjang sekitar 0,5 sentimeter, tangkai putik panjang dua sentimeter, mahkota lonjong panjang 7-15 sentimeter. Buah berbentuk kotak, bulat. Rimpang dan daun Curcuma zedoaria mengandung saponim, flanoida, dan polifenol. Cara memanfaatkannya, 100 gram rimpang temu putih dicuci, diparut, lalu diperas dan disaring. Hasilnya disangan terus diminum.

Uraian :
Herba setahun, dapat lebih dari 2 m. Batang sesungguhnya berupa rimpang yang bercabang di bawah tanah, berwama coklat muda coklat tua, di dalamnya putih atau putih kebiruan, memiliki umbi bulat dan aromatilc. Daun tunggal, pelepah daun membentuk batang semu, berwarna hijau coklat tua, helaian 2-9 buah, bentuk memanjang lanset 2,5 kali lebar yang terlebar, ujung runcing-meruncing, berambut tidak nyata, hijau atau hijau dengan bercak coklat ungu di tulang daun pangkal, 43-80 cm atau lebih. Bunga majemuk susunan bulir,diketiak rimpang primer, tangkai berambut. Daun pelindung berjumlah banyak, spatha dan brachtea; rata-rata 3-8 x l,5-3,5cm. Kelopak 3 daun, putih atau kekuningan, bagian tengah merah atau coklat kemerahan, 3 -4 cm. Mahkota: 3 daun, putih kemerahan, tinggi rata-rata 4,5 cm. Bibir bibiran membulat atau bulat telur terbalik, ujung 2 lobe, kuning atau putih, tengah kuning atau kuning jeruk, 14-18 x 14-20 mm. Benang sari 1 buah, tidak sempuma, bulat telur terbalik, kuning terang, 12-16 x 10-115 mm, tangkai 3 5 x 2-4 mm, kepala sari putih, 6 mm. Buah: berambut, rata-rata 2 cm. Waktu berbunga Agustus - Mei. Tumbuh di daerah tropis, 750 m dpI di Jawa dibudidayakan sebagai tanaman obat, di bawah naungan. Produksi terpenoid pada kultur organ Curcuma zeodaria relatif lebih banyak bila dibandingkan kultur kalus. Diferensiasi sel dapat menginduksi biosintesis terpenoid.


Nama Lokal :
NAMA DAERAH: -- NAMA ASING: -- NAMA SIMPLISIA: Zedoariae Rhizoma; rimpang temu putih


Penyakit Yang Dapat Diobati :
EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Minyak atsiri Curcuma zedoaria dapat menghambat pembentukan radang pada tikus putih galur Wistar, pada dosis 800 mg/kg BB. Infusa temu putih berefek hepatoprotektif pada tikus terisolasi. Infusa temu putih sejumlah 0,0 1 mg/ml, 05 1 mg/ml dan 1 mg/ml dapat menekan rembesan enzim GPT ke media suspensi hepatosit tikus terisolasi yang disebabkan oleh hidrazin 1 MM. Seduhan serbuk rimpang dengan kisaran dosis 15,75- 126 mg/kg BB dapat meningkatkan regenerasi sel hati tikus yang terangsang galaktosamina. Perasan rimpang pada dosis 7,87, 1,97; 0,49 mg/kgBB berefek hepatoprotektif dan mempercepat regenerasi sel hepar tikus terangsang karbontetraklorida WC14). Potensi hepatoregeneratif perasan rimpang pada tikus terangsang CCl4 terbesar pada dosis 1,97 mg/kgBB . TOKSISITAS Potensi ketoksikan akut salah satu sediaan serbuk runpang yang beredar di pasaran (LD50 semu) lebih besar dari 2375 mg/kgBB.


Komposisi :
Rimpang mengandung zat wama kuning kurkumin (diarilheptanoid). Kornponen minyak atsiri dari rimpang Cucrcuma zedoaria terdiri dari: turunan Guaian (Kurkumol, Kurkumenol, Isokurkumenol, Prokurkumenol, Kurkurnadiol), turunan Germakran (Kurdion, Dehidrokurdion); Seskuiterpen furanoid dengan kerangka eudesman (Kurkolon). Kerangka Germakran (Furanodienon, Isofuranodienon, Zederon, Furanodien, Furanogermenon); kerangka Eleman (Kurserenon identik dengan edoaron, Epikurserenon, Isofurano germakren); Asam-4-metoksi sinamat (bersifat fungiStatik). Dari hasil penelitian lain ditemukan kurkumanolid A, kurleumanolid B, dan kurkumenon.'0)

Awas stroke, selimuti tubuh anda dengan murbei

Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.

Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.
Mengenali Jenis-jenis Stroke

Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.

Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.

Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.

Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).

Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.

Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.
Ketahui Faktor Risiko Stroke

Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan Faktor Risiko Stroke. Penyakit tersebut di atas antara lain Hipertensi, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/spanyol), jenis kelamin (pria), kurang olah raga.
Membaca Gejala Stroke

Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).

Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan. Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.

Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:
Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
Penglihatan ganda.
Pusing.
Bicara tidak jelas (rero).
Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
Pergerakan yang tidak biasa.
Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
Ketidakseimbangan dan terjatuh.
Pingsan.

Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi.

Stroke juga bisa menyebabkan edema atau pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.
Mendiagnosis Stroke

Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.

Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.
Penanganan Stroke

Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika recombinant tissue plasminogen activator (RTPA) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.

Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.

Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada stroke in evolution diberikan antikoagulan (misalnya heparin), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke.

Pada completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.

Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Sekitar 24,5% pasien mengalami stroke berulang.

Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat. Di samping itu, perlu perhatian khusus kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).

Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.
Masih Ada Harapan Untuk Sembuh

Ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu. Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan.

Sayangnya, sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.

Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.
Life style, Pencetus Stroke Usia Produktif

Usia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena strokenya pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).

Life style alias gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat.

Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang untuk mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lain dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?

Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.

Untuk mencegah "the silent killer" ini maka seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan. Expert Review

Prof. Dr. H. Jusuf Misbach, SpS (K), FAAN yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menjelaskan bahwa serangan stroke timbulnya mendadak tanpa peringatan. Namun, sebenarnya ada yang bisa dijadikan tanda yaitu penyakit-penyakit dan kondisi tertentu yang termasuk ke dalam faktor risiko stroke.

Penyakit-penyakit yang termasuk ke dalam risiko stroke adalah hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa termasuk dalam kondisi tertentu yang merupakan risiko stroke.

"Kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterol) memang merupakan faktor risiko stroke karena memperburuk proses arteriosklerotik, yaitu mempertebal dan merusak dinding pembuluh darah secara berangsur-angsur," ungkap Prof. Jusuf Misbach. Jadi, makanan-makanan yang kaya kolesterol seperti junk food dapat membahayakan dan mempercepat kemungkinan timbulnya stroke.

Usia merupakan faktor risiko stroke karena proses penuaan terjadi pada semua organ tubuh termasuk pembuluh darah otak yang menjadi rapuh. Di Indonesia ternyata stroke timbul banyak pada usia di bawah 45 tahun, dimana karir sedang menanjak.

Demikian pula pada usia 45-60 tahun dimana seseorang sedang berada pada puncak karirnya. "Jika terkena stroke, penyakit dengan angka presentasi kecacatan terbesar, maka habislah karirnya," tambah Prof Jusuf Misbach.

