Ekstrak Daun Jambu Biji Sembuhkan Demam Berdarah
(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0403/11/humaniora/906798.htm)
DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).
Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma'at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.
Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai saat ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.
Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang menggunakan hewan model mencit dengan pemberian oral ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik.
Hambat virus dengue
Daun jambu biji memang mengandung berbagai macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak setelah dilakukan penelitian lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji dapat digunakan sebagai obat anti virus dengue.
Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak.
"Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba," kata Suprapto.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti, misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.
Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini adalah pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui mekanisme kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap aktivitas sistem komplemen dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan mekanisme penurunan permeabilitas pembuluh darah.
Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.
Badan POM dalam waktu dekat juga akan melakukan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang sekarang ini ada. Sampurno optimis karena daun jambu biji bahan bakunya sangat mudah diperoleh dan proses teknologinya sederhana.
Menghilangkan Batu Empedu Secara alami
"Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama" kata Dr.Chiu-Nan.
"Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal."
Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan. Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam.
Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat.
Jam 8 malam lakukan hal yangsama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.
Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.
Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr. Chiu-Nan. "Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu
Netralkan Gula Darah Dengan Lidah Buaya
Kombinasi Jahe dan Mengkudu anti TBC
Tuberkulosis merupakan penyakit yang mudah menular melalui pernapasan dan pengobatannya memerlukan waktu yang lama, sekurang-kurangnya enam bulan. Seringkali pasien bosan makan obat, sehingga tidak sembuh atau bahkan penyakitnya bertambah parah karena perkembangan resistensi mikroba. Oleh karena itu perlu dicari bahan alam yang dapat membunuh Mycobacterium tuberculosis terutama yang resisten terhadap berbagai obat standar (MDR).
Penelitian diawali dengan pemilihan pertumbuhan yang telah digunakan masyarakat untuk batuk berdarah dan muntah darah yang diduga dapat digunakan untuk penyakit TB. Seleksi tumbuhan yang potensial dilaksanakan dengan cara melakukan uji aktivitasnya terhadap Mycobacterium tuberculosis. Untuk mengetahui keamanannya dilakukan uji toksisitas akut pada mencit dan uji toksisitas subkronis pada tikus seperti uji teratogenik pada tikus. Standardisasi dilakukan terhadap ekstrak jahe dan ekstra mengkudu sebelum dibuat sediaan kapsul. Selanjutnya kapsul digunakan untuk uji klinis pada pasien tuberkulosis.
Tumbuhan yang diteliti terhadap Mycobacterium tuberculosis adalah buah mengkudu, rimpang jahe gajah, bunga kembang sepatu, rimpang kunyit, rimpang temu putih, biji selasih, bawang putih, bawang merah dan lidah buaya. Setelah diuji secara in vitro, jahe gajah dan mengkudu menempati aktivitas anti Mycobacterium tuberculosis pada urutan teratas dibandingkan dengan tumbuhan lain.
Mengingat jahe memiliki tiga varietas, ketiga varietas tersebut yaitu jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah diuji terhadap Mycobacterium tuberculosis sehingga dapat diketahui varietas mana yang memberikan aktivitas paling kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe merah memiliki aktivitas paling kuat terhadap galur Mycobacterium yang resisten. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap ekstrak rimpang jahe merah dan ekstrak buah mengkudu serta kombinasinya.
Hasil penelitian secara in vitro menunjukkan ekstra jahe merah dan buah mengkudu serta kombinasinya menghambat Mycobacterium tuberculosis H37Rv (sensitif) dan galur yang resisten (Mt 552 dan Mt 223). Kombinasi ekstrak etanol rimpang jahe merah dan ekstrak etanol buah mengkudu telah diketahui menghasilkan efek yang aditif, penurunan konsentrasi masing-masing ekstra hingga setengahnya dalam kombinasi menunjukkan aktivitas yang sebanding dengan ekstra tunggalnya. Ekstrak jahe dan ekstrak mengkudu menunjukkan aktivitas pad 5-20 mg/ml untuk berbagai galur Mycobacterium.
Hasil uji toksisitas akut pada mencit menunjukkan dosis letal 50 (LD50) ekstra jahe merah, ekstra mengkudu dan kombinasinya lebih besar dari 5.000 mg/kg bb, sehingga dapat dinyatakan aman dan dapat diteruskan ke uji toksisitas subkronis.
Pemberian selama 90 hari kombinasi ekstra jahe merah dan mengkudu pada tikus sampai dosis 1.000 mg/kg bb tidak menunjukkan gejala klinis dan gangguan perilaku sebanding dengan kelompok kontrol. Pemberian kombinasi ekstra jahe merah dan mengkudu dapat meningkatkan bobot badan tikus jantan bermakna terhadap kontrol (p<0,05).>
Hasil uji teratogenik pada tikus menunjukkan kombinasi jahe-mengkudu masing-masing dosis 1.000 mg/kg bobot badan tidak berpengaruh pada rangka, organ tubuh termasuk otak, tetapi warna hati janin lebih gelap dibandingkan kelompok kontrol yang dikhawatirkan hepatotoksik pada janin.
Selanjutnya dibuat sediaan kapsul ekstrak jahe merah dan kapsul ekstra buah mengkudu yang masing-masing mengandung 250 mg ekstrak. Pada uji klinik kapsul ekstra jahe dan kapsul ekstrak kmengkudu digunakan sebagai terapi tambahan terhadap obat antituberkulosis standar.
Hasil uji klinis pada pasien tuberkulosis menunjukkan kombinasi ekstra rimpang jahe merah dan ekstrak buah mengkudu dapat mempercepat konversi basil tahan asam (BTA) positip ke BTA negatip pada dua bulan pengobatan (fase intensif), memperbaiki kualitas hidup/keadaan umum pasien. Hasil uji setelah dua bulan dan enam bulan penggunaan kapsul tidak mempengaruhi fungsi ginjal (kreatinin), hati (SGPT, SGOT) dan tidak mempengaruhi glukosa, kolesterol, trigliserida, urea serta profil darah (darah merah, darah putih, hemoglobil, angka hematokrit).
Secara umum sediaan fitofarmaka kapsul jahe dan kapul mengkudu dapat mempercepat kesembuhan pasien tuberkulosis dan relatif aman tetapi tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Dengan demikian, kedua sediaan fitofarmaka tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu pemberantasan penyakit tuberkulosis. Kombinasi jahe-mengkudu sebagai antituberkulosis ini sudah didaftarkan ke Direktorat Paten, Ditjen HKI, Departemen Kehakiman dan HAM RI dan mendapat nomor P00200600332, Juni 2006
Murbei Babat Hepatitis, Hiper Tensi, kolesterol Tinggi
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor resiko dan sebaiknya diberikan perawatan.
Gejala
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
sakit kepala
kelelahan
mual
muntah
sesak nafas
gelisah
pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.
Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
penderita hipertensi untuk mengontrol tekanan darahnya biasanya minum obat kimia penurun hipertensi.obat kimia memang dapat menurunkan tekanan darah secara cepat tapi dalam jangka waktu yang lama akan sama seperti racun bagi tubuh .untuk hipertensi lebih baik memakai obat herbal seperti bawang putih,seladri dan lainnya namun karena rasa bawang putih sangat tdk enak dan juga dapat berakibat buruk bagi tubuh jika kebanyakan (lebih dari 5 siung) begitu juga seladri dapat menurunkan tek darah secara drastis sehingga cukup berbahaya jika dosis terlalu banyak saya kenalkan buah murbei yang sekarang makin sedikit
Sinonim :
= M. australis, Poir. = M. atropurpurea, Roxb. = M. constantinopalita, Poir. = M. indica, Linn. = M. rubra, Lour.