Masyarakat tidak menyadari bahwa angka kematian stroke di Indonesia sangat tinggi, dimana sekitar seperempatnya meninggal dunia. Untuk mencegah kecacatan atau kelumpuhan pada serangan stroke, disuntikan recombinant tissue plasminogen activator kurang dari 3 jam.

Prof. Jusuf Misbach mengatakan bahwa menurut data dari seluruh dunia termasuk Indonesia, perawatan di Unit Stroke dapat menurunkan angka kematian, memperpendek masa perawatan di Rumah Sakit, dan memperbaiki kualitas hidup. Unit Stroke terdiri dari berbagai dokter ahli (multidisipliner) seperti spesialis saraf, spesialis penyakit dalam (diabetes mellitus, jantung), spesialis bedah, dan psikiater.

Penderita stroke akan menjalani tahap neuro restorasi setelah fase akut dan sub akut stroke terlewati. Dalam tahap ini penderita harus minum obat untuk mengendalikan faktor risiko dan menjalani fisioterapi untuk mengembalikan kemampuan tubuh seperti semula.

Bahaya yang menghantui penderita stroke adalah serangan stroke berulang yang dapat fatal atau kwalitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama. Bahkan ada pasien Prof Jusuf Misbach yang mengalami serangan stroke sebanyak 6-7 kali. Hal ini disebabkan pasien tersebut tidak mengendalikan faktor risiko stroke.

Disamping itu beban pengobatan dan rawat jalan sangat memberatkan ekonomi keluarga karena kepala keluarga tak mampu bekerja lagi. Apalagi pengobatan faktor risiko harus diteruskan seumur hidup.

Jangan tunggu sampai terjadi serangan stroke, lebih baik melakukan deteksi dini akan faktor risiko stroke untuk menghindari stroke. Memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi adanya faktor-faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan misalnya hipertensi, diabetes, merokok, penyakit jantung, kolesterol dan trigliserida yang tinggi, kegemukan. Semua faktor risiko dapat dikendalikan kecuali usia, suku bangsa dan gender.

Prof. Jusuf Misbach juga menyebutkan bahwa olahraga dan kehidupan beragama yang sungguh-sungguh juga tak kalah pentingnya, karena selain menghilangkan stres juga menyehatkan lahir-batin.

Ahli jantung dari RS Jantung Nasional Harapan Kita, Prof. Dr. Harmani Kalim, MPH, SpJP (K), FIHA, FASCC, menjelaskan bahwa penyakit jantung erat kaitannya dengan stroke karena memiliki penyebab yang sama yaitu hiperkolesterol. Pada penderita jantung, risiko stroke akan meningkat. Demikian sebaliknya, penderita stroke memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat pula.

Kendalikan faktor risiko penyakit seperti kadar kolesterol, kadar gula, kadar lemak agar tidak berkembang menjadi stroke. Biasanya diberikan obat pengencer darah yaitu asetosal, obat penurun kadar kolesterol dari golongan statin seperti simvastatin, atorvastatin, lovastatin, dll.

Hiperkolesterol menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah yang paling umum yaitu aterosklerosis. Gejala aterosklerosis adalah bentuk arteriosklerosis dengan timbunan zat lemak di dalam dan di bawah lapisan intima dinding pembuluh arteri besar dan sedang, yaitu pembuluh serebral, vetebral, koroner, renal, aorta dan pembuluh di tungkai.

Prof. Harmani Kalim memberitahukan bahwa ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner dan stroke. Upaya pencegahan dibagi menjadi primer dan sekunder. Pencegahan primer dapat dilakukan pada orang yang belum pernah mengalami aterosklerosis. Caranya dengan cara ubah gaya hidup, olahraga, kurangi stres, tambah serta kurangi kolesterol dan berhenti merokok.

Pencegahan sekunder dapat dilakukan bila sudah terjadi gejala klinik aterosklerosis disebut dengan singkatan ABCDEFG yaitu:
A Asetosal, ace-inhibitor, antikoagulan: minum obat-obatan untuk kendalikan penyakit faktor risiko.
B Beta blocker, body weight reduction: minum obat dan menurunkan berat badan.
C Cholesterol control & cigarette smoking cessation: kendalikan kolesterol & berhenti merokok.
D Diabetes control & diet: kendalikan diabetes dan makanan.
E Exercise & education: olahraga dan menambah pengetahuan.
F Family support: dukungan keluarga.
G Glucose oxidation preservation: memelihara oksidasi glukosa tubuh.

Sesibuk apa pun kita pada usia produktif, tetap harus menjaga kesehatan. Jika hanya berjuang mengejar karir tanpa memperhatikan kesehatan, maka usaha tersebut akan sia-sia bila kemudian di puncak karir terkena serangan stroke.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Jadi, jangan tidak peduli akan ancaman stroke, melainkan hadapi dengan mulai menjalankan gaya hidup yang sehat.


Kontributor :

Prof. Dr. H Jusuf Misbach, Sp.S (K), FAAN

Prof Jusuf Misbach adalah Ketua Perhimpunan Spesialis Dokter Saraf Indonesia periode 2003-2007. Beliau merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1966. Beliau baru saja kembali dari The 59th Annual Meeting of The American Academy of Neurology di Boston, Amerika dimana Prof Jusuf Misbach telah menjadi anggota sejak 5 tahun yang lalu. Prof Jusuf Misbach masih aktif sebagai pembicara dan narasumber untuk media massa baik cetak, elektronik maupun on line serta sering memberikan seminar. Kini, Prof Jusuf Misbach berpraktek di RSCM dan RS MMC.



Prof. Dr. Harmani Kalim, MPH, Sp.Jp

Prof Harmani merupakan lulusan FKUI tahun 1968. Beliau melanjutkan studinya di Tulane University tahun 1972 dan lulus dari spesialisas jantung pada tahun 1983. Prof Harmani Kalim baru saja menjadi ketua pelaksana 16th ASEAN Congress of Cardiology di Bali bulan April 2007 kemarin. Beliau merupakan anggota Indonesian Heart Association dan ASEAN Congres of Cardiology. Prof Harmani Kalim sekarang berpraktek di Poli Umum dan Poli Eksekutif RS Jantung Harapan Kita.

Serangan Jantung

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:
478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.
1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
407000 orang mengalami operasi peralihan.
300000 orang menjalani angioplasti.

Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.

Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Merokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.Daftar isi [sembunyikan]
1 Pengenalan Jantung
2 Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
3 Serangan Jantung
3.1 Gejala Serangan Jantung
3.2 Tanda-tanda Peringatan Dini
3.3 Diagnosis
4 10 anggapan salah tentang penyakit jantung
5 Pustaka
6 Pranala luar


[sunting]
Pengenalan Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.


Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal resiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.

Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.

Diabetes.

Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.

Merokok.

Resiko penyakit jantung drai merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.

Tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kegemukan (obesitas).

Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki resiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.

Gaya hidup buruk.

Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.

Stress.

Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.


Serangan Jantung

Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibar pergumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.

Dan menurut survey saya sendiri ( aanbae ) penyakit jantung banyak yang menyerang orang orang yang jarang jalan kaki ( kita ga usah muluk2x dulu untuk lari ) makanya jantung lebih dikenal penyakit orang menengah keatas yang intensitas jalan kakinya sedikit...
Ayo berjalan kaki.........