Familia :
Moraceae
Penyakit Yang Dapat Diobati :
- Demam
- flu
- malaria
- batuk
- rematik
- darah tinggi (hipertensi)
- Kencing manis (diabetes melitus)
- kaki gajah (elephantiasis)
- Radang mata merah (conjunctivitis acute)
- memperbanyak ASI
- Keringat malam
- muntah darah
- batuk darah
- batuk berdahak
- Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia)
- tidak datang haid
- Gangguan saluran cerna
- sesan napas (asma)
- cacingan
- Muka bengkak (edema)
- sukar kencing (disuria)
- neurastenia
- Jantung berdebar (palpitasi)
- rasa haus dan mulut kering
- Sukar tidur (insomnia)
- telinga berdenging (tinnitus)
- sembelit
- Tuli
- vertigo
- hepatitis
- kurang darah (anemia)
- rambut beruban
- Sakit kepala
- s.tenggorokan
- s.gigi
- s.kulit
- s.pinggang (lumbago)
- Menyuburkan pertumbuhan rambut
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Daun, ranting, buah, dan kulit akar dapat digunakan sebagai obat. Untuk penyimpanan, buah dikukus baru dijemur, ranting dipotong tipis lalu dijemur, dan kulit akar dicuci bersih lalu dipotong-potong tipis kemudian dijemur sampai kering.
INDIKSI :
Daun (Sang ye) berkhasiat untuk:
- demam karena flu, malaria,
- batuk,
- sakit kepala, sakit tenggorok, sakit gigi, rematik,
- darah tinggi (hipertensi),
- kencing manis (diabetes mellitus),
- kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah),
- sakit kulit bisul,
- radang mata merah (conjunctivitis acute),
- memperbanyak air susu ibu (ASI),
- keringat malam,
- muntah darah dan batuk darah akibat darah panas,
- kolesterol tinggi (hiperkolesierolemia), dan
- gangguan pada saluran cerna.
Kulit akar (Sang bai pi) berkhasiat untuk:
- sakit gigi,
- tidak datang haid,
- batuk berdahak, sesak napas (asma),
- muka bengkak (ederna),
- kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan
- cacingan.
Buah (Sang shen) berkhasiat untuk:
- tekanan darah tinggi (hipertensi),
- jantung berdebar (palpitasi),
- kencing manis (diabetes mellitus), rasa haus dan mulut kering,
- sukar tidur (insomnia),
- batuk berdahak,
- pendengaran berkurang dan penglihatan kabur,
- telinga berdenging (tinnitus), tuli, tujuh keliling (vertigo),
- hepatitis kronis,
- sembelit pada orang tua,
- kurang darah (anemia), neurastenia,
- sakit otot dan persendian, sakit tenggorok, serta
- rambut beruban.sebelum waktunya.
Ranting (Sang zhi) berkhasiat untuk:
- rematik,
- tangan dan kaki terasa baal dan sakit,
- sakit pinggang (lumbago),
- keram pada tangan dan kaki,
- tekanan darah tinggi, serta menyuburkan pertumbuhan rambut.
Cara Pemakaian
Untuk diminurn, pilih salah satu bagian yang disukai. Bila kulit akar Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, 10 - 15 g; ranting 15 - 30 g; sedang daun dosisnya 5 - 10 g sekali rebus, dapat juga menggunakan dosis maksimal 20 - 40 g. Untuk buah dosisnya 10 - 15 g, direbus, alu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, kemudian diturapkan ke tempat yang sakit seperti luka, digigit ular, dan serangga, atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. Tekanan darah tinggi, kaki bengkak :
Daun murbei segar sebanyak 15 g dicuci bersih kemudian direbus
dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu
dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.
2. Memperbanyak kcluamya air susu ibu (ASI) :
Daun murbei muda dimasak sebagai sayur, lalu dimakan bersama
nasi.
3. Kencing nanah Kulit :
Akar murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.
4. Bisul, radang kulit :
Daun murbei segar sebanyak 1 genggam dicuci lalu direbus dengan
2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum
sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah
sehingga dapat diminum secara teratur.
5. Luka, borok :
Daun murbei segar setelah dicuci bersih lalu dioleskan minyak
kelapa. Layukan di atas api lalu diremas-remas dengan jari tangan
sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian dipakai untuk menutup
luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan
akar tren guli.
6. Digigit ular
Daun murbei segar sebanyak 20 g dicuci lalu digiling halus.
Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu disaring dan diperas. Air
yang terkumpul lalu diminum sekaligus.
7. Berkeringat malam
Daun murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6 - 9 g, direbus
dengan air beras sampai mendidih. Setelah dingin lalu diminum.
8. Rematik, tangan dan kaki baal dan sakit :
Ranting murbei kering sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas air
bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari
2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
9. Hepatitis kronis, kurang darah, tekanan darah tinggi :
Buah murbei segar sebanyak 10 g ditambah air masak 1 gelas, lalu
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati.
KANDUNGAN KIMIA :
Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C. dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. B uahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C).
Kulit batang mengandung (1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside. (2) Flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin. (3) Coumarins: umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol.
Biji: urease. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : Eedysterone berkhasiat hipoglikemik.