Murbei buat Diabetes

Tanaman murbei dikenal sebagai pakan ulat sutera dalam aktivitas persuteraan alam. Di lain pihak, daun murbei juga telah diketahui merupakan ramuan kuno obat tradisional Cina untuk mengobati pengidap penyakit diabetes. Berbagai penelitian tentang alkaloid tanaman murbei yang diduga berkaitan erat dengan efek pengobatan tersebut telah dilakukan, akan tetapi tidak satupun yang dapat menjelaskan bagaimana mekanisme alkaloid-alkaloid tersebut dapat mengurangi penderitaan pengidap sakit diabetes tersebut. Kini dirasakan bahwa penemuan tentang senyawa 1-deoxynojirimycin (DNJ) pada tanaman murbei yang sangat mungkin menjelaskan tentang mekanisme tersebut.

Penemuan senyawa DNJ

Sebetulnya senyawa DNJ telah ditemukan dalam bentuk sintetis sejak tahun 1967, akan tetapi baru berhasil ditemukan dalam bentuk alaminya dari ekstrak daun murbei pada tahun 1976 oleh peneliti-peneliti yang berasal dari Jepang [1]. Sampai saat ini senyawa DNJ hanya baru berhasil diisolasi dari tanaman murbei dan beberapa strain Bacillus spp saja. Dan lebih jauh, senyawa DNJ ini ditemukan tepatnya terkandung di dalam getah tanaman murbei, sebagaimana disampaikan oleh peneliti dari National Institute of Agrobiological Science-Jepang, pada salah satu sesi pertemuan ilmiah tahunan ke-75 masyarakat ilmu persuteraan alam Jepang (Japanese Society of Sericultural Science / JSSS) tanggal 3 dan 4 April 2005 yang baru lalu.

Senyawa DNJ atau dalam rumus kimianya C6H13NO4 adalah senyawa monosakarida yang secara struktur sangat mirip dengan glukosa dan monomer-monomer tetrasakarida pada acarbose, hanya saja terdapat sedikit perbedaan pada rantai akromatik senyawa DNJ terdapat gugus nitrogen (amina). Acarbose sendiri sudah sangat dikenal sebagai obat oral non-insulin komersial bagi penderita penyakit diabetes, yang paling terkenal yaitu bermerek dagang Glucobay di Eropa atau Precose di Amerika Serikat.

Mekanisme kerja DNJ dan acarbose

Mekanisme kerja acarbose [2] dalam mengurangi penderitaan pengidap sakit diabetes adalah sebagai berikut : Secara struktur acarbose mirip dengan glukosa, menghambat aktivitas alfa glukosidase, menginterfensi proses hidrolisis karbohidrat, menghambat penyerapan glukosa dan monosakarida-monosakarida yang lainnya.



Gambar Struktur tetrasakarida acarbose (atas) dan monosakarida 1-deoxynojirimicyn (bawah) (Sumber : Kanai et.al, 2001 [3])

Mekanisme kerja senyawa DNJ sendiri belum sepenuhnya ditemukan dalam mengurangi penderitaan pengidap sakit diabetes. Hanya saja dalam beberapa tahun setelah ditemukannya, senyawa DNJ terbukti menginterfensi proses glikosilasi [4]. Selanjutnya ditemukan lagi bahwa acarbose dan DNJ mempunyai efek yang sama dalam menghambat proses pemecahan oligosakarida seperti maltosa menjadi monomer-monomernya di dalam pencernaan manusia [5]. Satu hal lagi yang lebih penting yaitu struktur molekul acarbose dianggap mirip dengan glukosa, akan tetapi ternyata senyawa DNJ lebih mirip lagi dengan glukosa mengingat acarbose merupakan tetrasakarida sedangkan glukosa dan senyawa DNJ sama-sama merupakan monosakarida.

Intinya baik pada acarbose maupun senyawa DNJ, kedua-duanya mempunyai mekanisme kerja yang sama dalam mengurangi penderitaan pengidap diabetes yaitu dengan menghambat aktivitas enzim glukosidase yang berfungsi memecah senyawa polisakarida menjadi monomer-monomer gula (glukosa).

Harapan baru

Dengan hadirnya penemuan tentang senyawa DNJ ini, pertemuan ilmiah tahunan JSSS yang selalu didominasi oleh pembahasan penelitian mengenai ulat sutera, menjadi memiliki warna baru. Sebagai bagian dari ilmu persuteraan alam, pembahasan tentang tanaman murbei meskipun dalam porsi yang sangat sedikit, cukup penting artinya. Apalagi setelah diketahui adanya senyawa biokimia yang cukup potensial menjadi obat bagi pemulihan kesehatan penderita penyakit diabetes tersebut. Kita harapkan di kemudian hari, sisi lain dari manfaat tanaman murbei, sebagai tanaman sumber pengobatan juga tergali.

Ekstrak Daun Jambu Biji Sembuhkan Demam Berdarah

Sumber: Cyber Kompas, Kamis, 11 Maret 2004,
(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0403/11/humaniora/906798.htm)

DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).

Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma'at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.

Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai saat ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.

Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang menggunakan hewan model mencit dengan pemberian oral ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik.

Hambat virus dengue

Daun jambu biji memang mengandung berbagai macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak setelah dilakukan penelitian lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji dapat digunakan sebagai obat anti virus dengue.

Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak.

"Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba," kata Suprapto.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti, misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.

Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini adalah pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui mekanisme kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap aktivitas sistem komplemen dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan mekanisme penurunan permeabilitas pembuluh darah.

Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.

Badan POM dalam waktu dekat juga akan melakukan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang sekarang ini ada. Sampurno optimis karena daun jambu biji bahan bakunya sangat mudah diperoleh dan proses teknologinya sederhana.

Menghilangkan Batu Empedu Secara alami

Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat. Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker.

"Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama" kata Dr.Chiu-Nan.
"Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal."

Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan. Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :

1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.

2. Pada hari ke-enam jangan makan malam.
Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat.
Jam 8 malam lakukan hal yangsama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.
Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr. Chiu-Nan. "Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu

Netralkan Gula Darah Dengan Lidah Buaya

Tanaman lain yang dapat digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan tukak lambung adalah lidah buaya (Aloe vera). Tanaman yang menyukai tempat panas ini berdaun tebal dengan "duri" di tepinya dan banyak berisi gel. Gel inilah yang biasanya dimanfaatkan sebagai obat, termasuk untuk mengobati sakit mag.<: 36pt">Penelitian menunjukkan, dengan pemberian gel lidah buaya 2 ml 2 kali sehari, tukak lambung pada tikus yang diinduksi aspirin (100 mg/kg) berhasil disembuhkan. Khasiat mengobati tukak lambung ini berasal dari Aloenin dan Magnesiun laktat dalam daun lidah buaya yang diidentifikasikan dapat menghambat sekresi asam lambung pada hewan percobaan.
Zat aktif lain diidentifikasi sebagai Aloctin A dan Aloctin B. Aloctin A menghambat sekresi asam lambung dan pepsin jika diberikan secara intra vena pada tikus. Kandungan yang berkhasiat lain adalah Aloin dan Antrakinon yang dapat meningkatkan produksi prostaglandin. Selain itu, lidah buaya mempunyai khasiat antiinflamasi. Gel lidah buaya mengandung bradykinase, yaitu suatu enzim pemecah sumber inflamasi, bradykinin.
Untuk menjadikan lidah buaya sebagai obat sakit mag diperlukan gel segar dari sekitar ½ lembar daun lidah buaya. Gel sebanyak itu diminum untuk sekali minum. Dalam sehari perlu meminumnya sebanyak 2 kali. Untuk memperbaiki rasa gel bisa diberi madu secukupnya. Ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi ramuan alami ini.
Tanaman lidah buaya secara empiris digunakan untuk pengobatan
tradisional antara lain getah atau daging daun digunakan untuk urus-urus,
pemakaian luar digunakan untuk menyuburkan pertumbuhan rambut. Lumatan
daun dan gel ekstrak digunakan untuk mengobati luka bakar dan anti radang.
Daun lidah buaya dapat berfungsi sebagai anti radang, anti jamur, anti bakteri
dan regenerasi sel. Di samping itu, lidah buaya bermanfaat untuk menurunkan
kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah,
menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker.. bunga lidah buaya berkhasiat mengobati luka memar dan muntah darah. Akarnya berkhasiat
sebagai obat cacing dan susah buang air besar/sembelit (Furnawanthi, 2002).
Daun lidah buaya (Aloe vera L) mengandung lemak tak jenuh Arachi-
donic acid dan Phosphatidylcholine dalam jumlah relatif besar (Afzal et al, 1991
cit Sudarsono, dkk, 1996). Daun dan akar mengandung saponin dan flavonoid,
disamping itu daunnya juga mengandung tanin dan polifenol. Kandungan yang
lain barbaloin, iso barbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, aloin, aloe emo-
din, antrakinon, resin, polisakarida. (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991), kro-
mium, inositol (Duke, 2002).
Pembuatan decocta daun lidah buaya segar
Daun lidah buaya segar dicuci dengan air mengalir, dibersihkan dari kulit
dan durinya, kemudian daging daunnya ditimbang sesuai dengan berat yang
dikehendaki, lalu dihaluskan dengan cara diblender, kemudian dimasukkan ke
dalam panci infusa, dan ditambah air 100 ml. Panci dipanaskan di dalam tangas
air selama lebih dari 30 menit, dihitung mulai suhu di dalam panci mencapai
90
o
C, sambil sesekali diaduk. Penyaringan dilakukan selagi panas melalui kain
flannel. Peringkat konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu de-
cocta daun lidah buaya segar konsentrasi 300; 400; dan 532 % b/v.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya decocta daun lidah buaya
segar (Aloe vera L) konsentrasi 400%b/v saja yang dapat menurunkan kadar
glukosa darah secara bermakna (P<0,05)>
sebesar 27,10 ± 3,97%. Decocta daun lidah buaya segar konsentrasi 400%b/v
mempunyai efek hipoglikemik tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif
(P>0,05) walaupun PKGD nya masih dibawah glibenklamid. Daun lidah buaya
dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci yang dibebani glukosa, hal ini
dikarenakan dalam daun lidah buaya mengandung beberapa senyawa aktif yang
kemungkinan berefek sebagai hipoglikemik yaitu kromium, inositol (Duke,
2002).
Pada konsentrasi decocta daun lidah buaya segar 532%b/v ternyata efek
hipoglikemiknya turun, hal ini berarti bahwa kenaikan konsentrasi decocta
daun lidah buaya segar tidak menaikkan efek hipoglikemik. Hal ini kemungkinan
dikarenakan reseptor telah jenuh. Suatu obat untuk dapat menimbulkan efek
harus berikatan dengan reseptor, sedangkan kemampuan reseptor untuk dapat
berikatan dengan obat adalah berbeda-beda. Jika suatu reseptor sudah jenuh,
walaupun dosis obat ditingkatkan, maka reseptor tersebut sudah tidak mampu
lagi untuk berikatan dengan obat sehingga efeknya menurun.
Simpulan :
1. Decocta daun lidah buaya segar (Aloe vera L) konsentrasi 400%b/v dapat
menurunkan kadar glukosa darah kelinci yang dibebani glukosa sebesar
27,10 ± 3,97%.
2. Kenaikan konsentrasi decocta daun lidah buaya segar tidak berkorelasi

Kombinasi Jahe dan Mengkudu anti TBC

PENYAKIT tuberkulosis (TB) paru merupakan masalah dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan sepertiga penduduk dunia terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Dari data WHO tahun 2002, di Indonesia lebih kurang 175.000 orang meninggal per tahun karena penyakit TB.
Tuberkulosis merupakan penyakit yang mudah menular melalui pernapasan dan pengobatannya memerlukan waktu yang lama, sekurang-kurangnya enam bulan. Seringkali pasien bosan makan obat, sehingga tidak sembuh atau bahkan penyakitnya bertambah parah karena perkembangan resistensi mikroba. Oleh karena itu perlu dicari bahan alam yang dapat membunuh Mycobacterium tuberculosis terutama yang resisten terhadap berbagai obat standar (MDR).
Penelitian diawali dengan pemilihan pertumbuhan yang telah digunakan masyarakat untuk batuk berdarah dan muntah darah yang diduga dapat digunakan untuk penyakit TB. Seleksi tumbuhan yang potensial dilaksanakan dengan cara melakukan uji aktivitasnya terhadap Mycobacterium tuberculosis. Untuk mengetahui keamanannya dilakukan uji toksisitas akut pada mencit dan uji toksisitas subkronis pada tikus seperti uji teratogenik pada tikus. Standardisasi dilakukan terhadap ekstrak jahe dan ekstra mengkudu sebelum dibuat sediaan kapsul. Selanjutnya kapsul digunakan untuk uji klinis pada pasien tuberkulosis.
Tumbuhan yang diteliti terhadap Mycobacterium tuberculosis adalah buah mengkudu, rimpang jahe gajah, bunga kembang sepatu, rimpang kunyit, rimpang temu putih, biji selasih, bawang putih, bawang merah dan lidah buaya. Setelah diuji secara in vitro, jahe gajah dan mengkudu menempati aktivitas anti Mycobacterium tuberculosis pada urutan teratas dibandingkan dengan tumbuhan lain.
Mengingat jahe memiliki tiga varietas, ketiga varietas tersebut yaitu jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah diuji terhadap Mycobacterium tuberculosis sehingga dapat diketahui varietas mana yang memberikan aktivitas paling kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe merah memiliki aktivitas paling kuat terhadap galur Mycobacterium yang resisten. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap ekstrak rimpang jahe merah dan ekstrak buah mengkudu serta kombinasinya.
Hasil penelitian secara in vitro menunjukkan ekstra jahe merah dan buah mengkudu serta kombinasinya menghambat Mycobacterium tuberculosis H37Rv (sensitif) dan galur yang resisten (Mt 552 dan Mt 223). Kombinasi ekstrak etanol rimpang jahe merah dan ekstrak etanol buah mengkudu telah diketahui menghasilkan efek yang aditif, penurunan konsentrasi masing-masing ekstra hingga setengahnya dalam kombinasi menunjukkan aktivitas yang sebanding dengan ekstra tunggalnya. Ekstrak jahe dan ekstrak mengkudu menunjukkan aktivitas pad 5-20 mg/ml untuk berbagai galur Mycobacterium.
Hasil uji toksisitas akut pada mencit menunjukkan dosis letal 50 (LD50) ekstra jahe merah, ekstra mengkudu dan kombinasinya lebih besar dari 5.000 mg/kg bb, sehingga dapat dinyatakan aman dan dapat diteruskan ke uji toksisitas subkronis.
Pemberian selama 90 hari kombinasi ekstra jahe merah dan mengkudu pada tikus sampai dosis 1.000 mg/kg bb tidak menunjukkan gejala klinis dan gangguan perilaku sebanding dengan kelompok kontrol. Pemberian kombinasi ekstra jahe merah dan mengkudu dapat meningkatkan bobot badan tikus jantan bermakna terhadap kontrol (p<0,05).>
Hasil uji teratogenik pada tikus menunjukkan kombinasi jahe-mengkudu masing-masing dosis 1.000 mg/kg bobot badan tidak berpengaruh pada rangka, organ tubuh termasuk otak, tetapi warna hati janin lebih gelap dibandingkan kelompok kontrol yang dikhawatirkan hepatotoksik pada janin.
Selanjutnya dibuat sediaan kapsul ekstrak jahe merah dan kapsul ekstra buah mengkudu yang masing-masing mengandung 250 mg ekstrak. Pada uji klinik kapsul ekstra jahe dan kapsul ekstrak kmengkudu digunakan sebagai terapi tambahan terhadap obat antituberkulosis standar.
Hasil uji klinis pada pasien tuberkulosis menunjukkan kombinasi ekstra rimpang jahe merah dan ekstrak buah mengkudu dapat mempercepat konversi basil tahan asam (BTA) positip ke BTA negatip pada dua bulan pengobatan (fase intensif), memperbaiki kualitas hidup/keadaan umum pasien. Hasil uji setelah dua bulan dan enam bulan penggunaan kapsul tidak mempengaruhi fungsi ginjal (kreatinin), hati (SGPT, SGOT) dan tidak mempengaruhi glukosa, kolesterol, trigliserida, urea serta profil darah (darah merah, darah putih, hemoglobil, angka hematokrit).
Secara umum sediaan fitofarmaka kapsul jahe dan kapul mengkudu dapat mempercepat kesembuhan pasien tuberkulosis dan relatif aman tetapi tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Dengan demikian, kedua sediaan fitofarmaka tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu pemberantasan penyakit tuberkulosis. Kombinasi jahe-mengkudu sebagai antituberkulosis ini sudah didaftarkan ke Direktorat Paten, Ditjen HKI, Departemen Kehakiman dan HAM RI dan mendapat nomor P00200600332, Juni 2006

Murbei Babat Hepatitis, Hiper Tensi, kolesterol Tinggi

Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor resiko dan sebaiknya diberikan perawatan.

Gejala

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
sakit kepala
kelelahan
mual
muntah
sesak nafas
gelisah
pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.

Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.


Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

penderita hipertensi untuk mengontrol tekanan darahnya biasanya minum obat kimia penurun hipertensi.obat kimia memang dapat menurunkan tekanan darah secara cepat tapi dalam jangka waktu yang lama akan sama seperti racun bagi tubuh .untuk hipertensi lebih baik memakai obat herbal seperti bawang putih,seladri dan lainnya namun karena rasa bawang putih sangat tdk enak dan juga dapat berakibat buruk bagi tubuh jika kebanyakan (lebih dari 5 siung) begitu juga seladri dapat menurunkan tek darah secara drastis sehingga cukup berbahaya jika dosis terlalu banyak saya kenalkan buah murbei yang sekarang makin sedikit





Sinonim :
= M. australis, Poir. = M. atropurpurea, Roxb. = M. constantinopalita, Poir. = M. indica, Linn. = M. rubra, Lour.

Familia :
Moraceae



Penyakit Yang Dapat Diobati :

  1. Demam
  2. flu
  3. malaria
  4. batuk
  5. rematik
  6. darah tinggi (hipertensi)
  7. Kencing manis (diabetes melitus)
  8. kaki gajah (elephantiasis)
  9. Radang mata merah (conjunctivitis acute)
  10. memperbanyak ASI
  11. Keringat malam
  12. muntah darah
  13. batuk darah
  14. batuk berdahak
  15. Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia)
  16. tidak datang haid
  17. Gangguan saluran cerna
  18. sesan napas (asma)
  19. cacingan
  20. Muka bengkak (edema)
  21. sukar kencing (disuria)
  22. neurastenia
  23. Jantung berdebar (palpitasi)
  24. rasa haus dan mulut kering
  25. Sukar tidur (insomnia)
  26. telinga berdenging (tinnitus)
  27. sembelit
  28. Tuli
  29. vertigo
  30. hepatitis
  31. kurang darah (anemia)
  32. rambut beruban
  33. Sakit kepala
  34. s.tenggorokan
  35. s.gigi
  36. s.kulit
  37. s.pinggang (lumbago)
  38. Menyuburkan pertumbuhan rambut


Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Daun, ranting, buah, dan kulit akar dapat digunakan sebagai obat. Untuk penyimpanan, buah dikukus baru dijemur, ranting dipotong tipis lalu dijemur, dan kulit akar dicuci bersih lalu dipotong-potong tipis kemudian dijemur sampai kering.

INDIKSI :
Daun (Sang ye) berkhasiat untuk:
- demam karena flu, malaria,
- batuk,
- sakit kepala, sakit tenggorok, sakit gigi, rematik,
- darah tinggi (hipertensi),
- kencing manis (diabetes mellitus),
- kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah),
- sakit kulit bisul,
- radang mata merah (conjunctivitis acute),
- memperbanyak air susu ibu (ASI),
- keringat malam,
- muntah darah dan batuk darah akibat darah panas,
- kolesterol tinggi (hiperkolesierolemia), dan
- gangguan pada saluran cerna.

Kulit akar (Sang bai pi) berkhasiat untuk:
- sakit gigi,
- tidak datang haid,
- batuk berdahak, sesak napas (asma),
- muka bengkak (ederna),
- kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan
- cacingan.

Buah (Sang shen) berkhasiat untuk:
- tekanan darah tinggi (hipertensi),
- jantung berdebar (palpitasi),
- kencing manis (diabetes mellitus), rasa haus dan mulut kering,
- sukar tidur (insomnia),
- batuk berdahak,
- pendengaran berkurang dan penglihatan kabur,
- telinga berdenging (tinnitus), tuli, tujuh keliling (vertigo),
- hepatitis kronis,
- sembelit pada orang tua,
- kurang darah (anemia), neurastenia,
- sakit otot dan persendian, sakit tenggorok, serta
- rambut beruban.sebelum waktunya.

Ranting (Sang zhi) berkhasiat untuk:
- rematik,
- tangan dan kaki terasa baal dan sakit,
- sakit pinggang (lumbago),
- keram pada tangan dan kaki,
- tekanan darah tinggi, serta menyuburkan pertumbuhan rambut.

Cara Pemakaian
Untuk diminurn, pilih salah satu bagian yang disukai. Bila kulit akar Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, 10 - 15 g; ranting 15 - 30 g; sedang daun dosisnya 5 - 10 g sekali rebus, dapat juga menggunakan dosis maksimal 20 - 40 g. Untuk buah dosisnya 10 - 15 g, direbus, alu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, kemudian diturapkan ke tempat yang sakit seperti luka, digigit ular, dan serangga, atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Tekanan darah tinggi, kaki bengkak :
Daun murbei segar sebanyak 15 g dicuci bersih kemudian direbus
dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu
dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

2. Memperbanyak kcluamya air susu ibu (ASI) :
Daun murbei muda dimasak sebagai sayur, lalu dimakan bersama
nasi.

3. Kencing nanah Kulit :
Akar murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.

4. Bisul, radang kulit :
Daun murbei segar sebanyak 1 genggam dicuci lalu direbus dengan
2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum
sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah
sehingga dapat diminum secara teratur.