Obat Diabetes Bisa Picu Osteoporosis
penderitanya terancam penyakit osteoporosis. Hal ini
disebabkan Avandia, obat yang dikonsumsi oleh jutaan
pasien diabetes, yang diduga memiliki kontribusi atas
hilangnya massa pada tulang. Hasil ini diungkapkan
setelah sebuah studi di Amerika Serika melakukannya
pada tikus. Melihat efek negatif yang terjadi pada tulang tikus,
para pakar mencemaskan pemakaian dari Avandia
(rosiglitazone) dapat mempercepat prosess osteoporosis
(tulang keropos). Osteoporosis adalah penyakit yang dicirikan rendahnya
massa tulang dan kemunduran struktural jaringan tulang
, yang menyebabkan kerapuhan tulang dan meningkatkan
risiko patah tulang. Dalam penelitin baru tersebut, kemungkinan pemakaian
obat berbahan aktif rosiglitazone itu dalam jangka
waktu lama akan memicu osteoporosis. Tentu, penemuan
ini sedikit membuat pusing penderita diabetes. Mereka
menggunakan Avandia untuk memperbaiki respon tubuhnya
terhadap insulin. "Hasil studi kami menunjukkan bahwa pemakaian lama
rosiglitazone dalam pengobatan diabetes jenis dua akan
menyebabkan osteoporosis", kata peneliti senior, Ron
Evans, yang penelitiannya diterbitkan dalam Nature
Medicine 2 Desember. Evans yang juga merupakan seorang profesor di Fakultas
Biologi Institut Salk, La Jolla, California,
menjelaskan hal itu disebabkan Avandia yang merupakan
obat yang efektif mengontrtol gula dan membantu tubuh
yang sensitif menyimpan insulin. "Sekali pun begitu,
kami tidak merekomendasikan penderita diabetes
berhenti memakai Avandia. Tetapi, sebaiknya mereka
mengkombinasikan dengan obat pencegah osteoporosis, "
terang Evans. Ditambahkan Profesor Paul Brandt, jika seorang
penderita diabetes telah memiliki risiko osteoporosis
sejak awal, sebaiknya mempertimbangkan obat
anti-diabetes alternatif lainnya. "Banyak kok obat
diabaetes alternatif selain Avandia," kata Brandt. Selain itu, Brandt juga menyarankan pasien diabetes
yang telanjur mengkonsumsi Avandia, sudah seharusnya
juga memakan obat anti-osteoporosis seperti
bisphosphonates, raloxifene, vitamin D dan kalsium. Untuk diketahui, awal tahun ini Avandia dan empat obat
diabets lainnya telah dimasukkan ke dalam 'kotak
hitam' Badan Obat dan Makanan AS (FDA). Obat-obatan
tersebut disinyalir bisa meningkatkan risiko gagal
jantung . Kotak hitam adalah tingkat peringatan paling
keras pada FDA...............*Rakyat Merdeka, 4 Des 2007*
Cincau Hijau Kendalikan Tekanan Darah TInggi
terik seperti sekarang ini. Rasa dahaga hilang,
manfaat kesehatan pun diperoleh. Kandungan seratnya
cincau cukup tinggi. Penelitian Prof. Dr. Sardjito dkk dari Yogyakarta
berhasil membuktikan bahwa penyakit darah tinggi bisa
dikendalikan dengan cincau. Ada empat jenis cincau
yang dikenal masyarakat, yaitu cincau hijau, cincau
hitam , cincau minyak dan cincau perdu. Bentuk fisik keempat tanaman itu amat berbeda satu
sama lain. Namun masyarakat Indonesia amat menggemari
jenis cincau hijau. Ini karena daun cincau hijau
bersifat tipis dan lemas sehingga lebih mudah diremas
untuk dijadikan gelatine atau agar-agar. Aroma cincau
ini pun tidak langu.
Tanaman dari Asia Tenggara ini punya nama latin Cyclea
barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan
(Menispermaceae). Batang tanaman yang disebut orang
Sunda tarawulu, trewulu, camcauh ini berdiameter
sekitar 1 cm dan merambat ke arah kanan pada pohon
inang dengan panjang 5 sampai 16 meter. Bentuk daun tanaman ini berbentuk perisai dan berwarna
hijau. Pangkal daun berlekuk, tengah melebar dan
ujungnya meruncing dengan panjang antara 5 sampai 16
sentimeter. Tepi daun berombak dan permukaan bawah
daun berbulu halus. Sedangkan permukaan atas daun
berbulu jarang dan terasa kasar bila dipegang. Tanaman cincau sering ditemukan tumbuh sebagai tanaman
liar, tetapi ada juga yang sengaja dibudidayakan di
pekarangan rumah. Tumbuhan ini berkembang subur di
dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 800
meter di atas permukaan laut. Tanah yang gembur dengan
kadar keasaman 5,5 sampai 6,5 dan lingkungan teduh,
lembab dan berair tanah dangkal adalah tempat tumbuh
yang subur bagi tanaman ini.Cara pengembangbiakan tanaman rambat ini bisa
dilakukan dengan cara generatif yaitu dengan biji,
bisa pula dengan cara vegetatif yaitu dengan stek
batang, perundukan, tunas akar. Kelemahan
perkembangbiakan dengan biji adalah dibutuhkan waktu
sekitar 3 bulan untuk memperoleh bibit. Kelemahan cara
vegetatif adalah merusak batang, cabang, ranting atau
akar tanaman. Kerusakan bagian-bagian itu bisa
mempengaruhi produksi daun cincau. Daun cincau yang dapat dipanen adalah daun yang tidak
tua tapi tidak terlalu muda. Pemetikan tanaman itu
harus melihat kondisi tanaman bersangkutan. Bila
tanaman cincau itu rimbun dan subur, dedaunnya boleh
dipanen banyak. Namun bila tanaman itu tampak kurus
dan tidak sehat maka pemetikan itu hanya akan merusak
tanaman itu sendiri.Dua Kali Sehari
Daun cincau hijau telah diteliti mengandung
karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak.
Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam
daun cincau hijau. Kandungan-kandungan ini memungkinkan cincau hijau
dimanfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di
samping digunakan sebagai minuman penyegar. Penyakit
radang lambung, demam dan tekanan darah tinggi bisa
dicoba disembuhkan dengan gel cincau hijau. Akar tanaman cincau hijau juga sering digunakan untuk
mengobati penyakit demam dan sakit perut. Ini karena
akar tersebut mengandung pati, lemak dan alkaloid
cycleine yang rasanya pahit. Pengambilan akar tanaman
ini harus mempertimbangkan umur tanaman. Sebaiknya
akar diambil dari tanaman yang sudah berumur lebih
dari 5 tahun dan perakarannya sudah cukup luas. Ini
ditujukan agar tanaman tidak mati karena diambil
akarnya.Penelitian khasiat cincau untuk mengobati penyakit
tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966
oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang
Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta. Pada penelitian itu pasien diberi
daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan
150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu
diberikan kepada pasien untuk diminum dua kali sehari.Uji coba itu dilakukan kepada pasien tekanan darah
tinggi dengan usia di atas 40 tahun. Hasilnya pasien
mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan.
Seorang pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya
mencapai 215mm/120mm mengalami penurunan tekanan darah
menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah
mengkonsumsi cincau. Keluhan pusing, sering lelah dan
jalan sempoyongan hilang dan berat badan turun.Selain itu kandungan serat di dalam cincau juga
tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi
Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan
terdapat 6,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar
dalam gel cincau. Ini berarti bila cincau dikonsumsi
bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa
memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar
30 gram sehingga bisa membantu memerangi penyakit
degeneratif seperti jantung koroner. Sementara itu kalori yang terkandung di dalamnya
adalah 122 kalori dan protein sebesar 6 gram. Karena
kandungan seratnya yang tinggi dan kalorinya yang
rendah, maka mantan peragawati kondang Okky Asokawati
mengkonsumsi satu gelas cincau di malam hari. Manfaat
seratnya yang tinggi ini sangat dirasakannya. Badan
menjadi sehat dan urusan ke belakang setiap hari
menjadi lancar. @ Diyah TriarsariAneka Manfaat LainPanas Perut, Tekanan Darah Tinggi. Sediakan 20 helai
daun cincau hijau lalu dicuci bersih. Remas-remas lalu
beri 1 gelas air minum dingin lalu saring dengan kain.
Tambahkan jeruk nipis sesuai selera. Biarkan di tempat
dingin sampai menjadi agar-agar. Taruh di dalam gelas
dan beri madu, atau sirup atau gula aren cair yang
sudah dimasak dengan pandan lali diminum.
Disentri. Buat ramuan seperti telah disebutkan pada
nomor satu. Minum selama seminggu berturut-turut.
Sariawan. Lakukan dengan ramuan seperti yang telah
disebutkan pada nomor satu selama 5 - 7 hari
berturut-turut.
Bisul. Sediakan daun cincau hijau secukupnya. Cuci
bersih kemudian dilumatkan dan ditempelkan ke bagian
yang bernanah. Ini berkhasiat untuk mengeluarkan
nanahnya.
Demam. Ambil rimpang tanaman cincau, cuci bersih
kemudian diiris halus. Rebus dengan air secukupnya.
Minum ramuan tersebut setelah matang. Bisa juga
rimpang tersebut diseduh dengan air panas secukupnya
kemudian diminum
Belimbing Wuluh
Familia :
Oxalidaceae
Nama Lokal :
Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo),; Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),; balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu),; Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),; Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).; Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores),; Libi (Sawu), belerang (Sangi).;
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk, sariawan (stomatitis), perut sakit, gondongan (parotitis),; Rematik, batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang; Jerawat, panu, tekanan darah tinggi (hipertensi), kelumpuhan,; Memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum.;
Pemanfaatan :
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.
Berbagai manfaat buah apel
Menurut penelitian, buah Apel mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kadar acetylcholine, neurotransmitter yang penting untuk ingatan yang cenderung menurun sejalan dengan pertambahan usia. Apel juga mengandung quercetin, sejenis flavonoid yang melindungi sel-sel otak dari kerusakan radikal bebas.
Dalam penelitian lain disebutkan kulit apel juga mempunyai banyak khasiat. Dalam sebuah uji coba lab, lebih dari 12 zat kimia di dalam kulit apel menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara, liver, dan colon(kanker usus besar).
Kandungan zat gizi yang menonjol pada apel adalah kalium, khususnya pada apel merah, serta pektin dan selulosa. Kalium merupakan mineral yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah. Putri Malu untuk Sulit tidur, Neurasthenia, Radang mata akut, Radang lambung, Batu saluran kencing, Rematik, Batuk berdahak, Malaria
Pdpersi, Jakarta - Putri malu tumbuh liar ditepi
jalan, lapangan terlantar, dan tempat-tempat terbuka
yang terkena sinar matahari. Tumbuhan asli Amerika
tropis ini dapat ditemukan pada ketinggian 1-1200
mdpl.
Terna, cepat berkembang biak, tumbuh memanjat atau
berbaring, tinggi 0,3-1,5 m. Batang bulat, berambut
dan berduri tempel. Daun berupa daun majemuk menyirip
genap ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun setiap
sirip 5-26 pasang. Helaian anak daun berbentuk
memanjang sampai lanset, ujung runsing, pangkal
membundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin,
panjang 6-19 mm, lebar 1-3 mm, berwarna hijau, umumnya
tepi daun berwarna ungu, jika daun tersentuh akan
melipt diri (mengkerut). Bunga bula, berbentuk seperti
bola, bertangkai dan berwrna ungu. Buah berbentuk
polong, pipih, berbentuk garis. Biji bulat dan pipih.
Dahulu putri malu dijual dengan nama buntu silit dan
daun pis kucing. Biasanya daun tumbuhan ini diletakkan
di bawah bantal anak supaya cepat tidur. Putri malu
dapat diperbanyak dengan biji.
Sifat dan Khasiat
Rasanya manis, sifatnya agak dingin, astringen. Herba
putri malu berkhasiat sebagai penenang
(transquillizer), peluruh dahak (ekspektorant),
peluruh kencing (diuretik), obat batuk (antitusif),
pereda demam (antipiretik) dan anti radang.
Kandungan Kimia
Tanin, mimosin dan asam pipekolinat
Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah herba dan akar dalam
bentuk segar atau yang telah dikeringkan.
Indikasi
Herba digunakan untuk pengobatan:
Sulit tidur
Neurasthenia
Radang mata akut (konjungtivitis akut)
Radang lambung (gantritis), radang usus (enteritis)
Batu saluran kencing
Panas tinggi pada anak
Cacingan (ascariasis)
Akar digunakan untuk pengobatan :
Rematik
Radang saluran napas (bronkitis), asma
Batuk berdahak
Malaria
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 15-30g herba segar,
lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus,
lalu bubuhkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti
luka, radang kulit bernanah (piodermi), bengkak
terpukul (memar), buah zakar bengkak dan cacar ular
(herpes zoster)
Sulit tidur
Cuci 30g herba putri malu segar, lalu rebus dalam 3
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin,
saring dan air saringannya diminum sebelum tidur
Sediakan bahan segar heba putri malu dan sawi langit
(masing-masing 15g) dan 30g calincing segar (oxalis
corniculata L.). Cuci bahan-bahan lalu rebus dalam 3
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin
saring dan air saringannya diminum sebelum tidur.
Cacingan (ascariasis)
Cuci 15-30g herba putri malu, alu rebus dengan 3 gelas
air samapi tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan
air saringannya diminum malam ahri sebelum tidur
Batu saluran kencing
Cuci 20g herba putri malu segar, lalu rebus dalam 2
gelas air samapi tersisa separonya. Setelah dingin,
saring dan air saringannta diminum sekaligus.
Sebaiknya ramuan ini diminum pada malam hari.
Bronkitis kronis
Sediakan herba segar putri malu dan pegagan
(masing-masing 30g) lalu cuci sampai bersih. Tambahkan
3 gelas air, lalu rebus sampai tersisa separonya.
Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum
sehari 3 kali masing-masing 1/2 gelas.
Cuci 60g putri malu segar, lalu potong-potong
seperlunya. rebus dalam 3 gelas air dengan api kecil
sampai tersisa 1 gelas. Stelah dingin saring dan air
saringannya diminum untuk 2 kali minum, pagi dan sore
hari. Rauan ini diminum untuk 10 hari
Batuk berdahak
Cuci 10-15g akar putri malu segar sampai bersih, lau
potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air, lalu
rebus sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring
dan iar saringannya diminum sehari 3 kali,
masing-masing 1/2 gelas.
Rematik
Cuci 15g akar putri malu segar, alu potong-potong
seperlunya. Tambahkan 500cc arak putih, lalu biarkan
terendam selama 2 minggu. Gunakan arak putri malu ini
untuk mengompres bagian sendi yang sakit
Efek farmakologis
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengaruh
ekstrak daun putri malu terhadap kandung kemih tikus
putih jantan yang diinduksi sapat memberikan efek
untuk menghancurkan batu kandung kemih, pada
konsentrasi 25% b/v dan 50% b/v, sedangkan pada
konsentrasi 10% b/v, 25% b/v dan 50% b/v menunjukkan
efek diuresis (Metri Waldi, Jurusan Farmasi FMIPA
UNAND, 1991)
Catatan
Penggunaan akar putri malu dalam dosis tinggi dapat
mengakibatkan keracunan dan muntah-muntah
Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini
karena dapat menyebabkan kematian pada janin
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty
Jauhkan Tekanan Darah Tinggi Dengan Sambung Nyawa
tanaman bernama Latin Gynura procumbens Back ini
disebut sambung nyawa. Mungkin karena manfaatnya dalam
meredam beragam penyakit, sehingga membuat umur
panjang.
Yang pasti, sampai sekarang sambung nyawa terus
dimanfaatkan sebagai pereda beragam penyakit. Industri
nasional telah lama meliriknya untuk dijadikan ekstrak
atau bahan dasar beragam ramuan dalam kemasan.
Kenyataan ini sebenarnya bermula dari pengakuan yang
banyak muncul di tengah masyarakat. Sudah sejak zaman
dulu orang memanfaatkan sambung nyawa untuk beragam
keluhan, dari mulai maag, kolesterol tinggi, hingga
hipertensi.