5. Luka, borok :
Daun murbei segar setelah dicuci bersih lalu dioleskan minyak
kelapa. Layukan di atas api lalu diremas-remas dengan jari tangan
sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian dipakai untuk menutup
luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan
akar tren guli.

6. Digigit ular
Daun murbei segar sebanyak 20 g dicuci lalu digiling halus.
Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu disaring dan diperas. Air
yang terkumpul lalu diminum sekaligus.

7. Berkeringat malam
Daun murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6 - 9 g, direbus
dengan air beras sampai mendidih. Setelah dingin lalu diminum.

8. Rematik, tangan dan kaki baal dan sakit :
Ranting murbei kering sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas air
bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari
2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

9. Hepatitis kronis, kurang darah, tekanan darah tinggi :
Buah murbei segar sebanyak 10 g ditambah air masak 1 gelas, lalu


Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati.

KANDUNGAN KIMIA :
Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C. dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. B uahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C).
Kulit batang mengandung (1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside. (2) Flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin. (3) Coumarins: umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol.
Biji: urease. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : Eedysterone berkhasiat hipoglikemik.

Obat Diabetes Bisa Picu Osteoporosis

Bila tidak hati-hati memilih obat diabetes,
penderitanya terancam penyakit osteoporosis. Hal ini
disebabkan Avandia, obat yang dikonsumsi oleh jutaan
pasien diabetes, yang diduga memiliki kontribusi atas
hilangnya massa pada tulang. Hasil ini diungkapkan
setelah sebuah studi di Amerika Serika melakukannya
pada tikus.

Melihat efek negatif yang terjadi pada tulang tikus,
para pakar mencemaskan pemakaian dari Avandia
(rosiglitazone) dapat mempercepat prosess osteoporosis
(tulang keropos).

Osteoporosis adalah penyakit yang dicirikan rendahnya
massa tulang dan kemunduran struktural jaringan tulang
, yang menyebabkan kerapuhan tulang dan meningkatkan
risiko patah tulang.

Dalam penelitin baru tersebut, kemungkinan pemakaian
obat berbahan aktif rosiglitazone itu dalam jangka
waktu lama akan memicu osteoporosis. Tentu, penemuan
ini sedikit membuat pusing penderita diabetes. Mereka
menggunakan Avandia untuk memperbaiki respon tubuhnya
terhadap insulin.

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa pemakaian lama
rosiglitazone dalam pengobatan diabetes jenis dua akan
menyebabkan osteoporosis", kata peneliti senior, Ron
Evans, yang penelitiannya diterbitkan dalam Nature
Medicine 2 Desember.

Evans yang juga merupakan seorang profesor di Fakultas
Biologi Institut Salk, La Jolla, California,
menjelaskan hal itu disebabkan Avandia yang merupakan
obat yang efektif mengontrtol gula dan membantu tubuh
yang sensitif menyimpan insulin. "Sekali pun begitu,
kami tidak merekomendasikan penderita diabetes
berhenti memakai Avandia. Tetapi, sebaiknya mereka
mengkombinasikan dengan obat pencegah osteoporosis, "
terang Evans.

Ditambahkan Profesor Paul Brandt, jika seorang
penderita diabetes telah memiliki risiko osteoporosis
sejak awal, sebaiknya mempertimbangkan obat
anti-diabetes alternatif lainnya. "Banyak kok obat
diabaetes alternatif selain Avandia," kata Brandt.

Selain itu, Brandt juga menyarankan pasien diabetes
yang telanjur mengkonsumsi Avandia, sudah seharusnya
juga memakan obat anti-osteoporosis seperti
bisphosphonates, raloxifene, vitamin D dan kalsium.

Untuk diketahui, awal tahun ini Avandia dan empat obat
diabets lainnya telah dimasukkan ke dalam 'kotak
hitam' Badan Obat dan Makanan AS (FDA). Obat-obatan
tersebut disinyalir bisa meningkatkan risiko gagal
jantung . Kotak hitam adalah tingkat peringatan paling
keras pada FDA...............*Rakyat Merdeka, 4 Des 2007*

Cincau Hijau Kendalikan Tekanan Darah TInggi

Pasti nikmat sekali minum es cincau di hari panas
terik seperti sekarang ini. Rasa dahaga hilang,
manfaat kesehatan pun diperoleh. Kandungan seratnya
cincau cukup tinggi.

Penelitian Prof. Dr. Sardjito dkk dari Yogyakarta
berhasil membuktikan bahwa penyakit darah tinggi bisa
dikendalikan dengan cincau. Ada empat jenis cincau
yang dikenal masyarakat, yaitu cincau hijau, cincau
hitam , cincau minyak dan cincau perdu.

Bentuk fisik keempat tanaman itu amat berbeda satu
sama lain. Namun masyarakat Indonesia amat menggemari
jenis cincau hijau. Ini karena daun cincau hijau
bersifat tipis dan lemas sehingga lebih mudah diremas
untuk dijadikan gelatine atau agar-agar. Aroma cincau
ini pun tidak langu.

Tanaman dari Asia Tenggara ini punya nama latin Cyclea
barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan
(Menispermaceae). Batang tanaman yang disebut orang
Sunda tarawulu, trewulu, camcauh ini berdiameter
sekitar 1 cm dan merambat ke arah kanan pada pohon
inang dengan panjang 5 sampai 16 meter.

Bentuk daun tanaman ini berbentuk perisai dan berwarna
hijau. Pangkal daun berlekuk, tengah melebar dan
ujungnya meruncing dengan panjang antara 5 sampai 16
sentimeter. Tepi daun berombak dan permukaan bawah
daun berbulu halus. Sedangkan permukaan atas daun
berbulu jarang dan terasa kasar bila dipegang.

Tanaman cincau sering ditemukan tumbuh sebagai tanaman
liar, tetapi ada juga yang sengaja dibudidayakan di
pekarangan rumah. Tumbuhan ini berkembang subur di
dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 800
meter di atas permukaan laut. Tanah yang gembur dengan
kadar keasaman 5,5 sampai 6,5 dan lingkungan teduh,
lembab dan berair tanah dangkal adalah tempat tumbuh
yang subur bagi tanaman ini.

Cara pengembangbiakan tanaman rambat ini bisa
dilakukan dengan cara generatif yaitu dengan biji,
bisa pula dengan cara vegetatif yaitu dengan stek
batang, perundukan, tunas akar. Kelemahan
perkembangbiakan dengan biji adalah dibutuhkan waktu
sekitar 3 bulan untuk memperoleh bibit. Kelemahan cara
vegetatif adalah merusak batang, cabang, ranting atau
akar tanaman. Kerusakan bagian-bagian itu bisa
mempengaruhi produksi daun cincau.

Daun cincau yang dapat dipanen adalah daun yang tidak
tua tapi tidak terlalu muda. Pemetikan tanaman itu
harus melihat kondisi tanaman bersangkutan. Bila
tanaman cincau itu rimbun dan subur, dedaunnya boleh
dipanen banyak. Namun bila tanaman itu tampak kurus
dan tidak sehat maka pemetikan itu hanya akan merusak
tanaman itu sendiri.