Seperti diungkapkan Laksmi. Perempuan yang tinggal di
bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini biasa
mengonsumsi daun sambung nyawa sebagai lalapan.
Seperti sayuran lain, menurutnya, daun sambung nyawa
enak dijadikan urap atau lalapan. "Ambil daun sambung
nyawa secukupnya, lalu cuci bersih. Bisa langsung
dimakan seperti kenikir dalam pecel," tuturnya. Resep
itu terbukti efektif untuk meredakan maagnya jika
kambuh.
Dingin Netral
Pengalaman lain diungkapkan Indra. Karyawan perusahaan
swasta ini pernah merasakan khasiat daun sambung nyawa
gara-gara disengat lebah. Ia membalurkan tumbukan daun
sambung nyawa ke bagian lengan yang tersengat.
Hasilnya, ia tidak merasakan sakit di bagian yang
tersengat dan tak timbul bengkak.
Apa yang dituturkan Indra cukup masuk akal karena
sifat alami herba ini adalah dingin dan netral.
Tanaman ini memiliki kandungan antara lain alkoloid,
saponin, flavonoid, dan tannin. Khasiatnya
antineoplastik dan sebagai penurun tekanan darah.
Sebagai penurun tekanan darah, sambung nyawa tak hanya
diakui secara empiris seperti diungkapkan Nandar warga
Jatinegara, Jakarta Timur.
Menurutnya, tak perlu meramu, cukup dengan
mengonsumsinya sebagai lalapan, sambung nyawa dapat
dijadikan alternatif untuk menekan risiko darah
tinggi. "Ambil daun segar sambung nyawa secukupnya.
Setelah dicuci bersih dapat langsung dikonumsi sebagai
lalapan. Kalau ingin rasa lain, bisa juga dijus,
ditumis, atau dikukus. Yang perlu diingat, jangan
mengukusnya terlalu lama agar khasiatnya tidak
terbuang," katanya.
Sudah sejak lama masyarakat biasa mengobati hipertensi
dengan obat tradisional. Lihat saja, ada banyak obat
tradisional maupun fitofarmaka untuk mengobati
hipertensi yang beredar di pasaran. Selain sambung
nyawa, herbal yang biasa dikonsumsi untuk menurunkan
hipertensi, yakni seledri, belimbing wuluh, bawang
putih, dan mengkudu.
Food Supplement
Berbagai pengakuan yang muncul di tengah masyarakat
akan khasiat sambung nyawa sebagai pereda hipertensi
ini menantang kalangan ilmuwan maupun akademisi untuk
membuktikannya secara ilmiah. Bukan hanya di dalam
negeri, penelitian tentang khasiat daun sambung nyawa
juga lakukan para ahli di negara lain seperti
Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.
Penelitian tentang khasiat daun sambung nyawa untuk
mengendalikan tekanan darah antara lain berjudul Uji
Efek Hipotensif Gynura procumbens (Lour) Merr pada
Tikus Jantan oleh Endang Hardini (Puslitbang Farmasi,
Departemen Kesehatan RI) dan Significant Suppressive
Effect of Gynura procumbens on Hypertension in
Hypertensive Rats oleh Hee Jae Lee dari Department of
Pharmacology, College of Medicine, Kyung Hee
University, Seoul, Korea.
Penelitian Hee Jae Lee dan kawan-kawan dilakukan pada
tikus jantan dewasa. Selama empat minggu tikus-tikus
itu diberi ekstrak daun sambung nyawa (500 mg/kg).
Hasilnya, tidak ditemui toksik dan ada penurunan
tekanan darah secara berarti. Hasil penelitian
tersebut menjadi dasar bagi beberapa produsen untuk
meneliti dan mengolah daun sambung nyawa sebagai obat
tradisional. Ada juga dalam bentuk food supplement.
Biasanya ke dalam food supplement ini sudah
ditambahkan beberapa komponen lain yang mendukung
terjadinya efek sinergi dari sambung nyawa dan
komponen tambahan tadi. Selain untuk menjaga tekanan
darah, daun sambung nyawa mempunyai efek lain, seperti
mengendalikan kadar gula darah, menurunkan kolesterol,
mencegah gangguan pencernaan, dan mengurangi
peradangan (antiinflamasi).
Namun, konsumen diharapkan berhati-hati dan memastikan
produk itu aman dengan mencermati komposisinya.
Pastikan ekstrak tersebut tidak dicampur bahan kimia
apa pun, sehingga khasiat alami sambung nyawa tetap
terjaga. Berdasar kenyataan, ada benarnya daun ini
dinamakan sambung nyawa karena khasiatnya yang banyak
bagi kesehatan, sehingga seolah-olah dapat menyambung
nyawa.
Memanfaatkan She Juan Sao
Sebenarnya sangat mudah bila kita ingin mendapatkan
khasiat tanaman yang dalam bahasa Cina disebut She
Juan Jao ini. Daunnya dijadikan lalapan mentah setelah
dicuci bersih, seperti sayuran lain.
Khasiat daun sambung nyawa di antaranya untuk:
Meredakan hipertensi dare gangguan pencernaan
Siapkan daun sambung nyawa segar secukupnya. Cuci
bersih sebelum dimakan langsung sebagai lalapan. Dapat
juga dibuat jus, dftumis, atau dikukus. Sebaiknya
tidak mengukus daun sambung nyawa terlalu lama, agar
zat berkhasiatnya tak hilang.
Penawar sakit akibat gigitan atau sengatan
Siapkan dan cuci bersih daun segar sambung nyawa
secukupnya, lalu tumbuk halus. Tambahkan sedikit air
ke dalam tumbukan hingga menjadi adukan. Gosok dan
balurkan ramuan di bagian tubuh yang terkena sengatan
atau gigitan serangga/lebah. Lakukan pengobatan dua
kali dengan interval waktu dua jam
"Waktu itu, saya sering terserang hipertensi. Penyakit
itu sulit sekali sembuh total. Sembuh sebentar, namun
tak lama kambuh lagi. Sampai pada suatu saat ketika
dokter yang menangani kasus saya itu mengaku kasihan
terhadap saya karena terus menerus mengkonsumsi obat
penurun hipertensi. Padahal, dampak obat itu bisa
mempengaruhi libido saya. Kemudian dokter itu
menyarankan saya untuk mengkonsumsi daun sambung
nyawa," kata Purwo menuturkan kisahnya kepada Suara
Karya, yang menyambangi kediaman sekaligus tempat
praktiknya di Kompleks Departemen Agama Blok 18/E 10
Bambuapus, Pamulang, Ciputat, belum lama ini.
Berharap akan kesembuhannya, Purwo pun mencari daun
sambung nyawa seperti disarankan dokternya. Setelah
mencari kemana-mana, akhir Purwo menemukan tanaman itu
di pekarangan rumah tak jauh dari kompleksnya.
"Kemudian saya minum 7 lembar daun sambung nyata
ditambah dengan 2-3 lembar daun dewa, dengan cara di
juice. Walhasil setelah seminggu mengkonsumsi ramuan
tersebut, tensi saya turun menjadi 120/80. Semenjak
itu penyakit saya jarang muncul. Untuk menjaga
kondisi, sampai sekarang masih tetap mengkonsumsinya
walaupun hanya 2 kali seminggu," kata Purwo.
Daun Dewa timpal diabetes, darah tinggi, sampai kanker
Daun dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC) bagi para
praktisi obat sudah tidak asing. Tanaman ini dapat
digunakan dalam keadaan masih segar dan atau dalam
bentuk simplisia. Keuntungan ganda dari tanaman ini
adalah selain digunakan sebagai obat, daun dewa juga
bsia sebagai sayur dalam bentuk lalapan. Ada sebagian
orang menyebut tanaman daun dewa untuk tanaman sambung
nyawa, atau sebaliknya. Hasil kajian ilmiah
determinasi tumbuhan terhadap kedua tanaman tersebut
oleh Pusat Penelitian Biologi - LIPI, Bogor,
menyebutkan bahwa nama ilmiah daun dewa adalah Gynura
pseudochina (Lour.) DC dan sambung nyawa adalah Gynura
procumbens (Lour.) Merr.
Tanaman yang konon berasal dari Birma dan Cina ini
digolongkan pada tumbuhan terna, dengan tinggi 30 –
45, tumbuh tegak dan memiliki umbi. Selain daunnya,
umbi tanaman ini juga bisa digunakan sebagai obat.
Pada saat ini tanaman daun dewa sudah banyak
didapatkan di Pulau Jawa, bahkan sudah menyebar ke
Pulau Sumatera.
Daun dewa termasuk suku Asteraceae, marga Gynura
dengan klasifikasi sebagai berikut :
Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae (Compositae)
Marga : Gynura
Jenis : Gynura pseudochina (Lour.) DC
Ciri morfologi tanaman daun dewa adalah :
Batang, pendek dan lunak, tumbuh tegak dengan tinggi
30 – 45 cm, berbentuk segilima, penampang lonjong,
berambut halus dan berwarna ungu kehijauan.
Daun, berdaun tunggal, tersebar mengelilingi batang,
bertangkai pendek, berbentuk bulat lonjong, berdaging,
berbulu halus, ujung lancip,tepi bertoreh, pangkal
meruncing, pertulangan menyirip, berwarna hijau,
panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 10 cm.
Bunga, majemuk yang tumbuh di ujung batang, bentuk
bongkol, berbulu, kelopak hijau berbentuk cawan,
benang sari kuning dan berbentuk jarum.
Biji, berbentuk jarum, panjang sekitar 0,5 cm,
berwarna cokelat
Akar, merupakan akar serabut, berwarna kuning muda
membentuk umbi sebagai tempat cadangan makanan
Efek Farmakologi
Daun dan umbi dari tanaman daun dewa bisa dipergunakan
sebagai obat antikoagulan (mengencerkan bekuan-bekuan
darah), anti pembengkakan, luka terpukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan pendarahan (batuk darah,
muntah darah, mimisan), mengurangi pembengkakan atau
benjolan pada payudara, serta sangat efektif untuk
obat memperlancar haid. Tanaman daun dewa juga
memiliki rasa khas dan bersifat netral. Berdasarkan
hasil penelitian dan pengalaman empiris diketahui
bahwa tumbuhan ini bersifat antikoagulan,
antikarsinogen, antimutagenitas dan diuretic (peluruh
kencing). Selain itu juga diketahui bahwa semua bagian
tanaman ini dapat dipergunakan untuk mengobati tumor
payudara dan luka bakar.
Kandungan Kimia
Berdasarkan hasil penelitian para ahli bahwa kandungan
kimia yang terdapat pada tanaman daun dewa diantaranya
berupa senyawa flavanoid, asam fenolat, asam
klorogenat, asam kafeat, asam p-kumarat, asam
p-hidroksibenzoat dan asam vanilat. Kandungan dan
manfaat senyawa flavanoid, saponin, dan minyak atsiri
diindikasikan dapat menurunkan kolesterol darah.
Minyak atsiri pada daun dewa diduga dapat merangsang
sirkulasi darah, juga bersifat analgetik dan anti
inflamasi. Minyak atsiri dan flavanoid juga bersifat
sebagai antiseptic. Senyawa lain yang terdapat pada
daun dewa adalah alkaloid, tannin dan polifenol.
Daun Dewa, Kanker, dan Stroke
DAUN dewa dikenal juga dengan sebutan bluntas China.
Tumbuhan semak ini hidup di ketinggian 0-1000 meter di
atas permukaan laut, dan tumbuh liar di beberapa
kawasan hutan di Indonesia. Batangnya lunak berwarna
hijau dengan alur memanjang. Ketinggiannya mencapai 30
sampai 50 cm.
Daunnya tunggal berambut lebat, warna permukaan atas
hijau tua dan bawah hijau muda. Panjang daun 8-20 cm,
lebar 5-10 cm. Bunga keluar dari ujung tangkai,
berwarna kuning.
Akarnya membentuk umbi, dengan panjang antara 3-6 cm
berdiameter sekitar 3 cm.
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia,
seperti saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin.
Efek farmakologisnya dapat mencairkan bekuan darah,
menghentikan perdarahan, menurunkan panas,
membersihkan racun, penghilang nyeri, dan antiradang.
Daun dan Umbi
Menurut Dr Setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas
Tumbuhan Obat Indonesia, bahwa bukan hanya daunnya
yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan
pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga
memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner.
Selain itu umbinya berkhasiat untuk mengatasi bengkak
karena memar, tulang patah, perdarahan sehabis
melahirkan, dan sakit jantung.
Daunnya berguna untuk luka pukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan perdarahan, pembengkakan
payudara, infeksi kerongkongan, terlambat datang bulan
dan digigit binatang berbisa.
Cara pemanfaatannya, antara lain direbus, lalu diminum
airnya. Daunnya juga dapat dimakan mentah sebagai
lalapan. Untuk pengobatan luar, daun segar atau umbi
segar digiling halus lalu tempelkan ke bagian tubuh
yang sakit, seperti pembengkakan payudara, memar,
bengkak akibat tulang patah, wasir, digigit hewan
berbisa, luka bakar, tersiram air panas, luka
berdarah, bisul, radang kulit bernanah, borok di kaki,
cantengan dan kutil.
Untuk luka bakar dan luka teriris, umbi daun dewa
dipipis, tambahkan sedikit gula merah sehingga menjadi
adonan seperti salep. Ramuan tersebut dibalurkan pada
bagian tubuh yang sakit, lalu dibalut. Untuk sakit
jantung, ambil umbi segar 10 gram, tumbuk halus,
tambahkan air 1/2 gelas, saring ampasnya, minum airnya
setiap sore, atau 2-4 lembar daun dilalap 3 kali
sehari.
Untuk perdarahan pada perempuan, batuk/muntah darah,
dan payudara bengkak, ambil sebatang daun dewa dengan
berat sekitar 15 gram, rebus dengan 3 gelas air sampai
tersisa separonya. Setelah dingin, dibagi untuk 3 kali
minum, yaitu pagi, siang dan sore, masing-masing 1/2
gelas.
Untuk bisul dan koreng, ambil daun dewa dan daun sosor
bebek, keduanya dengan ukuran sama banyak, setelah
dipipis, ramuan ini ditempelkan pada bisul atau
koreng, lalu dibalut.
Mengatasi gigitan binatang berbisa, ambil umbi daun
dewa secukupnya, tumbuk halus. Bubuhkan di bagian
tubuh yang tergigit binatang berbisa, lalu dibalut.
Bila panas pada anak, ambil daunnya, lalu tumbuk. Air
perasannya diminumkan.