Dua Kali Sehari
Daun cincau hijau telah diteliti mengandung
karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak.
Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam
daun cincau hijau.

Kandungan-kandungan ini memungkinkan cincau hijau
dimanfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di
samping digunakan sebagai minuman penyegar. Penyakit
radang lambung, demam dan tekanan darah tinggi bisa
dicoba disembuhkan dengan gel cincau hijau.

Akar tanaman cincau hijau juga sering digunakan untuk
mengobati penyakit demam dan sakit perut. Ini karena
akar tersebut mengandung pati, lemak dan alkaloid
cycleine yang rasanya pahit. Pengambilan akar tanaman
ini harus mempertimbangkan umur tanaman. Sebaiknya
akar diambil dari tanaman yang sudah berumur lebih
dari 5 tahun dan perakarannya sudah cukup luas. Ini
ditujukan agar tanaman tidak mati karena diambil
akarnya.

Penelitian khasiat cincau untuk mengobati penyakit
tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966
oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang
Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta. Pada penelitian itu pasien diberi
daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan
150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu
diberikan kepada pasien untuk diminum dua kali sehari.

Uji coba itu dilakukan kepada pasien tekanan darah
tinggi dengan usia di atas 40 tahun. Hasilnya pasien
mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan.
Seorang pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya
mencapai 215mm/120mm mengalami penurunan tekanan darah
menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah
mengkonsumsi cincau. Keluhan pusing, sering lelah dan
jalan sempoyongan hilang dan berat badan turun.

Selain itu kandungan serat di dalam cincau juga
tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi
Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan
terdapat 6,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar
dalam gel cincau. Ini berarti bila cincau dikonsumsi
bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa
memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar
30 gram sehingga bisa membantu memerangi penyakit
degeneratif seperti jantung koroner.

Sementara itu kalori yang terkandung di dalamnya
adalah 122 kalori dan protein sebesar 6 gram. Karena
kandungan seratnya yang tinggi dan kalorinya yang
rendah, maka mantan peragawati kondang Okky Asokawati
mengkonsumsi satu gelas cincau di malam hari. Manfaat
seratnya yang tinggi ini sangat dirasakannya. Badan
menjadi sehat dan urusan ke belakang setiap hari
menjadi lancar. @ Diyah Triarsari

Aneka Manfaat Lain

Panas Perut, Tekanan Darah Tinggi. Sediakan 20 helai
daun cincau hijau lalu dicuci bersih. Remas-remas lalu
beri 1 gelas air minum dingin lalu saring dengan kain.
Tambahkan jeruk nipis sesuai selera. Biarkan di tempat
dingin sampai menjadi agar-agar. Taruh di dalam gelas
dan beri madu, atau sirup atau gula aren cair yang
sudah dimasak dengan pandan lali diminum.
Disentri. Buat ramuan seperti telah disebutkan pada
nomor satu. Minum selama seminggu berturut-turut.
Sariawan. Lakukan dengan ramuan seperti yang telah
disebutkan pada nomor satu selama 5 - 7 hari
berturut-turut.
Bisul. Sediakan daun cincau hijau secukupnya. Cuci
bersih kemudian dilumatkan dan ditempelkan ke bagian
yang bernanah. Ini berkhasiat untuk mengeluarkan
nanahnya.
Demam. Ambil rimpang tanaman cincau, cuci bersih
kemudian diiris halus. Rebus dengan air secukupnya.
Minum ramuan tersebut setelah matang. Bisa juga
rimpang tersebut diseduh dengan air panas secukupnya
kemudian diminum

Belimbing Wuluh

Sinonim :

Familia :
Oxalidaceae

Nama Lokal :
Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo),; Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),; balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu),; Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),; Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).; Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores),; Libi (Sawu), belerang (Sangi).;


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk, sariawan (stomatitis), perut sakit, gondongan (parotitis),; Rematik, batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang; Jerawat, panu, tekanan darah tinggi (hipertensi), kelumpuhan,; Memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum.;

Pemanfaatan :


Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.

Berbagai manfaat buah apel

Konsumsi 1 buah Apel per hari ternyata dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan radikal-radikal bebas.
Menurut penelitian, buah Apel mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kadar acetylcholine, neurotransmitter yang penting untuk ingatan yang cenderung menurun sejalan dengan pertambahan usia. Apel juga mengandung quercetin, sejenis flavonoid yang melindungi sel-sel otak dari kerusakan radikal bebas.
Dalam penelitian lain disebutkan kulit apel juga mempunyai banyak khasiat. Dalam sebuah uji coba lab, lebih dari 12 zat kimia di dalam kulit apel menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara, liver, dan colon(kanker usus besar).

Kalium dan stroke
Kandungan zat gizi yang menonjol pada apel adalah kalium, khususnya pada apel merah, serta pektin dan selulosa. Kalium merupakan mineral yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah.
Penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Universitas California di San Diego, Amerika Serikat, menunjukkan, satu porsi buah yang banyak mengandung kalium dalam sehari, mampu menurunkan risiko terkena stroke (serangan otak) hingga 40%.
Riset tersebut diterapkan pada sekira 800 pria dan wanita yang berumur 50 tahun keatas, yaitu usia risiko tinggi untuk terkena serangan otak. Ternyata, konsumsi kalium konsentrasi tinggi lewat makanan bisa mengurangi tekanan darah, sehingga peluang terjadinya stroke menurun.
Apel terutama yang berwarna merah, tergolong memiliki kandungan kalium cukup tinggi kalium. Setiap 100 gram bagian apel merah yang dapat dimakan terdapat kandungan sekira 203 mg kalium.
Memang masih lebih rendah bila dibandingkan dengan kalium yang ada di dalam pisang (435 mg), alpukat (278 mg), duku (232 mg) dan pepaya (221 mg). Akan tetapi masih lebih tinggi dibandingkan kandungan kalium pada sawo manila (181 mg), jeruk (162 mg), belimbing (130 mg), nenas (125 mg) dan anggur (111 mg). Karenanya, apel dianggap salah satu buah yang potensial dalam menurunkan risiko serangan otak.
Dietary fiber
Apel mengandung serat dalam jumlah banyak. Selulosa, adalah serat yang tidak larut (dalam air) yang berada pada kulit apel. Sedangkan, pektin adalah tipe serat larut yang banyak dijumpai pada daging buah apel.
Serat tak larut, khususnya selulosa selain beberapa hemiselulosa dan lignin, dapat mempercepat perjalanan sisa makanan melintasi saluran percerna. Sementara serat larut dapat menimbulkan efek sebaliknya, memperlambat 'lalu lintas' sisa makanan.
Kedua bentuk serat ini sebenarnya sama-sama memunyai kekuatan mencuci perut. Kedua jenis serat dapat menyerap air dan membuat tinja lebih besar. Maka, jangan heran jika penderita konstipasi (sulit buang air besar), konsumsi apel utuh alias beserta kulitnya sangat dianjurkan.
Pengontrol kolesterol
Serat larut, yaitu pektin dan gum, membentuk gel dalam usus. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan sisa makanan untuk bergerak dari mulut anus jadi lebih lama. Hal ini membuat orang yang bersangkutan akan merasa kenyang lebih lama. Itu sebabnya, bagi yang sedang menjalani program melangsingkan tubuh, apel dapat dijadikan sebagai penggati makanan energi, seperti kue yang berlemak atau manis.
Selain itu, serat larut mampu mengikat berbagai zat, termasuk kolesterol, dan mengurangi penyerapannya dari saluran usus. Bentuk serat ini dapat menurunkan tingkat kolesterol darah.
Hasil penelitian memperlihatkan, pektin apel dapat mengurangi kandungan kolesterol LDL sebanyak 10%. Kolesterol LDL merupakan penyebab penyakit jantung dan stroke. Selain menurunkan LDL, apel tidak mengurangi kolesterol HDL atau kolesterol 'baik'. Sehingga apel diperkirakan mampu memperkecil risiko penyakit jantung hingga 20%.
Serat larut pun ternyata mampu memperlambat masuknya glukosa dari pencernaan karbohidrat ke aliran darah. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengontrol penyakit kencing manisKulit Apel Mengekang Sel Kanker
(Dreamstime)
Beberapa waktu lalu peneliti dari Universitas Cambridge, Amerika Serikat, mendapati, bahwa makan kulit buah apel dapat membantu mencegah penyakit kanker.
Peneliti mengadakan penelitian dan menganalisa sejumlah kulit buah apel merah, dan hasilnya ditemukan 12 jenis senyawa Mixed Triterpene System, diantaranya terdapat 3 jenis adalah hasil temuan baru. Mereka memisahkan setiap jenis senyawa mixed triterpene, kemudian secara terpisah menggunakan mereka (senyawa mixed triterpene) melawan sel kanker. Dan hasilnya ditemukan, setiap jenis senyawa mixed triterpene dapat berperan efektif mengekang pertumbuhan atau membunuh sel kanker, namun hasil pengekangannya tidak sama terhadap sel kanker yang berbeda.
Peneliti terkait menuturkan, dari pusat penelitian tikus percobaan dapat diketahui, bahwa kulit apel mengandung multi materi yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, di antaranya termasuk sel kanker hati, sel kanker usus besar dan sel kanker payudara. Mengonsumsi buah apel dapat membantu mencegah penyakit, namun sebenarnya yang menghasilkan efek yang sesungguhnya adalah kulit apel, khususnya senyawa triterpene system yang banyak terkandung dalam kulit buah apel.