Penelitian
Mengenai khasiat daun dewa bagi penyembuhan kanker,
empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta pernah mengadakan penelitian pada tahun
2003. Dengan dasar pemikiran proses perkembangan
kanker sama dengan proses pertumbuhan
pembuluh-pembuluh darah baru, mereka menguji efek
ekstrak daun dewa terhadap pertumbuhan pembuluh darah
baru. Mereka menggunakan telur ayam dengan embrio di
dalamnya tengah berkembang, sebagai bahan percobaan.
Ekstrak daun dewa yang mereka peroleh dengan
menggunakan etanol diteteskan ke telur-telur itu dalam
jumlah berbeda. Mereka juga menyiapkan sebutir telur
yang berada dalam lingkungan yang sama sebagai
perbandingan.
Hasilnya, ekstrak daun dewa terbukti dapat menghambat
pertumbuhan pembuluh darah baru. Pertumbuhannya
terhambat sebanding dengan jumlah tetes ekstrak daun
dewa yang diberikan. Dengan kata lain, semakin tinggi
jumlah tetes ekstrak daun dewa, semakin terhambat
pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru. Sementara
itu, pertumbuhan pembuluh darah baru di telur yang
tidak ditetesi ekstrak daun dewa tetap normal atau
tidak terhambat.
Memang masih diperlukan penelitian lebih jauh mengenai
khasiat daun dewa ini. Namun Prof Hembing, dalam
paparannya di televisi, memasukkan daun dewa sebagai
obat kanker/tumor selain temu putih. Menurutnya, daun
dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver
berlemak dan asam urat.
''Saya tahu soal manfaat daun dewa. Saya memakai
umbinya untuk mengobati istri saya yang kena kanker
payudara. Saya bersyukur, istri saya pun akhirnya
sembuh,'' kata Soemarsono, penduduk Pondok Gede,
Bekasi mengenai pengobatan kanker dengan memanfaatkan
khasiat tumbuhan alam.
Ketika menyampaikan informasi ini beberapa waktu lalu,
ia mengatakan bahwa istrinya ini sudah pernah
dioperasi namun tak juga kunjung sembuh. Akhirnya
setelah mendengar bahwa umbi daun dewa mampu mengatasi
kanker, ia pun mulai meracik sendiri ramuan dari umbi
tersebut untuk istrinya.
Daun dewa (Gynura divaricata, Gynura segetum (Lour)
Merr, atau Gynura pseudochina) cukup lama dikenal
sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun
dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit.
Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan
Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris
ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan
tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak
ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pada beberapa tulisannya mengenai tumbuhan berkhasiat
obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma
menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat.
Manfaat itu berasal dari daun dan umbinya. Daunnya
berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan
payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara
umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah
pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.
Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada
ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut.
Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 50 cm. Daunnya
tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur
berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut
dengan warna putih. Warna permukaan daun di bagian
atas hijau tua, sedangkan di bawahnya berwarna hijau
muda. Bunganya terletak di bagian ujung batang,
berwarna kuning berbentuk bonggol.
Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan
(koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat
pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi
sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan
panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung
zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek
farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.
Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan
bahwa daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak
dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka
terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita,
pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh
tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya
diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum
air dari satu batang daun dewa.
Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi
kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun dan
ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga
keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan
makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah
ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu
putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air
hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya
diminum.
Bagian umbi bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka
terpukul, masuk angin, digigit ular, dan menghilangkan
bekuan darah, serta mengobati stroke. Untuk luka luar,
haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit.
Sedangkan untuk pengobatan dalam, umbinya ditumbuk
halus dan ditambah air. Air perasannya diminum setiap
sore hari.Untuk memperoleh daun dewa mungkin bisa didapatkanpada penjual tanaman obat-obatan, atau pada penjualtanaman hias.
Bahkan ada yang sengaja membudi-dayakannya, sebagaimana yang dilakukan oleh NyZuli, warga Kelurahan Tlogomulyo, Pedurungan, JalanGirimulyo Mukti 252, Perumahan Grahamukti Utama,Semarang, telepon (024) 6723891. Ia ingin membantumereka yang membutuhkan daun dewa.
Temulawak
Pakar naturapatis dr Berti P Tore mengatakan hepatitis adalah suatu penyakit
infeksi yang disebabkan virus hepatitis. Perkembangbiakan virus itu berada di
jaringan hati yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya kerusakan sel-sel
hati.
Sementara itu, herbalis Ir Edwina Rahmayanti MBA mengatakan banyak tanaman yang
bisa dijadikan obat untuk hepatitis A, B, C hingga G. Tanaman yang paling umum
adalah temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Tanaman lain yang bisa digunakan
adalah tanaman cakar ayam, senggugu, sangitan, daun sendok, tapak liman, kumis
kucing.
Temulawak yang merupakan famili Zingiberaceae mengandung minyak atsiri dan
kurkuminoid. Kurkuminoid sendiri terdiri dari dua jenis senyawa, kurkumin dan
desmetoksikurkumin. Senyawa terakhir mengandung khasiat menetralkan racun,
meningkatkan sekresi empedu, mencegah perlemakan hati dan berfungsi sebagai
antioksidan.
Nah, ternyata Temulawak sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Jadi, jangan
ragu untuk mengkonsumsi Temulawak bila lain kali ada "mbok Jamu" yang lewat
didepan rumah kita.
Temulawak Cegah Jantung Koroner
TEMULAWAK banyak memberikan manfaat dalam pencegahan maupun pengobatan
penyakit. Aktivitasnya sebagai anti inflamasi sudah terbukti, sehingga baik
dipergunakan untuk penyakit rematik dan penyakit inflamasi yang lain. Karena
itu gerakan nasional minum temulawak pantas mendapat dukungan dan dilaksanakan
dengan baik.
Menurut Kepala Bidang Riset Klinik Pusat Studi Obat Tradisional (PSOT)
UGM yang juga Kepala Subbag Reumatologi RS Dr Sardjito/Fakultas Kedokteran (FK)
UGM dr Nyoman Kertia SpPD-KR, mengemukakan hal tersebut menanggapi gerakan
nasional minum temulawak yang dicanangkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(POM) belum lama ini.
Menurut Nyoman Kertia temulawak ini merupakan obat asli Indonesia yang
mempunyai peluang untuk pemeliharaan kesehatan masyarakat. Kemampuannya dalam
memproteksi dan memperbaiki fungsi liver, ginjal dan saluran cerna menyebabkan
ekstrak temulawak sangat bermanfaat untuk pengobatan penyakit-penyakit organ
tersebut.
"Suatu fenomena yang sangat menarik sebab selama ini obat-obat anti
rematik yang beredar justru rata-rata memperburuk fungsi ginjal, liver dan
saluran cerna. Kemampuan ekstrak temulawak dalam menurunkan kadar kolesterol
total, kolesterol LDL, trigiserida, aktivitas radikal bebas dan mencegah
pembekuan darah," kata Nyoman Kertia.
Selain itu menjanjikan harapan kemampuannya dalam mencegah penyakit
jantung koroner dan stroke yang sangat ditakuti masyarakat. Bukti dari hasil
analisis cairan sendi pada penggunaan kombinasi kurkuminoid dan minyak atsiri
kurkuma terjadi perbaikan kondisi sendi pasien yang terkena osteoporosis
menjadi harapan baru dalam penyembuhan penyakit ini yang merupakan penyakit
rematik terbanyak di dunia.
Lantaran mempunyai peluang ke depan untuk kesehatan masyarakat perlu
penelitian lebih mendalam dalam hubungannya dengan penapisan manfaat di bidang
kesehatan melalui makan, minuman maupun obat dengan indikasi, maka tidak
menutup kemungkinan untuk mencegah atau menghambat waktu timbulnya
penyakit-penyakit kelainan metabolik. (Asp)-c
Mengkudu
Mengkudu (Morinda citrifolia)
Mengkudu sudah lulus melewati berbagai jenis uji klinis selama puluhan tahun dan sudah dikonsumsi oleh jutaan orang di seluruh dunia. Jika Anda menginginkan herba yang aman dan sudah terbukti manfaatnya, Kapsul Ekstrak Mengkudu adalah pilihan terbaik.
Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 8000 pengguna sari buah Mengkudu dengan melibatkan 40 dokter dan praktisi medis lainnya menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu membantu pemulihan sejumlah penyakit, antara lain: Kanker, Penyakit jantung, Gangguan pencernaan, Diabetes tipe 1&2, Stroke, dan sejumlah penyakit lain.
Riset medis tentang Mengkudu dimulai setidaknya pada tahun 1950, ketika jurnal ilmiah Pacific Science melaporkan bahwa buah Mengkudu menunjukkan sifat anti bakteri terhadap M. pyrogenes, P. Aeruginosa, dan bahkan E. coli yang mematikan.
Studi dan penelitian tentang Mengkudu terus dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan universitas. Sejak tahun 1972, Dr. Ralph Heinicke, ahli biokimia terkenal dari Amerika Serikat mulai melakukan penelitian tentang alkaloid xeronine yang terdapat pada enzim bromelain (enzim pada nenas), dan kemudian menemukan bahwa buah Mengkudu juga mengandung xeronine dan prekursornya (proxeronine) dalam jumlah besar. Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur fungsi dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.
Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences di Jepang yang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman mengklaim bahwa mereka menemukan zat-zat anti kanker (damnacanthal) yang terkandung dalam Mengkudu.Tongkat Ali
Pada pemanfaatannya yang luas, Tongkat Ali mirip dengan ginseng, namun dengan daya yang 4 kali lebih kuat daripada ginseng. Kemampuan Tongkat Ali untuk meningkatkan kadar testosteron juga jauh lebih besar daripada ginseng. Ketika kadar testosteron meningkat, Hormon-hormon seks lain (seperti androgen dan estrogen) akan mememberi sinyal pada tubuh untuk menghentikan produksi testosterone.
Tongkat Ali akan menetralisir proses ini dan memicu kelenjar hipotalamus dan pituitari, dan secara alami menyebabkan testes terus memproduksi testosteron ke tingkat yang lebih tinggi. Karena testes sedang giat-giatnya memproduksi, ukuran penis dan testikel akan membesar. Penelitian menunjukkan bahwa Tongkat Ali adalah afrodisiak tunggal yang kuat.
MANFAAT EKSTRAK TONGKAT ALI:
- Kesehatan, vitalitas, dan kekuatan tubuh
- Menunjang gairah seksual pria.
- Meningkatkan kemampuan mental dan fisik
- Meningkatkan energi, ketahanan dan stamina
- Mengatasi kelelahan mental
- Membantu menyembuhkan disfungsi ereksi dan meningkatkan jumlah sperma
- Sirkulasi darah yang lancer dan membakar lemak
- Meningkatkan kadar testosteron & mempertahankannya.
- Mengencangkan kulit dan otot.
Tongkat Ali telah lama digunakan secara tradisional sebagai afrodisiak dan perangsang libido. Banyak penelitian ilmiah yang mendukung dan memperlihatkan bahwa Tongkat Ali dapat mendorong fungsi seksual. Juga dipercaya dapat membantu produksi testosteron (efek anabolik) dan mengurangi kadar testosteron yang terikat dan tidak aktif di dalam tubuh.
Sebagai akibatnya, pengguna Tongkat Ali umumnya melaporkan bahwa mereka merasa lebih sehat, hasrat seks meningkat, sendi-sendi lebih sehat, lebih cepat pulih sehabis olahraga berat, perbaikan kemampuan berpikir, perbaikan fungsi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan lemak tubuh.
Sari Buah Merah
Sari Buah Merah (Pandanus conoideus)
Sari Buah Merah pertama kali diperkenalkan sebagai suplemen kesehatan berkhasiat oleh Drs. I Made Budi, M.S. Pada awalnya hasil penelitan olahannya ini hanya dibagikan kepada keluarga dan para tetangga yang menderita sakit. Karena terbukti ampuh, berita soal Buah Merah ini cepat menyebar dan berkat promosi getok tular inilah lebih dari 1.000 orang di berbagai daerah dan mancanegara kini telah merasakan khasiat Sari Buah Merah. Penyakit yang dapat disembuhkan oleh Buah Merah (Pandanus conoideus) beragam, diantaranya: Kanker, Tumor, Kolesterol, Asam urat, Diabetes, Hipertensi, Flek paru, Hepatitis, Jantung koroner, Sakit mata, dan Osteosporosis (rapuh tulang). Buah Merah ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat membantu dalam melemahkan virus HIV/ AIDS.
Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam Buah Merah berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, dan HIV/AIDS. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya.
Tokoferol yang ada di dalam Buah Merah tersebut adalah vitamin E alami yang bisa mengencerkan darah. Hal ini baik untuk penderita stroke. Sementara itu, betakaroten di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Vitamin A inilah yang berfungsi membantu menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan mata.
Senyawa asam lemak tak jenuh, seperti omega 9, omega 6, dan omega 3 berperan membantu sistem kerja otak. Selain itu, senyawa ini di dalam tubuh juga bisa bekerja sebagai antioksidan. Kalsium dan besi yang ada di dalam Buah Merah sangat tinggi dan bisa membantu mencegah dan mengobati Osteoporosis.
Sarang Semut
Sarang Semut merupakan tanaman obat asal Papua yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit secara alami dan aman. Khasiat yang Telah Terbukti Secara Empiris:
1. Berkhasiat untuk membantu pengobatan berbagai jenis kanker dan tumor baik jinak maupun ganas, seperti kanker otak, payudara, hidung, lever, paru-paru, usus, rahim, kulit, prostat, darah (leukimia).
2. Efektif dalam membantu penyembuhan berbagai macam penyakit, diantaranya adalah gangguan jantung, diabetes, ambien (wasir) baru maupun lama, rematik, stroke ringan mapun berat, maag, gangguan fungsi ginjal, prostat, dan pegal linu.
3. Melancarkan dan meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI), melancarkan peredaran darah, dan memulihkan gairah seksual.
Sarang Semut mengandung senyawa aktif antioksidan (Tokoferol dan Fenolik) dan kaya akan kandungan mineral penting seperti kalsium (Ce), Natrium (Na), Kalium (K), Seng (Zn), Besi (Fe), Fosfor (P) dan Magnesium (Mg). Sarang Semut jugamengandung Flavanoid yang berguna sebagai antioksidan sehingga baik untuk mencegah dan membantu mengobati kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, Antiinflamasi, dan sebagai Antibiotik.