Putri Malu untuk Sulit tidur, Neurasthenia, Radang mata akut, Radang lambung, Batu saluran kencing, Rematik, Batuk berdahak, Malaria

Pdpersi, Jakarta - Putri malu tumbuh liar ditepi
jalan, lapangan terlantar, dan tempat-tempat terbuka
yang terkena sinar matahari. Tumbuhan asli Amerika
tropis ini dapat ditemukan pada ketinggian 1-1200
mdpl.

Terna, cepat berkembang biak, tumbuh memanjat atau
berbaring, tinggi 0,3-1,5 m. Batang bulat, berambut
dan berduri tempel. Daun berupa daun majemuk menyirip
genap ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun setiap
sirip 5-26 pasang. Helaian anak daun berbentuk
memanjang sampai lanset, ujung runsing, pangkal
membundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin,
panjang 6-19 mm, lebar 1-3 mm, berwarna hijau, umumnya
tepi daun berwarna ungu, jika daun tersentuh akan
melipt diri (mengkerut). Bunga bula, berbentuk seperti
bola, bertangkai dan berwrna ungu. Buah berbentuk
polong, pipih, berbentuk garis. Biji bulat dan pipih.
Dahulu putri malu dijual dengan nama buntu silit dan
daun pis kucing. Biasanya daun tumbuhan ini diletakkan
di bawah bantal anak supaya cepat tidur. Putri malu
dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat
Rasanya manis, sifatnya agak dingin, astringen. Herba
putri malu berkhasiat sebagai penenang
(transquillizer), peluruh dahak (ekspektorant),
peluruh kencing (diuretik), obat batuk (antitusif),
pereda demam (antipiretik) dan anti radang.

Kandungan Kimia
Tanin, mimosin dan asam pipekolinat

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah herba dan akar dalam
bentuk segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi
Herba digunakan untuk pengobatan:
Sulit tidur
Neurasthenia
Radang mata akut (konjungtivitis akut)
Radang lambung (gantritis), radang usus (enteritis)
Batu saluran kencing
Panas tinggi pada anak
Cacingan (ascariasis)
Akar digunakan untuk pengobatan :
Rematik
Radang saluran napas (bronkitis), asma
Batuk berdahak
Malaria
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 15-30g herba segar,
lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus,
lalu bubuhkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti
luka, radang kulit bernanah (piodermi), bengkak
terpukul (memar), buah zakar bengkak dan cacar ular
(herpes zoster)
Sulit tidur
Cuci 30g herba putri malu segar, lalu rebus dalam 3
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin,
saring dan air saringannya diminum sebelum tidur
Sediakan bahan segar heba putri malu dan sawi langit
(masing-masing 15g) dan 30g calincing segar (oxalis
corniculata L.). Cuci bahan-bahan lalu rebus dalam 3
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin
saring dan air saringannya diminum sebelum tidur.
Cacingan (ascariasis)
Cuci 15-30g herba putri malu, alu rebus dengan 3 gelas
air samapi tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan
air saringannya diminum malam ahri sebelum tidur
Batu saluran kencing
Cuci 20g herba putri malu segar, lalu rebus dalam 2
gelas air samapi tersisa separonya. Setelah dingin,
saring dan air saringannta diminum sekaligus.
Sebaiknya ramuan ini diminum pada malam hari.
Bronkitis kronis
Sediakan herba segar putri malu dan pegagan
(masing-masing 30g) lalu cuci sampai bersih. Tambahkan
3 gelas air, lalu rebus sampai tersisa separonya.
Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum
sehari 3 kali masing-masing 1/2 gelas.
Cuci 60g putri malu segar, lalu potong-potong
seperlunya. rebus dalam 3 gelas air dengan api kecil
sampai tersisa 1 gelas. Stelah dingin saring dan air
saringannya diminum untuk 2 kali minum, pagi dan sore
hari. Rauan ini diminum untuk 10 hari
Batuk berdahak
Cuci 10-15g akar putri malu segar sampai bersih, lau
potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air, lalu
rebus sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring
dan iar saringannya diminum sehari 3 kali,
masing-masing 1/2 gelas.
Rematik
Cuci 15g akar putri malu segar, alu potong-potong
seperlunya. Tambahkan 500cc arak putih, lalu biarkan
terendam selama 2 minggu. Gunakan arak putri malu ini
untuk mengompres bagian sendi yang sakit
Efek farmakologis
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengaruh
ekstrak daun putri malu terhadap kandung kemih tikus
putih jantan yang diinduksi sapat memberikan efek
untuk menghancurkan batu kandung kemih, pada
konsentrasi 25% b/v dan 50% b/v, sedangkan pada
konsentrasi 10% b/v, 25% b/v dan 50% b/v menunjukkan
efek diuresis (Metri Waldi, Jurusan Farmasi FMIPA
UNAND, 1991)

Catatan
Penggunaan akar putri malu dalam dosis tinggi dapat
mengakibatkan keracunan dan muntah-muntah
Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini
karena dapat menyebabkan kematian pada janin
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty