| Ketika alat tulisnya jatuh, Yani (34) spontan membungkuk untuk mengambilnya. Namun rasa sakit seolah menyengat bagian punggungnya, setinggi pinggang. Ini bukan yang pertama kalinya bagi Yani. |
| Penyebab nyeri tersebut, menurut dr Alfred Sutrisno Sp BS, dapat diakibatkan adanya gangguan pada stukruktur tulang, bantalan tulang, atau otot-otot yang terlibat dalam menunjang tulang belakang. Umumnya, kata Alfred, penderita berusia antara 20 dan 45 tahun. Jadi memang pada usia produktif. Jelas, sangat mengganggu produktivitas penderita maupun perusahaan tempatnya bekerja, bukan? Lebih banyak diderita pria `'Nyeri tersebut dapat menjalar maupun terlokalisir,'' tutur ahli bedah syaraf Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta, ini. Menurut data yang ada, penderita nyeri pinggang lebih banyak dialami oleh laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Alfred menduga, ini mungkin diakibatkan laki-laki lebih banyak beban kerja yang berisiko. Lalu, mengapa nyeri pinggang ini bisa terjadi? Dia menyebutkan, `'Itu diakibatkan bergesernya bantalan tulang belakang, lebih dikenal dengan herniated nucleus pulposus.'' Bantalan tulang belakang (discus intervertebrale), jelas Alfred, adalah struktur yang kuat dan tidak menimbulkan rasa nyeri jika pembungkusnya tak utuh. Bantalan ini sendiri bentuknya lunak, mirip jeli. Robeknya pembungkus bantalan menyebabkan keluarnya inti dari bantalan tulang yang masuk ke dalam rongga tulang belakang. Hal tersebut dapat menekan pembuluh darah balik, kantung saraf maupun saraf itu sendiri. Iritasi akibat penekanan dari bantalan tulang tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri sampai kelumpuhan dari saraf yang tertekan. Gambaran klinis dari herniated nucleus pulposus, jelas Alfred, tergantung dari letak penekanan pada bantalan tulang belakangnya. Itu bisa terjadi akibat adanya riwayat jatuh, mengangkat benda-benda yang berat, atau adanya rasa baal (kesemutan). Pada kelainan ini, gejalanya biasanya bilateral atau dirasakan pada kedua sisi. Meskipun dapat pada salah satu sisi lebih berat. Perasaan pinggang seperti terikat, sampai adanya kelumpuhan, adanya rasa kesemutan di daerah kaki yang sesuai dengan distribusi saraf tersebut. Penderita yang lebih berat, adanya gangguan pada buang air besar maupun kecil. Manifestasinya berupa sulit kencing atau buang air besar maupun sulit menahannya. Pemeriksaan nyeri tulang belakang, menurut Alfred, dapat berupa foto lumbal, CT Meylografi, dan Megnetic Resonance Imaging (MRI). Pada pemeriksaan foto lumbal dapat terlihat apakah ada penyempitan jarak tulang yang satu dengan yang di atasnya atau di bawahnya. Atau adakah instabilitas? Bantalan buatan Alfred menjelaskan, penanganan dari herniated nucleus pulposus dibagi menjadi 2 yaitu, tindakan konservatif dan tindakan operatif. Tindakan konsevatif dengan menganjurkan penderita bed rest atau beristirahat penuh di tempat tidur. Ini dapat dilakukan di rumah maupun di rumah sakit selama 2 sampai 3 minggu dengan tidur di atas papan yang keras. Penangannya dilakukan fisioterapi dengan memakai semacam jaket khusus (Plaster Jacket/Spinal Brace). Tindakan operatif, dibagi menjadi tindakan operasi biasa atau dengan bedah mikro. Keuntungan bedah mikro, antara lain, luka operasi kecil, jaringan yang rusak akibat dilakukan tindakan operasi minimal dengan hasil yang sangat memuaskan. Waktu rawat pun lebih pendek dibandingkan dengan teknik operasi biasa. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, kini telah dikembangkan teknik pemasangan alat pengganti bantalan yang rusak dengan live surgery, yaitu tindakan operasi langsung pada pasien penderita gangguan syaraf leher. Pada operasi ini akan dilakukan prosedur pemasangan bantalan tulang leher buatan menyerupai fungsi dari bantalan tulang leher sebenarnya. Dikembangkan oleh Vincent Bryan pada tahun 1990, tehnik dari pemasangan alat baru ini berfungsi untuk mengembalikan fungsi dari bantalan tulang leher yang rusak. Teknik ini sudah banyak dikembangkan di negara-negara maju, seperti Amerika, Eropa, atau Korea, dengan hasil yang baik. Namun adakah tips yang praktis untuk menghindari cedera tulang balakang? Bagaimana mengatasinya? Berbagai literatur menyarankan agar sedapat mungkin menjauhi stress, belajar bersikap rileks dan menghindari rutinitas. Selain itu, pelajari cara mengangkat beban, berdiri, duduk, dan berbaring dengan benar. Lebih dari itu, olah raga teratur bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan otot-otot dan sendi punggung. Namun jangan terkejut, karena sakit pada punggung ini ternyata bisa diakibatkan oleh gangguan kejiwaan. Benarkah demikian? Ya, menurut Alfred, inilah yang disebut psikosomatik atau sakit akibat gangguan kejiwaan. |
Yuk, Atasi Cedera Tulang Belakang
Hati-hati Menggunakan Obat Antibiotik
| Saat ini disinyalir terjadi penggunaan antibotik yang berlebihan di masyarakat. Antibiotik diperlukan hanya bila memang didiagnosa telah positif ada infeksi kuman. |
| Penggunaan antibiotik tanpa diagnosa yang tetap akan sangat merugikan, bukan hanya individu yang bersangkutan, tetapi juga masyarakat luas. Dampak yang ditimbulkan sangat beragam seperti berikut : - Pemborosan biaya pengobatan (obat) yang sebenarnya tidak diperlukan. Pemborosan biaya obat yang tidak diperlukan dari beberapa informasi yang sudah terpublikasi cukup besar. Karena itu, bila dilakukan cara-cara penghematan tentu akan dapat memberikan kemanfaatan yang besar. - Menimbulkan resiko efek samping obat, yang sebenarnya tidak perlu. - Menimbulkan dampak terjadinya resistensi antibiotik. Ini merupakan dampak yang paling serius. Ini akan memiliki implikasi yang luas, karena tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan saja tetapi juga masyarakat, serta pola pengobatan ataupun standard treatment akan terpengaruh. Bagaimana pun antibiotik adalah salah satu obat yang dapat digolongkan sebagai life-saving. Sehingga resistensi yang terjadi karena penggunaan yang tidak terkontrol benar-benar akan merugikan kita semua. |
Diabetes Mempengaruhi Kehidupan Seks
| Diabetes jelas memengaruhi kehidupan seks. Pengguna insulin misalnya, perlu menimbang efek aktivitas seksual yang akan dilakukan, terutama terhadap kemungkinan turunnya gula darah setelah berhubungan seks. |
| Berkonsultasi terbuka pada dokter merupakan pilihan bijak bila kondisi semakin buruk Tindakan yang lazim disarankan untuk dipertimbangkan oleh penderita diabetes (diabetesi) sebelum melakukan hubungan seks, misalnya: memeriksa kadar gula darah. Tindakan ini barangkali menyebalkan, tetapi tetap lebih baik dilakukan dibanding perjuangan memulihkan anjloknya kadar gula darah yang mungkin terjadi setelah kegiatan di ranjang. Makan tepat sebelum atau sesudah berhubungan intim juga bermanfaat dilakukan sebagaimana disarankan setelah berolahraga. Pertimbangkan pula untuk makan snack (ngemil) sebelum tidur. Diabetesi yang tergantung suntikan insulin juga perlu menjadwalkan penyuntikan selama berhubungan seks untuk menghindari reaksi gula darah yang tidak diinginkan. Begitulah antara lain, menurut situs endocrinologist .com, manfaat diabetesi bersikap terbuka pada dokter, khususnya dalam kehidupan seksual. Satu hal yang perlu diingat para diabetesi, adalah lazim bagi semua orang, baik pria maupun wanita, pernah mengalami gangguan seksual setidaknya sekali dalam hidupnya, entah mereka menderita diabetes atau tidak. Meski orang sering enggan membicarakan gangguan tersebut dengan dokter, harus diyakini bahwa dokterlah yang terbiasa menangani keluhan seperti itu dan mencarikan solusi sebagai jalan keluar. Banyak persoalan yang berkaitan dengan unjuk kerja seksual disebabkan oleh masalah fisik, misalnya terkait dengan obat yang digunakan untuk merawat gangguan fisik yang terjadi. Kadang pula gangguan seksual muncul akibat masalah psikologis. Karena itu, penting membicarakan gangguan seksual yang terjadi dengan dokter untuk memastikan sumber utama permasalahannya sebelum diputuskan cara-cara penanganannya. Gangguan Umum Pada wanita, pengendalian diabetes kadang harus memperhitungkan siklus menstruasi. Pilihan penggunaan alat kontrasepsi juga harus disesuaikan dengan diabetes yang dideritanya. Kehamilan dan menopause juga akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam pengendalian gula darah tersebut. Kondisi yang perlu dipahami oleh para diabetesi, bila kadar glukosa darah tetap dibiarkan tinggi dalam jangka panjang, saraf atau aliran darah ke organ-organ seksual akan rusak. Inilah sebabnya fungsi seksual para diabetesi mudah terganggu. Wanita penderita diabetes mungkin sekali akan mengalami masalah dalam pengendalian kandung kemih atau menderita gangguan yang disebut neuroqenic bladder. Untuk mencegah gangguan ini menyerang, biasanya dokter akan menyarankan diabetesi wanita yang mengalami gangguan tersebut untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum dan sesudah berhubungan seksual. Pengosongan kandung kemih (kencing) setelah berhuhungan seks ini juga akan membantu mencegah untuk terkena infeksi kandung kemih. Selain itu, rusaknya saraf dan pembuluh darah juga akan membuat perlendiran vagina sebagai respon seksual menjadi berkurang. Ini akan menyebabkan vagina tetap kering meski terjadi perangsangan seksual. Sebagai akibatnya, kegiatan seksual akan dirasakan menjadi tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini pada gilirannya akan membuat minat berhubungan seks pada wanita dengan diabetes jauh menurun. Pada diabetesi pria, tentu saja, kekhawatiran utama akibat rusaknya saraf dan alirah darah ke organ seksual adalah impotensi. Seiring dengan pertambahan usia, impotensi merupakan ancaman nyata bagi pria normal dan pria dengan diabetes. Impotensi banyak menimpa pria usia 50 tahunan atau lebih, dan pria dengan diabetes memiliki risiko yang lebih besar. Antara 50 hingga 60 persen pria dengan diabetes berusia di atas 50 tahun terserang impotensi dengan gradasi yang berbeda-beda. Yang dimaksud impotensi disini adalah seringnya tidak mampu, bukan cuma kadang-kadang, memperoleh dan mempertahankan ereksi. Disebut-sebut, pria dengan diabetes juga memiliki kemungkinan 10 hingga 15 tahun lebih awal untuk mengalami gangguan ereksi dibanding pria tanpa diabetes. Impotensi bisa disebabkan oleh gangguan fisik dan psikologis. Impotensi karena gangguan psikologis bisa terjadi tiba-tiba, sedang impotensi karena gangguan fisik datang perlahan-lahan, dimulai dengan kurang kencangnya kadar ereksi, berkurangnya kadar keseringan memperoleh ereksi, terus memburuk seiring perjalanan waktu, dan akhirnya tak mampu memperoleh ereksi. Pada pria dengan diabetes, umumnya gangguan itu disebabkan oleh memburuknya saraf atau pembuluh darah ke organ seksual. Jadi, misalnya, bila pembuluh darah yang rusak menghambat aliran darah ke penis, penis tak akan bisa ereksi lagi. Demikian pula bila saraf yang memberi isyarat pada penis rusak, penis juga tidak mampu ereksi. Pilihan Cara Cara yang biasa dianjurkan bagi pria dengan diabetes untuk menghindari impotensi akibat gangguan psikologis adalah memelihara terkendalinya glukosa darah, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan menjaga supaya tekanan darah tetap normal. Namun, bila gangguan yang dialami semakin mengkhawatirkan, berbicara secara terbuka dengan dokter untuk menemukan akar masalah, harus menjadi pilihan. Memastikan penyebab impotensi, yang harus dilakukan sebelum langkah perawatan ditentukan, mungkin akan mencakup sejumlah tes. Sebagai bagian dari evaluasi, dokter sangat perlu memperoleh informasi obat apa saja yang selama ini dikonsumsi, termasuk obat yang dikonsumsi tanpa resep dokter karena obat-obatan ini mungkin ikut menjadi penyebab impotensi. Jika benar obat-obatan ini yang menjadi penyebab impotensi, biasanya dokter akan mengubah atau menyesuaikan sesuai kondisi pasien. Para dokter sekarang memiliki beragam tawaran untuk perawatan impotensi. Bila masalahnya berakar dari masalah psikologis, dokter akan merujuk psikiater atau terapis yang ahli di bidang masalah seksual. Namun, bila sumber masalahnya adalah fisik atau fisiologis, pilihan perawatan yang bisa dilakukan dokter termasuk pula menyuntikkan obat langsung ke penis untuk memperoleh ereksi yang bisa berlangsung 30 hingga 60 menit, yaitu menggunakan pompa vakum untuk menghasilkan ereksi, dan memasang suatu alat (protesis penis) di dalam penis. Tentu saja banyak manfaat dan risiko yang harus dipertimbangkan dengan pilihan cara tersebut. Sayangnya, hanya dokter yang tahu persis manfaat dan risikonya. Karena itu, datanglah ke dokter untuk memperoleh bantuan. |
Jangan Remehkan Rasa Sakit Seperti Maag
| Rajiman (44 tahun) kerap menderita rasa sakit di bagian ulu hatinya. Derita yang mirip sakit maag ini bahkan telah dirasakannya sekitar 20 tahun. |
| Pemeriksaan ke dokter dan pemantauan lewat USG (ultrasonografi) tak pernah menemukan penyebab keluhannya. Ketika rasa sakit kembali menderanya, bedah laparoskopi pun menunjukkan, Ia ternyata menderita cholecystitis (radang empedu). Menurut ketua SMF Bedah Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr HM Jisdan Bambang Yulianto, SpB, penyakit radang empedu ini memang tidak terdiagnosa karena kantong empedunya sudah terbungkus oleh omentum (salah satu bangunan di dalam rongga perut). Hal itu baru diketahui saat laparoskopi bahwa omentum menumpuk di kantong empedu dan lengket di sela-sela liver kanan maupun kiri. Mau tak mau, saat itu juga diputuskan untuk dilakukan pengangkatan kantong empedu dengan operasi laparoskopi. Sang pengemulsi lemak Jisdan mengatakan, pada prinsipnya kantong empedu adalah kantong yang dipakai untuk menampung cairan empedu yang berupa garam empedu dan lemak. Garam empedu itu dibutuhkan untuk membantu sistem pertahanan tubuh yang dikenal sebagai keseimbangan asam basa. Selain itu juga di dalam kantong empedu ada ekstrak empedu yang dipakai untuk mengemulsi lemak. Pada keadaan tertentu, akibat kesalahan makan dengan lemak yang berlebihan dan kadang disertai kuman yang masuk, maka terjadi proses pengendapan dari ekstrak lemak. Kemudian bisa menimbulkan permasalahan berupa pembentukan inti batu empedu (cholelithiasis). Cholelithiasis ini bisa menimbulkan peradangan empedu (cholecystitis). Sebaliknya, cholecystitis bisa menimbulkan batu empedu. Jisdan mengakui, cholecystitis memang kadang sulit diketahui dan keluhan subyektifnya memang hampir sama dengan sakit maag atau keluhan ''masuk angin'' biasa. Kecuali bila cholecystitis ini telah menimbulkan permasalahan yang spesifik, seperti kulit kuning, dan terbentuk batu empedu (cholelithiasis) yang menyumbat total di saluran empedu. Karena hal itu akan menimbulkan rasa ''sebah'' di perut seperti maag disertai nyeri di ujung tulang belikat atau titik boas, kata ahli bedah laparoskopi ini. Nyeri di titik boas itu merupakan salah satu ciri khas penyakit gangguan empedu. Untuk lebih jelasnya, bisa dilkakukan pemeriksaan dengan USG. Selanjutnya Jisdan mengatakan, apabila terjadi peradangan, empedu terus-menerus akan membengkak. Empedu akhirnya tidak bisa memproduksi sesuai dengan kapasitasnya yang seharusnya dan berisiko menimbulkan kebocoran empedu. Apabila peradangan cukup berat akan mengakibatkan perlengketan di beberapa tempat, terutama di liver dan usus besar. Hal itu yang paling banyak terjadi. Kalau radang empedunya berlanjut dan meradang di dekat liver, maka akan menimbulkan nyeri di pundak (kerr). Nyeri di pundak terjadi karena ada peradangan yang melibatkan saraf di diafragma (sekat rongga badan). Itu berarti sudah ada peradangan yang melewati pada dinding kantong empedu dan ini sudah komplikasi. Nyerinya bisa kanan maupun kiri dan hilang-timbul. Makin lama rasa sakit ini semakin berat dan akhirnya nyeri menetap. Jika batu empedu cukup banyak, maka sebagian batu empedu ini bisa masuk ke saluran empedu --yang menghubungkan liver dengan usus 12 jari. Maka, sumbatan pun bisa terjadi. Bila penderita mengalami sumbatan itu, maka warna kulit menjadi kuning dan kelopak mata menjadi kuning. Pada kondisi itu orang bisa mengalami komplikasi yang buruk lagi sampai terjadi komplikasi di otaknya. ''Itu yang dikenal dengan keracunan bilirubin,'' tutur dia. Pada mereka yang kebetulan ditemukan dengan komplikasi, kadang komplikasi berupa terbentuknya tumor. Peradangan di empedu yang disebabkan oleh tumor, kadang karena adanya penyempitan, atau polip di empedu. Terbentuknya tumor ini biasanya terjadi pada orang yang memang punya bakat tumor. Di luar kasus itu ada kasus empedu yang membengkak disebabkan oleh tumor di pankreas, dan operasinya sangat rumit, jelas Jisdan. Karena itu, kata dia, apabila seseorang mengalami peradangan di kantong empedu, sebaiknya harus diangkat kantong empedunya. ''Sehingga cepat atau lambat akan menimbulkan masalah sakit perut yang kambuh-kambuhan, pembentukan batu yang makin banyak,'' saran dia. Namun demikian, ia menambahkan, kalau radang empedu tidak menimbulkan risiko yang berlebihan atau komplikasi yang tidak mengancam jiwanya, maka bisa meredakan peradangan dengan obat dulu. Kalau radangnya sudah reda, baru dilakukan tindakan operasi laparoskopi. Hindari lemak Jisdan mengakui, sebetulnya mencegah cholecystitis dan cholelithiasis tidak mudah. Namun, karena ini salah satu bagian dari sistem pencernaan, maka sebaiknya menjaga makanan yaitu jangan makanan dengan kadar lemak tinggi. ''Apalagi kita hidup di daerah tropis, sehingga lemak itu hanya dibutuhkan minimal sekali,''tuturnya. Alkohol juga akan memicu permasalahan-permasalahan di empedunya, karena itu sebaiknya dihindari minum alkohol. Selain itu juga sebaiknya makan makanan yang tidak terkontaminasi kuman. Karena kuman akan masuk ke dalam pencernaan bersama makanan. Radang empedu maupun batu empedu ini lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki yaitu 1 dibanding 2 atau 3. Yang paling banyak menderita penyakit tersebut adalah mereka yang empat F yaitu Fat, Forty, Fertile, dan Female. Dengan kata lain, mereka yang beresiko adalah orang yang gemuk, berusia di atas 40 tahun, subur, dan kebanyakan wanita. ''Dengan diangkatnya kantong empedu Insya Allah tidak masalah, karena kantong empedu ini hanya reservoir, bukan pembentuk utama. Fungsi kantong empedu ini nantinya akan dikompensasi oleh alat-alat tubuh yang lain yang bisa memberikan support dalam proses pencernaan, misalnya di saluran empedu,''tutur Jisdan. Penderita yang sudah diangkat kantong empedunya harus menghindari makanan yang berkadar lemak. Karena makanan berlemak tersebut akan menimbulkan rasa nyeri di ulu hati. Pada enam bulan pertama setelah dilakukan pengangkatan kantong empedu, kadang muncul rasa nyeri di ulu hati, spalagi bila penderita makan makanan berlemak. Tetapi bersama berjalannya waktu, sesudah tubuh melakukan kompensasi-kompensasi secara alamiah, rasa nyeri tersebut akan hilang sendiri,''jelas Jisdan. Ikhtisar Jika merasakan sakit di perut seperti maag dan mengalami rasa nyeri di titik boas (enthong), ada kemungkinan Anda mengalami gangguan empedu. |
Jangan Sepelekan Cacar Air
| Ibarat tamu tak diundang, cacar air kerap datang tiba-tiba tanpa pandang bulu. Kendati bisa disembuhkan, jangan sepelekan penyakit yang telah ratusan tahun dikenal orang ini karena bisa terjadi komplikasi sejumlah penyakit. |
| Bekas gelembung berisi cairan pun bisa meninggalkan bopeng yang mengganggu penampilan. Dotty (30), warga Kelurahan Patal Senayan, Jakarta, merasakan bagaimana susahnya terkena penyakit cacar air, beberapa bulan silam, tepatnya Maret lalu. Saat itu ia baru melakukan perjalanan dinas ke Pulau Dewata selama beberapa hari. Begitu menginjakkan kaki di Jakarta, ia menderita demam, kelenjar getah beningnya pun membengkak. Tak berapa lama, muncul ruam merah pada beberapa bagian tubuhnya. Karena curiga terserang cacar air, ia pun segera memeriksakan diri ke dokter. Dugaannya benar, ia kemudian diberi bedak antigatal dan obat antibiotik untuk mengatasi penyakit itu, serta dianjurkan beristirahat total selama beberapa pekan. "Enggak nyangka, sudah gede masih kena cacar air. Sebelnya lagi, gak boleh ketemu orang, takut nular," tuturnya. Dalam hitungan hari, bintik merah kecil pada sekujur tubuhnya berubah jadi benjolan berisi cairan. Di sekitar benjolan itu terasa gatal dan seperti terbakar sehingga ia harus berupaya keras tidak menggaruknya. Selain rajin menggunakan bedak dan salep, ia mandi memakai cairan khusus untuk mempercepat pengeringan benjolan. "Untung benjolan kayak bisul yang sudah kering tapi tidak berlubang," kata Dotty. Hal serupa dialami Joice, warga Ciputat, Tangerang. Semula, ia sakit kepala dan demam diikuti munculnya bintik merah pada wajahnya. Karena mengira jerawat, ia pun memencet bintik-bintik merah itu. Bahkan, ia masih sempat bekerja dan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. "Beberapa teman saya jadi tertular cacar air," tuturnya. Begitu didiagnosa terserang cacar air, ia terpaksa tidak masuk kerja sampai hampir satu bulan dan beristirahat total di rumahnya. Setiap hari ia ditaburi bedak antigatal, diolesi salep, dan tidak boleh terkena angin. Ia juga mandi dengan rendaman air daun sirih untuk mempercepat proses pengeringan. "Bosen banget, apalagi gak ada yang berani nengokin karena takut ketularan," kata Joice tertawa. Karena terlambat ke dokter, gelembung kecil berisi cairan menyebar di sekujur tubuh. Benjolan yang telah mengering pun meninggalkan bopeng. Walhasil, ia harus merogoh kocek hingga Rp 2,5 juta untuk perawatan kulit wajah yang bopeng karena bekas kena cacar air. "Biaya pengobatan karena cacar air sih murah, yang mahal ya biaya perawatan kulitnya," tutur Joice tersenyum kecut. Adam (33), manajer sebuah perusahaan teknologi informasi yang berkantor di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, mengaku terserang penyakit cacar air saat masih berusia kanak-kanak. Saat itu ia pun tidak bisa ikut menikmati meriahnya acara khitanan kakaknya yang digelar di rumahnya. Di tengah kemeriahan pesta, ia hanya dapat tergolek lemah di dalam kamar dan tidak diizinkan keluar lantaran bisa menulari orang lain. Selain menggunakan obat dari resep dokter, sejumlah penderita mengaku juga menerapkan cara tradisional, seperti membubuhkan parutan jagung muda pada gelembung berisi cairan yang bermunculan di tubuh selama masa perawatan. Tujuannya agar bekas luka karena cacar air tidak menimbulkan lubang atau bopeng. Komplikasi Cacar air adalah penyakit akut, menular akibat infeksi virus cacar air. Penyakit ini berbeda dengan cacar yang kini dinyatakan telah terbasmi dari muka bumi. Cacar air umumnya hanya mengenai anak kcil. Namun, di negara tropis seperti Indonesia, penyakit ini ternyata banyak juga menghinggapi para remaja dan dewasa. Penyakit ini disebabkan virus varisela atau disebut juga virus varicella zooster (virus V-Z). Virus ini bisa ditemukan dalam cairan vesikel, darah penderita dan cairan selaput lendir, serta dapat menyebabkan penyakit herpes zoster. "Seseorang mudah terserang virus jika daya tahan tubuhnya lemah," papar dr Irawan Mangun Atmaja SpA (K) dari Bagian Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penularan cacar air lewat percikan ludah orang sakit atau melalui cairan yang keluar bila gelembung-gelembung di kulit yang pecah. Penderita dapat menularkan penyakit ini 24 jam sebelum kelainan di kulit timbul sampai tujuh hari kemudian. "Karena sangat mudah menular, penderita harus diisolasi sampai sembuh," ujar Irawan menambahkan. Dalam sejumlah literatur disebutkan, masa inkubasi penyakit ini berkisar 11 hingga 12 hari. Pada tahap awal (fase prodromal), 24 jam sebelum timbul gejala kelainan pada kulit, penderita mengalami panas, lemah, malas, tidak memiliki nafsu makan, dan kadang kala disertai kemerahan pada kulit seperti biang keringat. Pada tahap selanjutnya (fase erups), timbul bintik merah kecil yang berubah jadi gelembung ari (vesikel) dan berwarna dasar kemerahan. Cairan vesikel setelah beberapa hari berubah jadi keruh. Dalam tiga hingga empat hari vesikel ini menyebar ke seluruh tubuh, mulai dari badan lalu ke muka, bahu, dan anggota gerak. Sekitar 250-500 benjolan kemudian akan timbul dan menyebar di seluruh bagian, tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata, termasuk bagian tubuh paling intim. Dalam waktu kurang dari seminggu, lesi atau gelembung tersebut akan mengering dan terasa gatal. Dalam waktu satu hingga tiga minggu, bekas pada kulit yang mengering akan terlepas. Gejala yang dialami orang dewasa umumnya lebih parah dibandingkan pada penderita yang masih kanak-kanak. Penderita yang sudah dewasa biasanya menderita demam lebih parah dan berlangsung lebih lama disertai sakit kepala serta luka yang lebih berat. Pasien dewasa juga biasanya kehilangan nafsu makan dan merasa linu pada badan. Jika menyerang anak-anak, komplikasinya kebanyakan berupa infeksi varisel pada kulit. Sementara pada orang dewasa, terutama perokok, kemungkinan terjadi komplikasi berupa radang paru-paru (pneumonia) 10-25 kali lebih tinggi dibandingkan pada anak-anak. Komplikasi yang langka tapi bisa terjadi berupa radang otak, radang sumsum tulang, kegagalan hati, hepatitis, serta kelainan pada otak dan hati. Radang organ Radang paru-paru biasanya disebabkan infeksi sekunder dan dapat disembuhkan sempurna. Radang organ setelah sembuh dapat meninggalkan gejala sisa, seperti kejang, retardasi mental, dan gangguan tingkah laku. Pada anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh normal, komplikasi-komplikasi itu jarang ditemukan. "Tapi ada juga anak yang mengalami kejang akibat terkena cacar air," kata Irawan. Kendati merupakan penyakit yang sangat umum, penderita hendaknya jangan menyepelekan penyakit ini dan segera diperiksakan ke dokter untuk mencegah komplikasi. Namun, sebaiknya orangtua penderita cacar air menolak kalau diberikan pengobatan simtomatis, seperti aspirin dan jenis salisilat, karena hanya efektif untuk jangka pendek dan dikhawatirkan menimbulkan komplikasi sindrom Reye. Untuk mencegah penularan, penderita sebaiknya diisolasi dari anak atau orang sehat yang belum pernah menderita cacar air hingga benjolan berisi cairan mengering dan mengelupas. Saat terjadi proses pengeringan inilah cacar air mudah menular pada orang lain. Pakaian, handuk, piring, dan peralatan lain milik penderita juga dipisahkan dari milik anggota keluarga lain dan dibersihkan tersendiri. Agar gelembung tidak pecah, biasanya diberikan bedak antigatal pada kulit yang terkena. Bedak ini juga mengurangi rasa gatal dan mempercepat proses pengeringan luka. Jari kuku hendaknya dipotong pendek untuk mencegah infeksi bakteri pada kulit yang gatal. Namun, bila terdapat infeksi bakteri, dokter akan memberi antibiotik. Penderita dianjurkan mandi, mengganti baju, dan seprai tiap hari. Kesembuhan akan cepat dicapai bila keadaan umum penderita dijaga agar tetap baik. Karena itu, kualitas dan kuantitas makanan bagi penderita perlu dijaga. Jika daya tahan terus meningkat, proses penyembuhan akan berjalan cepat. "Sebagai tindakan pencegahan, pemberian vaksin dapat mengurangi risiko terkena cacar air. Kalaupun kena, tidak sampai parah," papar Irawan. |
Mencegah Stroke Berulang
| Siapapun yang pernah mengalami stroke, berusahalah agar serangan itu tak terulang. Tahukah Anda, stroke berulang bisa lebih dahsyat dibanding serangan sebelumnya. Karena itu, cegahlah stroke berulang sebelum terlambat. |
| Stroke terjadi akibat tersumbatnya peredaran darah pada otak dengan gejala spontan. Sumbatan itu terjadi akibat interupsi aliran darah otak secara mendadak atau pecahnya pembuluh darah otak. Dengan kata lain, stroke terjadi bila pembuluh darah yang mengangkut oksigen dan bahan makanan ke otak dan di dalam otak tersumbat atau pecah. Mengapa terjadi penyumbatan pembuluh darah? Itu karena otak membutuhkan banyak oksigen. Otak sendiri mengandalkan oksigen pada peredaran darah. Itulah sebabnya, jika suplai oksigen terhenti akan terjadi radang fungsi otak. Apabila oksigen terhenti lama, penderita bisa merasa pusing, pingsan, bahkan sampai lumpuh. Menurut cara terjadinya, ungkap Prof Dr Jusuf Misbach SpS (K), ada dua macam stroke, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik meliputi kurang lebih 88 persen dari semua stroke. Stroke jenis ini terjadi ketika aliran darah ke otak secara tiba-tiba terhambat. Hambatan mendadak ini mengakibatkan sel-sel dan jaringan otak mati karena tidak lagi menerima oksigen dan bahan makanan dari darah. Stroke hemoragik, masih menurut Jusuf, terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Pecahnya pembuluh darah mengakibatkan darah mengalir ke rongga sekitar jaringan otak. Karena tidak menerima oksigen dan bahan makanan dari darah, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati. ''Kematian jaringan otak akan terjadi dalam waktu 4 - 10 menit setelah suplai darah terhenti,'' tutur dokter spesialis penyakit syaraf yang menjabat sebagai kepala Departemen Neurologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini. Data menunjukkan, setiap tahunnya stroke menyerang sekitar 15 juta orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, lebih kurang lima juta orang pernah mengalami stroke. Sementara di Inggris, terdapat 250 ribu orang hidup dengan kecacatan karena stroke. Di Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 500 ribu orang mengalami serangan stroke. Dari jumlah itu, sekitar 2,5 persen di antaranya meninggal dunia. Sementara sisanya mengalami cacat ringan maupun berat. Faktor risiko dan gejala Belakangan, stroke tidak hanya menyerang orang yang sering atau sedang sakit, tapi bisa juga dialami oleh mereka yang secara fisik tampak sehat. Bahkan, orang yang rajin berolahraga pun bisa mengalaminya. Itu, antara lain, akibat mutu stres yang makin tinggi dan dampak sarana hidup yang kian modern. Mengenai faktor risiko, ada beberapa faktor risiko stroke yang tidak dapat dikontrol. Misalnya, riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung, faktor usia, dan jenis kelamin. Dibandingkan laki-laki, perempuan lebih rentan terserang stroke. Orang yang berusia di atas 55 tahun juga lebih berisiko mengalami stroke dibanding mereka yang berusia lebih muda. Selain itu, ada sejumlah faktor risiko yang bisa dicegah. Semisal, mengidap penyakit diabetes mellitus, sering meminum alkohol, kadar kolesterol tinggi, kurang berolahraga, tekanan darah tinggi, merokok, dan kegemukan (obesitas). ''Risiko terserang stroke akan meningkat dengan adanya faktor-faktor tersebut,'' kata Jusuf. Selain faktor risiko, stroke juga memiliki sejumlah gejala, antara lain: mengalami gangguan gerak sehingga tak mampu untuk mengambil gelas, menggosok gigi, atau memasang kacing dengan sempurna. Dalam tingkat yang lebih parah, terjadi lumpuh total yang bisa menimpa tiap organ gerak, termasuk bibir, wajah, dan mata. Gejala stroke juga bisa tampak dari gangguan rasa, seperti pada sebelah anggota badan, dari yang ringan (kesemutan) sampai yang berat (baal). Gangguan kesadaran juga bisa terjadi, misalnya mudah mengantuk sampai tampak seperti koma. Demikian juga dengan gangguan verbal, baik karena organ bicara yang rusak maupun daya ingat yang turun, misalnya dalam bentuk tidak bisa mengeluarkan kata dan menangkap arti. Setelah serangan yang pertama, stroke terkadang bisa terjadi lagi dengan kondisi yang lebih parah. Ini umumnya terjadi pada penderita yang kurang kontrol diri, atau bisa jadi sudah merasa puas setelah mengalami penyembuhan (pasca stroke yang pertama) sehingga tidak lagi memeriksakan diri. Padahal, jika stroke sampai berulang, artinya terjadi perdarahan yang lebih luas di otak sehingga kondisinya bisa lebih parah dari serangan pertama. Riset menunjukkan, di antara orang-orang yang pernah mengalami stroke, sekitar 40 persen di antaranya akan mengalami stroke berulang dalam waktu lima tahun. Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya serangan stroke? Yang pertama, kata Jusuf, hindari faktor risiko. Jalani pola hidup dan pola makan sehat, misalnya dengan berolahraga secara teratur dan hindari makanan berkolesterol tinggi. Usahakan kadar kolesterol darah selalu dalam batas normal. Satu hal lagi, jangan segan untuk kontrol ke dokter secara rutin. |
Mengapa Kita Harus Peduli Diabetes?
| Sampai saat ini masih banyak orang yang mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang mungkin menjadi pasien diabetes, tua ataupun muda, termasuk Anda. |
| Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah diabetes melitus (DM). Pada tahun 2006 ini diperkirakan terdapat 14 juta orang dengan diabetes, tetapi baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur. Diabetes (kencing manis) adalah penyakit di mana tubuh penderitanya tidak bisa mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Jadi penderita mengalami gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh sehingga tubuh tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah sehingga menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan dalam darah tersebut melimpah ke sistem urine. Diabetes adalah penyebab utama kebutaan, amputasi, kanker pankreas, stroke, serangan jantung dan ginjal. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS. Celakanya, menurut Prof.Dr.Sidartawan Soegondo, dr,SpPD,KEMD dari Pusat Diabetes Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, diabetes tidak punya gejala fisik khusus, sehingga penderita tidak menyadari datangnya penyakit ini. "Biasanya yang dikeluhkan hanya rasa lelah, jika pasien berobat, dokter jarang yang langsung mengukur gula darahnya," ujarnya. Gejala lain yang timbul pada penderita antara lain penglihatan kabur hingga mengakibatkan kebutaan, luka yang lama sembuh, kaki terasa kebas, geli atau merasa terbakar, infeksi jamur pada saluran reproduksi perempuan, dan impotensi pada pria. Risiko tinggi Jumlah penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003 adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang. Diperkirakan, 1 dari 8 orang di Jakarta mengidap diabetes. Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya. "Saat penghasilan cukup, orang jadi makan secara berlebihan. Selain itu minimnya aktivitas fisik membuat orang jadi kegemukan. Kemana-mana tinggal naik mobil, di ujung gang pun sekarang banyak ojek, akhirnya makin sedikit orang yang jalan kaki," papar Sidartawan. Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah. "Jika kita termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko tersebut, paling tidak lakukan tes gula darah setahun sekali, ini karena risiko diabetes setiap tahunnya meningkat 30 persen" ungkap Sidartawan. Karena diabetes sulit disembuhkan sepenuhnya, sudah saatnya kita melakukan tindakan pencegahan, antara lain tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, dan rutin melakukan aktivitas fisik. Bagi penderita DM, lakukan konsultasi secara berkala dengan dokter, selain itu dituntut sikap disiplin dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat maupun suntik insulin agar tidak terjadi komplikasi penyakit. Olahraga juga dapat secara efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan senam khusus diabetes, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi stres. Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien. |
Jika Serangan Jantung Datang
| Sang pembunuh itu bernama jantung koroner. Penyakit ini telah merenggut banyak jiwa manusia di dunia. Ia menjadi pembunuh terbesar, baik di Indonesia maupun di negara-negara Barat. |
| Kematian akibat jantung koroner umumnya terjadi melalui sindroma koroner akut ((SKA) yang lazim disebut serangan jantung. SKA adalah sekumpulan gejala yang diakibatkan oleh terganggunya aliran darah pada pembuluh darah koroner di jantung secara akut. Gangguan pada aliran darah tersebut disebabkan oleh trombosis (pembekuan darah) yang terbentuk di dalam pembuluh sehingga menghambat aliran darah. SKA terbagi atas dua bagian yakni angina tidak stabil dan infark miokard akut. Angina tidak stabil adalah keadaan di mana pembekuan darah tidak sampai menyebabkan sumbatan total pada pembuluh darah. Sedangkan infark miokard akut terjadi jika pembekuan darah menyebabkan aliran darah tersumbat total. Gejala SKA umumnya mudah dikenali. Gejala khasnya adalah rasa nyeri di dada dan ulu hati. Bila digambarkan, rasa nyeri itu seperti terjepit, kram, rasa seperti diremas, atau rasa terbakar (angina). Rasa sakit seperti ini berlangsung terus-menerus, makin sering, dan makin berat. Misalnya, bila semula sekali sehari, menjadi tiga hingga empat kali dalam sehari, dan berlangsung lebih dari 20 menit. Serangan ini juga bisa timbul pada penderita yang sebelumnya tidak pernah mengalaminya. Rasa nyeri ini biasanya dirasakan di bagian tengah atau kiri dada, dan dapat menular ke rahang bawah, leher, bahu, lengan, dan punggung. Rasa nyeri ini biasanya disertai dengan keringat dingin dan rasa sakit di perut. Jika tidak segera ditangani, SKA bisa berakhir dengan kematian. Penanganan dini Penanganan dini menjadi faktor yang menentukan dalam mengatasi serangan jantung. Salah satu penanganan dini yang banyak dilakukan saat ini adalah primary coronary angioplasty atau intervensi tanpa operasi lewat balonisasi tanpa atau dengan stent. Penanganan ini bertujuan untuk menghindari kematian maupun kerusakan otot jantung karena keterlambatan penanganan. Primary coronary angioplasty, menurut De Boer Menko Jan MD PhD, ahli kardiologi intervensi dari Isala Clinics de Weezenlanden, Zwolle, Belanda, bertujuan untuk menangani pasien dengan serangan jantung akut. Dia menyebut, cara ini sebelumnya sudah diperkenalkan oleh Hartzler dan rekan kerjanya pada tahun 1982. Namun ketika tiga hasil penelitian yang dilakukan para kardiolog dari Heart Center Zwolle dipublikasikan oleh jurnal kedokteran internasional bergengsi, The New England Journal of Medicine pada 1993, terlihat bahwa tindakan primary coronary angioplasty memberi hasil yang sangat baik dibanding pola terapi sebelumnya. ''Faktor yang paling menentukan adalah ketepatan waktu penanganan sehingga diagnosis harus dibuat sedini mungkin,'' tuturnya saat memberikan presentasi di Rumah Sakit Cinere, Depok, beberapa waktu lalu. Menurut catatannya, dalam sepuluh tahun terakhir (1994 - 2004) jumlah kasus serangan jantung dan angka kematian pasien jantung di rumah sakit menurun drastis. Ini berarti, angka harapan hidup pada pasien jantung meningkat dan pemakaian stent dalam penanganan serangan jantung tanpa operasi juga makin banyak diterapkan. Cegah serangan jantung Berbagai penelitian menunjukkan, kebiasaan dan gaya hidup (life style) serta tingkah laku tertentu meningkatkan risiko serangan jantung. Itu berarti, jalan untuk menghindar dari seragan jantung, sang pembunuh itu, belum tertutup. Caranya, kenali faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi, diabetes mellitus (kencing manis), dan merokok. Riwayat keluarga, obesitas, kurang olahraga, dan stres, juga merupakan faktor risiko yang dapat mendorong terjadinya serangan jantung. Kecuali riwayat keluarga, faktor-faktor risiko itu bisa Anda kendalikan. Memang, dibutuhkan usaha dan kemauan keras. Namun jika berhasil, maka risiko serangan jantung makin menjauhi Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk mengendalikan faktor risiko serangan jantung: * Pola hidup. Mulailah dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko. Langkah ini bisa mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. * Stop merokok. Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, juga meningkatkan pembekuan darah yang memicu penyakit jantung. Perokok memiliki peluang terkena jantung koroner dua kali lebih tinggi dibanding mereka yang bukan perokok. * Pilih makanan sehat. Ini penting, terutama yang berhubungan dengan faktor risiko. Jika Anda kelebihan berat badan misalnya, tentu Anda mesti menerapkan pola makan untuk menurunkan berat badan. Demikian pula bila Anda bermasalah dengan tekanan darah, kadar kolesterol, atau gula darah. Maka, terapkan pola makan yang sesuai dengan faktor risiko yang Anda miliki itu. * Kendalikan stres. Sedapat mungkin, kendalikan stres ke tingkat minimum karena stres berpotensi meningkatkan tekanan darah. * Lakukan check-up. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting karena biasanya faktor risiko serangan jantung seperti kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala pada awalnya. |
Obat Tetes Mata Bisa Picu Kebutaan
| Masyarakat harus waspada menggunakan obat tetes mata yang mengandung corticosteroid. Sebab, pemakaian sembarangan dan tanpa petunjuk dokter dapat menyebabkan penyakit glukoma yang bisa berujung pada kebutaan. |
| Hal tersebut diungkapkan dokter spesialis mata Admadi Soeroso dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, di Solo, baru-baru ini. "Glukoma merupakan sejenis kerusakan mata yang disebabkan tekanan cairan terlalu tinggi di dalam bola mata dan berdampak pada kerusakan sel retina maupun serabut saraf sehingga ruang penglihatan menjadi semakin sempit dan akhirnya buta," jelas Admadi. Di Indonesia, kini penyakit glukoma merupakan penyebab kebutaan nomor tiga selain katarak dan refraksi. Menurut Admadi, salah satu penyebabnya adalah penggunaan obat tetes mata secara serampangan dan tanpa petunjuk dokter. Masalahnya, masyarakat Indonesia masih bisa membeli obat tetes mata secara bebas. Termasuk pula, obat tetes mata yang semestinya harus menggunakan resep dokter. Padahal, jika tetes mata itu termasuk jenis obat keras dan digunakan dalam waktu lama akan sangat berbahaya bagi pengguna. Admadi mengingatkan, glukoma pada umumnya tidak diawali gejala-gejala khusus. Bahkan glukoma kerap tanpa gejala sama sekali. "Sehingga dalam banyak kasus, glukoma baru terdeteksi setelah si penderita mengalami kerusakan mata serius," katanya. Tiba-tiba penderitanya mengalami penyempitan penglihatan dan akhirnya mengalami kebutaan. Admadi mengingatkan, bila penanganan telah terlambat, glukoma tidak mungkin lagi disembuhkan baik dengan pengobatan maupun operasi sekalipun. Penyebabnya, karena sel endotel trabekular meshwork-nya telah hilang. Untuk mencegahnya, Admadi menyarankan, masyarakat harus rajin memeriksakan tekanan bola mata ke dokter. "Khususnya bagi mereka tergolong berisiko tinggi. Seperti penderita tekanan darah tinggi arterial dan mereka yang sering menggunakan obat tetes mata," jelasnya. |
Gagal Ginjal, Kenali Gejalanya Sejak Dini
| Penyakit ginjal memang tidak menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien. Karenanya peningkatan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis. |
| Menurut Prof.Dr.dr.Endang Susalit, SpPD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI, penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat pemeriksaan terbukti adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal. Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal. Berat ginjal yang kita miliki memang hanya 150 gram atau sekitar separuh genggaman tangan kita. Tetapi fungsi ginjal sangat strategis dan mempengaruhi semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang. Kenali tandanya Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah. Setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari ginjal. Selain itu, kita juga bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter. Gaya hidup sehat Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. "Minum air secara berlebihan justru akan merusak ginjal," kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta. Selain gaya hidup sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula agar urin Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Yang tak kalah penting, berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid. |
Cegah Glaukoma Dengan Deteksi Dini
| Berbeda dengan katarak, masyarakat mungkin belum akrab dengan penyakit glaukoma, padahal keduanya sama-sama menyerang mata dan menyebabkan kebutaaan. |
| Bedanya, penglihatan akibat katarak masih bisa dipulihkan dengan operasi, sedangkan glaukoma menyebabkan kebutaan sepanjang hayat. Satu-satunya cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah melakukan deteksi sedini mungkin. Menurut dr.Ikke Sumantri, SpM, dari Glaucoma Center JEC, penyakit glaukoma terjadi akibat adanya tekanan mata atau tekanan intra ocular yang tinggi sehingga si penderita mengalami kerusakan serabut syaraf mata yang menimbulkan kehilangan lapang pandang (skotoma). "Bila tekanan ini terjadi terus menerus, seluruh serabut syaraf akan rusak, akibatnya adalah kebutaan total," paparnya. Di Indonesia, angka kebutaan mencapai 1,5 persen dari seluruh penduduk. Glaukoma merupakan penyebab kedua terbesar (0,2 persen) setelah katarak. Berbeda dengan katarak yang bisa disembuhkan lewat operasi, pengobatan dan tindakan operasi yang dilakukan pada pasien glaukoma hanya bisa mencegah kerusakan lebih lanjut. Pada umumnya glaukoma tidak diawali dengan gejala khusus, sehingga banyak terjadi kasus di mana pasien terdeteksi telah menderita kerusakan mata serius. Meski begitu, menurut dr.Iwan Soebijantoro, SpM, ada beberapa gejala yang mesti diwaspadai. "Keluhan fisik yang sering dijumpai adalah rasa pusing terus menerus, rasa mual dan muntah, penglihatan mendadak buram atau melihat pelangi. Segeralah periksa ke dokter mata jika terjadi gejala ini," Menurut Iwan, gejala-gejala tersebut biasanya terjadi karena tekanan bola mata sudah terlalu tinggi. Ukuran tekanan bola mata yang normal adalah 10-20 mmHg. Tekanan di atas normal ini akibat cairan dalam bola mata yang berada di bilik mata depan tidak lancar mengalir keluar. Tekanan bola mata tersebut secara mekanik akan menekan serabut saraf mata sehingga terjepit. Deteksi dini Mengingat hilangnya penglihatan secara permanen yang disebabkan oleh glaukoma, sebaiknya setiap orang memperhatikan kesehatan matanya dengan cara melakukan pengukuran tekanan bola mata secara rutin, terutama bagi orang yang usianya di atas 40 tahun. Faktor risiko lain yang perlu diwaspadai adalah mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita glaukoma, mata minus tinggi atau plus tinggi (miopia), serta penderita penyakit sistemik seperti diabetes atau kelainan vaskular (jantung). Pemeriksaan mata rutin yang disarankan oleh dokter adalah setiap enam bulan sekali, khususnya bagi orang dengan risiko tinggi. Menurut Iwan, untuk mengukur tekanan bola mata, dokter akan melakukan tes lapang pandang mata. "Tes ini tidak bisa dilakukan sembarangan, harus dengan alat. Yang diukur pun bukan cuma tekanan mata saja tetapi juga mengukur berapa kerusakan mata yang diderita," ujarnya. |
Para Ibu, Cermatlah Memilih Obat Penurun Demam Dengue
| Masih banyak orangtua yang menganggap demam sebagai hal yang lumrah, begitupun dengan upaya penanganannya. Terkait dengan demam berdarah dengue (DBD) yang kini masih mengancam, para orangtua semestinya mengetahui tidak semua demam pada DBD bisa diatasi dengan semua jenis obat penurun demam. |
| Menurut dokter Hendrawan Nadesul, pada kasus DBD sebaiknya hindari memilih obat anti demam golongan asam salisilat (acetylsalicylate) dan ibuprofen. Kendati obat golongan ini mampu meredakan demam lebih kuat namun efek sampingnya malah memperburuk penyakit DBD. "Efek buruk obat golongan ini berpotensi menimbulkan perdarahan dan sindroma Reye. Itu berarti memperburuk penyakit DBD," katanya. Pada kasus dengue, sebaiknya ditangani dengan obat penurun demam yang aman. "Obat yang aman untuk menurunkan demam dengue adalah parasetamol yang diikuti dengan asupan cairan yang cukup seperti oralit, jus buah, susu, dan sebagainya," papar dr.Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop Paed, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI. Ditambahkan oleh Hindra, demam adalah suatu tanda adanya infeksi di dalam tubuh. "Demam diperlukan tubuh untuk menetralisir kuman atau virus," katanya. Pemberian obat penurun demam pun menurut Hindra hanya diperlukan pada fase demam yakni hari kedua dan ketiga dalam perjalanan penyakit DBD. "Jika suhu tubuh anak sudah di atas 38 derajat, berikan segera obat penurun demam golongan parasetamol dengan dosis 10 mg selang empat jam," jelas Hindra. Pada anak, suhu tubuh normal berkisar antara 36 - 37,5 derajat Celcius. "Jika suhu tubuhnya mencapai 39 derajat, segera kompres dengan air hangat," imbuhnya. Berdasarkan survei yang dilakukan AC Nielsen di tahun 2006, terungkap 78 persen konsumsi obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia adalah produk yang mengandung asam salisilat, sedangkan yang mengonsumsi paracetamol 19 persen dan ibuprofen 2 persen. Sebenarnya konsumsi obat penurun demam golongan asal salisilat dan ibuprofen aman, namun tidak dianjurkan pada anak dengan demam dengue. Menurut standar organisasi kesehatan dunia (WHO), obat anti demam dengue yang aman adalah paracetamol. "Ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat menurunkan trombosit dan menyebabkan perdarahan organ dalam. Sedangkan asam salisilat diduga akan menimbulkan sindroma Reye (gangguan fungsi hati) dan merangsang lambung," jelas Hindra. Saat ini obat antidemam (antypyreticum) memang dijual bebas, para orangtua pun cenderung memilih obat secara acak berdasarkan khasiatnya bukan segi keamanannya. Menurut data AC Nielsen, 88 persen para ibu memang membaca label namun yang lebih diperhatikan adalah dosis dan tanggal kadaluarsa, bukan golongan obatnya. |
Darah Tak Lancar Picu Serangan Jantung
| Gaya hidup yang tidak sehat sangat berpengaruh pada timbulnya timbunan plak dan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah tidak lancar. |
| Untuk mengatasinya, pola makan yang seimbang perlu dijaga, berhenti merokok dan olahraga teratur, serta mengonsumsi suplemen herbal. "Sirkulasi darah yang baik dihasilkan oleh kerja sama antara jantung, darah, komponen-komponennya, serta pembuluh darah itu sendiri," kata ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Prof Dr Budhi Setianto, dalam jumpa pers, Kamis lalu, di Jakarta. Jika terjadi gangguan pada salah satu komponen itu, lanjut Budhi, sirkulasi darah akan terganggu. Akibatnya, suplai darah tidak mencukupi kebutuhan hingga dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gangguan fungsi organ tubuh lain. "Untuk itu, peredaran darah yang lancar sangat penting bagi kesehatan kita," ujarnya. Sirkulasi darah yang baik merupakan faktor sangat penting untuk menghindari risiko penyakit serius seperti gangguan sirkulasi darah otak atau stroke. Gejalanya antara lain pusing, nyeri seperti ditusuk-tusuk dan lemas. Sebab, darah membawa nutrisi, oksigen, dan unsur lain. Prof Sumali Wiryowidagdo dari Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia obat herbal berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah tanpa ada efek samping. "Obat herbal yang berkhasiat harus aman digunakan dan tidak menimbulkan toksisitas," ujarnya. Ada beberapa jenis tanaman sebagai bahan suplemen herbal yang berkhasiat untuk memperlancar sirkulasi darah yakni crataegus oxyacantha, melissa officinalis, ginkgo biloba, bawang putih, morinda citrifolia (mengkudu), dan vitamin E yang natural atau terbuat dari bukan sintetis. |
Agar tak Terjangkit Penyakit Menular
| Penyakit menular 'bertebaran' di sekitar kita. Penyebabnya macam-macam. Bisa virus, bakteri, atau jamur. Akibat yang ditimbulkan? Tak kalah ragamnya. |
| Ada yang cuma menimbulkan sakit ringan, seperti gatal-gatal, namun tak sedikit yang membuat nyawa melayang. Cara penularannya juga sangat beraneka. Seperti dijelaskan dokter Soedjatmiko SpA(K) MSi, spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang - pediatri sosial Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), ada enam cara penularan penyakit, yaitu: 1. Melalui udara (percikan ingus, ludah, dahak lalu masuk ke saluran napas. Bisa juga masuk ke aliran darah kemudian menyebar ke organ tubuh). Contoh penyakitnya adalah: TBC, difteri, batuk rejan (pertusis), campak, influenza, radang paru, radang otak (meningitis). 2. Melalui air: Muntah berak, disentri, polio, demam tifoid, hepatitis A. * Melalui binatang: Demam berdarah, malaria, flu burung, leptospirosis, rabies, pes, ensefalitis. 3. Melalui darah/transfusi: hepatitis B, C, HIV/AIDS, dan lain-lain. 4. Kontak kulit: cacar, lepra, frambusia, antraks, dan lain-lain. 5. Hubungan seksual: HIV/AIDS, gonorhoe, sifilis, herpes. Walau penyakit menular sangat beragam dengan beberapa di antaranya sangat berbahaya, tak perlu cemas berlebihan. Sebab, kata Soejatmiko, kita bisa melakukan langkah pencegahan. ''Dibanding pengobatan yang membutuhkan banyak dana, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan relatif murah dan mudah,'' kata Soejatmiko ketika berbicara dalam sebuah forum media edukasi di Jakarta, beberapa waktu berselang. Untuk mencegah penyakit-penyakit menular itu, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan yakni, menerapkan perilaku hidup bersih, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang, istirahat cukup, dan imunisasi teratur. Imunisasi/vaksinasi, menurut Soejatmiko, merupakan upaya pencegahan primer untuk mencegah penyakit infeksi dengan memasukkan vaksin (produk imunobiologik, sebagai antigen) ke dalam tubuh manusia. Dengan cara ini akan terbentuk antibodi sehingga si anak terhindar dari penyakit, tidak menularkan penyakit itu pada individu lain, dan akhirnya dapat memutuskan transmisi penyakit. ''Vaksinasi bertujuan melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu, menurunkan prevalensi penyakit sehingga tercapai eradikasi penyakit,'' sambung sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini. Hanya saja, tak semua penyakit menular dapat dicegah dengan imunisasi. Muntah berak, disentri, demam berdarah, amlaria, flu burung, dan leptospirosis adalah contoh penyakit menular yang tak bisa dicegah dengan imunisasi. Namun, banyak juga penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sebut saja misalnya, TBC, difteri, tetanus, polio, campak, hepatitis A, B, influenza, pneumonia (radang paru), meningitis (radang otak), cacar air, campak Jerman, gondongan, rabies, dan demam tifoid. Banyak orang bertanya, setelah diimunisasi, masih bisakah tertular penyakit-penyakit itu? ''Ya, masih bisa. Tetapi jauh lebih ringan, tidak berbahaya,'' kata dokter yang juga menjabat sebagai ketua III Pengurus Pusat IDAI ini. Lain halnya jika seseorang tertular penyakit dalam keadaan belum diimunisasi. Biasanya, penyakit yang muncul jauh lebih berat, berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian atau kecacatan. Karena itu, jangan ragu-ragu untuk melakukan imunisasi. Untuk bayi Anda, pastikan ia telah mendapatkan imunisasi wajib (BCG, hepatitis B, polio, DPT, dan campak). Selain itu, ada beberapa jenis imunisasi tambahan yang dianjurkan, yakni: Hib, pneumokokus, influenza, MMR (untuk mencegah penyakit gondong, campak, dan campak Jerman), tifoid, hepatitis A, dan varisela. Walau sudah berniat untuk memberikan imunisasi pada anaknya, terkadang para ibu menjadi ragu tatkala mendapati anaknya pilek dan batuk. Menurut Soejatmiko, anak yang sedang batuk pilek boleh-boleh saja diimunisasi, asalkan tidak demam dan tidak rewel. ''Kalau bayi sangat rewel, tunda imunisasi selama satu sampai dua minggu.'' Bagaimana jika anak sedang minum obat antibiotik? ''Boleh,'' ujar Soejatmiko. Lain halnya dengan anak yang sedang minum prednison dosis tinggi. Imunisasi mesti ditunda setengah sampai tiga bulan. Selain itu, sebelum imunisasi, jangan segan memberitahu kondisi Anda atau anak Anda kepada dokter. Beberapa kondisi di bawah ini mesti Anda beritahukan kepada dokter: 1. Mengalami panas tinggi, bengkak, kejang, atau sakit berat pada imunisasi sebelumnya. 2. Alergi, seperti alergi telur, neomycin, polymixin. 3. Sedang mendapat obat steroid, antikanker, radioaktif. 4. Sedang sakit leukemia, kanker, HIV/AIDS. 5. Tinggal serumah dengan orang sakit leukemia, kanker, HIV/AIDS, sedang mendapat pengobatan steroid, antikanker, radioterapi. 6. Dalam tiga bulan terakhir mendapat transfusi darah atau suntikan imunoglobulin. |
Hati-hati Bakteri yang Invasif
| Dibandingkan diare yang sekarang sedang marak, ternyata pneumonia menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita. |
| Menurut survei yang dilakukan Departemen Kesehatan tahun 2001, kematian balita karena pneumonia mencapai angka 23 persen, sementara diare "hanya" 13 persen, dan penyakit gangguan syaraf mencapai 12 persen. Pneumonia bisa disebabkan berbagai hal. Salah satunya karena bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini, secara alami hidup di rongga hidung dan tenggorokan manusia. Pada balita, bakteri bisa menjadi ganas bila kondisi tubuh melemah dan bakteri terinfeksi masuk ke dalam tubuh melalui udara. Bakteri ini bisa masuk ke saluran sinus dan menyebabkan sinusitis atau radang pada telinga. Tapi, yang paling berbahaya adalah bila bakteri masuk ke dalam darah dan menyebabkan penyakit yang sifatnya invasif (menyebar lewat aliran darah). Bakteri invasif, disebut Invasive Pneumococcal Disease (IPD), bisa menyebabkan radang paru bila "nyangkut" di paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakterimia). Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghitung, pada tahun 2006, sekitar 700.000- 1.000.000 anak meninggal tiap tahunnya karena pneumokokus. WHO juga meneliti pneumokokus menjadi penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi tapi menyebabkan kematian terbanyak. Memang bila bakteri ini mengganas di dalam tubuh, meninggal adalah salah satu risiko terburuknya. Sangat jarang, pasien yang terpapar bakteri ini sembuh seratus persen, kebanyakan malah sembuh tapi mengalami kecacatan seperti kehilangan pendengaran atau penurunan kecerdasan dan kemampuan mental. Bakteri ini mudah menyebar di lingkungan hunian yang padat. Di tempat umum seperti penitipan anak atau sekolah. Bakteri juga lebih menyebar di saat pergantian musim dan di musim hujan. Bakteri menyebar melalui udara, ditularkan lewat lendir hidung misalnya melalui percikan ludah saat bicara, batuk, atau bersin. Untungnya, penyakit ini bisa dicegah. Caranya dengan imunisasi. Imunisasi, menurut dr. Alan Roland Tumbelaka, Sp.A(K), Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSCM, menjadi satu-satunya pencegah. Vaksin Pneumokokus Konjungat 7-valent (PCV) merupakan vaksin pencegah IPD yang aman dan efektif. "Vaksin ini efektif bila diberikan pada anak usia dua bulan. Selanjutnya diulang setiap empat minggu hingga usianya dua tahun. Usia rawan terserang IPD adalah 0-5 tahun, meski mungkin saja IPD menyerang orang dewasa. Tapi, untuk pasien dewasa, IPD belum ada vaksinasinya," kata Alan dalam media edukasi tentang pencegahan penyakit pneumokokus, di Jakarta, baru-baru ini. Strategic Advisory Group of Expert (SAGE), kelompok penasihat utama WHO untuk vaksinasi dan imunisasi, menyarankan agar vaksin ini masuk sebagai vaksin prioritas dalam program imunisasi nasional. Di Indonesia, vaksin PCV-7 sudah dimasukan ke dalam jadwal imunisasi nasional tapi, belum termasuk imunisasi wajib. Vaksin ini, diberikan pada anak umur lima tahun ke bawah. Pemberiannya dua kali dengan interval satu bulan. Kalau usianya sudah lebih dua tahun, pemberiannya hanya satu kali. Dengan vaksin, penyakit IPD bisa dicegah hingga maksimal yaitu hingga 97 persen pada bayi yang telah menerima vaksinasi penuh (4 dosis). "Vaksinasi merupakan upaya pencegahan primer. Dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh, akan terbentuk antibodi sehingga akan terhindar dari penyakit, tidak menularkan penyakit, dan akhirnya memutuskan transmisi penyakit," kata Dr Soedjatmiko, Sp.A (K), MSI, Sekretaris Satuan Tugas Program Pengembangan Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (Satgas PPI IDAI). Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus Influenzae tipe b (Hib) misalnya, mengalami penurunan penderita secara signifikan karena vaksinasi Hib. "Sekarang, kalaudilihat angkanya, kematian akibat bakteri Hib menurun karena sudah berjalannya imunisasi. Mudah-mudahan ke depan, IPD juga bisa diturunkan angkanya dengan imunisasi," kata Alan. Jadi, siapkan senjata ampuh untuk pembunuh nomor satu, dengan imunisasi tentunya. |
11 Fakta Seputar Sakit Kepala
| Pusing alias sakit kepala bagi banyak orang sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Penasaran soal ada apa di balik pusing kepala? 11 fakta ini mungkin bisa sedikit mengurangi pusing anda. |
| Pusing selalu datang tiba-tiba. Di kantor, di rumah, atau ketika masih di perjalanan. Sebabnya juga tak selalu sama, bahkan kadang tidak jelas apa penyebabnya. Duh, makin pusing jadinya! Nah, jangan bingung dulu. Sebelas fakta soal pusing yang dilansir health24, Selasa (20/3/2007) ini mungkin bisa sedikit memberi pencerahan: 1. Pada masa Yunani kuno sakit kepala diobati dengan meminum teh beraroma peppermint. Selain teh, ramuan campuran camomile, rosemary, dan lavender juga dipercaya dapat mengurangi rasa sakit kepala ringan. Campuran kentang, kol, dan bawang untuk mengompres kepala juga sering digunakan. 2. Sakit kepala karena serangan balik. Sakit jenis ini terjadi karena seseorang terlalu banyak meminum obat sakit kepala. Sakit ini tak akan berhenti sampai orang tersebut menghentikan obat-obat sakit kepala yang biasa diminumnya. Konsumsi obat sakit kepala yang terlalu sering bisa merusak ginjal dan hati. 3. Asumsi yang mengatakan migren adalah penyakit turunan memang nggak sepenuhnya salah. Anak-anak yang mengalami migren umumnya memiliki salah satu keluarga dekat yang mengalami hal sama. Jika salah satu orang tua mengalami migren, maka anaknya memiliki 50% kemungkinan sering terserang migren alias sakit kepala sebelah. Tapi jika kedua orang tua penderita migren maka kemungkinannya naik sampai 75%. 4. Sakit kepala umumnya tidak berbahaya. Memang sakit kepala menimbulkan rasa tidak nyaman yang amat sangat dan kadang-kadang membuat seseorang tak berdaya, tapi umumnya sakit kepala tidak berbahaya. Sakit kepala ringan semacam ini bisa disembuhkan oleh obat pusing yang tersedia di supermarket atau berbaring sejenak di ruangan gelap. 5. Pusing karena puasa disebabkan karena rendahnya gula darah. Faktor lain penyebab pusing antara lain, stress, polusi, suara gaduh, merokok, kilatan cahaya, dan beberapa jenis makanan penyebab pusing. 6. Migren sangat berhubungan dengan naik-turunnya hormon. Banyak wanita yang terserang migren beberapa hari sebelum menstruasi. Sebagian wanita lainnya justru menderita migren ketika datang bulan. Wanita lebih banyak menderita migren ketimbang pria. 7. Gaya hidup yang sehat adalah solusi utamanya. Tidak merokok, jangan banyak minum alkohol, tidur yang cukup, makanan sehat, dan olahraga ringan setiap hari dijamin bisa membuat seseorang bebas sakit kepala. Lain halnya kalau memang Anda menderita penyakit bawaan yang bisa menyebabkan sakit kepala. 8. Pusing karena ketegangan otot adalah yang paling sering terjadi. Otot leher dan bahu yang tegang sangat berpotensi menyebabkan pusing. Kalau sudah begini, sakitnya bisa berlangsung berhari-hari. 9. Pria lebih sering menderita sakit kepala berkepanjangan ketimbang wanita. Sakit kepala ini biasanya muncul pada jam yang sama di beberapa hari secara teratur. Sakit kepala semacam ini bisa membuat seseorang tak berdaya. Tapi umumnya pusing ini hanya bertahan paling lama 90 menit. Perokok dan seseorang yang hobi minum alkohol biasanya kerap menderita pusing semacam ini. 10. Pusing karena es krim bukan sekadar mitos. Mengkonsumsi makanan pencuci mulut yang dingin atau setengah membeku juga bisa mengakibatkan sakit kepala. Pusing semacam ini disebabkan oleh ketegangan pembuluh darah akibat serangan dingin dari es krim. Gangguan aliran darah ini bisa mengakibatkan pembengkakan pembuluh darah. 11. Beberapa makanan pemicu sakit kepala antara lain, cokelat, keju kuning, produk-produk susu, daging merah, ekstrak sayuran, dan makanan yang tinggi kandungan monosodium glutamate dan alkohol. Tapi reaksi seseorang tak selalu sama, semuanya tergantung metabolisme tubuh orang tersebut. |
Mineral
Untuk memahami berbagai macam mineral, dibawah ini adalah daftarnya:
Mineral : Kalsium
Konsumsi yang dianjurkan/hari : 1000 miligram. Sumber makanan: Susu dan produk-produk yang dibuat dari susu, ikan
sarden, ikan salmon yang dimakan beserta tulang-tulangnya, tiram, tahu, sayur-sayuran yang berwarna hijau, kerang
dan buah sitrus.
Fungsi-fungsi primer : Diperlukan untuk membentuk gigi dan tulang yang kuat dan mempertahankan tulang-tulang agar
tetap kuat seumur hidup. Diperlukan untuk relaksasi dan kontraksi otot normal, kerja jantung, fungsi syaraf dan
pembekuan darah.
Gejala-gejala defisiensi : Pertumbuhan anak terhambat, tulang rapuh pada orang-orang dewasa, tulang-tulang mudah
patah. (Penyakit karena defisiensi kalsium: osteoporosis).
Mineral : Kromium
Konsumsi yang dianjurkan/hari : tidak ada ketentuan khusus seberapa besar yang diperlukan, namun 50-200 mikrogram
dianggap aman dan memadai.
Sumber makanan : Ragi untuk pembuatan bir (Yeast brewers), daging, kerang, biji padi-padian yang masih utuh,
makanan yang tidak dihaluskan, keju, kacang-kacangan.
Fungsi-fungsi primer : Dibutuhkan oleh hemoglobin dan untuk membuat sel-sel darah merah. Membentuk lapisan-lapisan
pelindung pada syaraf. Bagian dari beberapa enzim. Bersama-sama dengan vitamin C membentuk kolagen. Dibutuhkan
dalam respirasi dan pelepasan energi.
Gejala-gejala defisiensi : anemia, kerusakan-kerusakan pada tulang, pertumbuhan yang lamban, gangguan metabolisme.
Mineral : Iodin
Konsumsi yang dianjurkan/hari : 2 mikrogram.
Sumber makanan : Garam beryodium, garam laut, makanan laut, rumput laut, makanan yang tumbuh di atas tanah
beryodium, produk yang berhubungan dengan susu dari binatang-binatang yang memakan makanan yang kaya akan
yodium.
Fungsi-fungsi primer : bagian dari tiroksin, suatu hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid, yang membantu mengatur
pertumbuhan, perkembangan, reproduksi dan kecepatan metabolisme (kecepatan pembakaran kalori).
Gejala-gejala defisiensi : Membesarnya kelenjar tiroid (gondok), bodoh, dan penurunan berat badan. Dapat
menyebabkan kerusakan yang parah pada janin selama masa kehamilan.
Mineral : Besi
Konsumsi yang dianjurkan/hari : 18 miligram.
Sumber makanan : Daging bagian tubuh, daging merah, ikan, kerang, daging unggas, sereal dan roti yang telah
diperkaya, kuning telur, tumbuhan polong-polongan, sayur-sayuran daun berwarna hijau, buah-buahan yang
dikeringkan; sirop gula.
Fungsi-fungsi primer : Bagian dari hemoglobin, yang mengangkut oksigen ke sel-sel. Bagian dari mioglobin, yang
menyediakan oksigen untuk kontraksi otot. Diperlukan untuk penggunaan energi oleh sel-sel.
Gejala-gejala defisiensi : Anemia, rasa lelah, lemah otot, pusing, kulit pucat, sulit konsentrasi.
Mineral : Magnesium
Konsumsi yang dianjurkan/hari : 400 miligram.
Sumber makanan : Biji padi-padian yang masih utuh (terutama benih gandum dan bekatul), kacang-kacangan, tanaman
Susu Kolostrum Skim Alami IgG Plus Dari Smart Naco Indonesia
http://www.susukolostrum.com Menggunakan Joomla! Generated: 30 March, 2008, 00:19
polong-polongan, sayur-sayuran warna hijau tua, makanan laut, coklat, kakao.
Fungsi-fungsi utama : Membangun protein. Dibutuhkan untuk melepaskan energi dari makanan. Membantu
mengendurkan otot setelah kontraksi. Membantu memperkuat gigi. Diperlukan untuk meneruskan impuls-impuls syaraf.
Gejala-gejala defisiensi : rasa bingung, nervous, lupa diri, halusinasi. Lemas otot bisa mengarah pada sawan (kejang).
(Defisiensi Magnesium ini hampir tidak mungkin terjadi kecuali jika terdapat masalah-masalah medis lainnya).
Mineral : Fosfor
Konsumsi yang dianjurkan/hari : 1000 miligram.
Sumber makanan: susu dan produk yang berhubungan dengan susu, ikan, daging, daging unggas, kuning telur, kacangkacangan,
biji padi-padian yang masih utuh, makanan olahan, minuman ringan.
Fungsi-fungsi primer : membantu membangun gigi dan tulang yang kuat. Mengaktifkan penggunaan vitamin. Diperlukan
untuk melepaskan energi dari makanan. Dibutuhkan untuk penyampaian impuls-impuls sayaraf.
Gejala-gejala defisiensi : Lemah otot, hilangnya nafsu makan, nyeri tulang. (Defisiensi fosfor ini hampir mustahil kecuali
jika terdapat masalah-masalah medis lainnya).
Mineral : Potasium
Konsumsi yang dianjurkan/hari : tidak ada ketentuan khusus seberapa besar yang diperlukan, namun 1.875-5.625
miligram dianggap aman dan memadai.
Sumber makanan : Daging tak berlemak, sayur mayur dan buah-buahan segar, susu dan produk yang berhubungan
dengan susu, kacang-kacangan, tumbuhan polong-polongan, sebagian besar pengganti garam.
Fungsi-fungsi Primer : Dibutuhkan untuk kontraksi otot, kerja pembuatan protein. Dibutuhkan untuk menjaga
keseimbangan asam-basa. Diperlukan untuk pembentukan glikogen (penyimpanan energi jangka pendek).
Gejala-gejala Defisiensi : Lemah otot, denyut jantung tidak teratur, apatis, rasa bingung dan kehilangan nafsu makan.
(Defisiensi potassium ini hampir tidak mungkin, kecuali jika terjadi kehilangan air yang berlebihan melalui muntah, diare,
keringat berlebihan atau penggunaan diuretika).
Mineral : Selenium
Konsumsi yang dianjurkan / hari : Tidak ada ketentuan khusus seberapa besar yang diperlukan, namun 50-200
mikrogram diangap aman dan memadai.
Sumber makanan : Daging bagian tubuh, makanan laut, daging tak berlemak, biji padi-padian utuh, benih gandum, susu.
Fungsi-fungsi primer : Bekerja dengan vitamin E bertindak sebagai antioksidan dan melindungi membran-membran sel.
Gejala-gejala Defisiensi : Abnormalitas pada otot jantung, anemia (kasus ini jarang).
Mineral : Sodium
Konsumsi yang dianjurkan/ hari : Tidak ada ketentuan khusus seberapa besar yang diperlukan, namun 1100-3300
miligram dianggap aman dan memadai.
Sumber Makanan : Garam, kecap, monosodium glutamat (MSG) atau vetsin, sebagian besar makanan olahan (terutama
sup, saus dan daging asap), susu dan produk yang berhubungan dengan daging.
Fungsi-fungsi Primer : Diperlukan untuk keseimbangan cairan, sel dalam dan luar, transmisi syaraf, keseimbangan asam
basa dan kontraksi otot.
Gejala-gejala Defisiensi : Kram otot, rasa lemah, apatis mental, kehilangan nafsu makan. (Defisiensi sodium hampir tidak
mungkin, kecuali jika terdapat masalah-masalah medis lainnya).
Mineral : Seng
nsumsi yang dianjurkan/hari : 15 miligram. Sumber makanan : Hati, kuning telur, kerang, daging tidak berlemak, daging
unggas, susu dan produk yang berhubungan dengan susu, biji padi-padian utuh, sayur-mayur.
Susu Kolostrum Skim Alami IgG Plus Dari Smart Naco Indonesia
http://www.susukolostrum.com Menggunakan Joomla! Generated: 30 March, 2008, 00:19
Fungsi-fungsi Primer : Bekerja sebagai bagian dari banyak enzim. Ada dalam insulin. Diperlukan untuk membuat hormonhormon
reproduksi, menormalkan indera pengecap dan penyembuhan luka.
Gejala-gejala Defisiensi : Gangguan pertumbuhan, luka lama sembuh, perkembangan seksual yang lamban, kehilangan
kemampuan mengecap (dan akibatnya, hilangnya nafsu makan).
Susu Kolostrum Skim Alami IgG Plus Dari Smart Naco Indonesia
http://www.susukolostrum.com Menggunakan Joomla! Generated: 30 March, 2008, 00:19
manfaat buah
Khasiat Dan Manfaat Buah-Buahan Alami Bagi Tubuh Manusia - Ilmu Kesehatan Masyarakat
Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.
Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :
1. BUAH TOMAT (TOMATO)
- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.
- tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita.
- tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. gusi berdarah.
b. rabun senja / kotok ayam.
c. penggumpalan darah.
d. usus buntu.
e. kanker prostat dan kanker payudara.
2. BUAH PEPAYA (PAPAYA)
- pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.
- pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan.
- pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan.
- pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menyembuhkan luka.
b. menghilangkan infeksi.
c. menghilangkan alergi
3. BUAH PISANG (BANANA)
- pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
- pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.
- pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
- pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. gangguan pada lambung.
b. penyakit jantung dan stroke
c. stress
d. menurunkan kadar koleterol dalam darah.
4. BUAH MANGGA (MANGO)
- mangga mengandung vitamin A, E dan C.
- mangga dapat bertindak sebagai disinfektan.
- mangga dapat membersihkan darah.
- mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.
b. menurunkan panas tubuh saat demam.
5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY)
- stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.
- stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.
- strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.
b. menjadi anti virus
c. menjadi anti kanker
6. BUAH APEL (APPLE)
- apel mengandung vitamin A, B dan C.
- aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
- apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menjadi zat anti kanker.
b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.
7. BUAH JERUK (ORANGE)
- jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
- jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.
- jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. mengobati sariawan.
b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
8. BUAH PEAR / PIR (PEAR)
- pear mengandung vitamin C dan provitamin A.
- pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.
- pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menurunkan demam / panas tubuh.
b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.
9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA)
- jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.
- jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.
- jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menurunkan kadar kolesterol darah
b. mengobati infeksi.
c. menjaga mengobati sariawan.
d. memperlancar peredaran darah.
e. melancarkan saluran pencernaan.
f. mencegah konstipasi.
10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON)
- semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.
- semangka dapat menjadi antialergi.
- semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
seperti :
a. menurunkan kadar kolesterol.
b. mencegah dan menahan serangan jantung.
11. BUAH MELON (HONEYDEW)
- melon mengandung vitamin C dan provitamin A.
- melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.
- melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. mencegah darah menggumpal.
b. membersihkan kulit.
c. menlancarkan saluran pencernaan.
d. menurunkan kadar kolestrerol.
12. BUAH WORTEL (CARROT)
- wortel kaya akan vitamin A.
- wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.
- wortel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.
b. menjaga hati tetap sehat.
13. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT)
- belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.
- belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.
- belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menurunkan tekanan darah.
b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.
14. BUAH NANAS (PINEAPPLE)
- nanas mengandung vitamin B dan C.
- nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk.
- nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menyembuhkan luka.
b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan.
Untuk menjadi sehat alami tanpa bahan kimia makanlah berbagai buah secukupnya setiap hari demi kesehatan badan kita yang sangat berharga.
Obat-obatan anak
| Sedia payung sebelum hujan.Itu selalu yang ada dipikiran kita jika memiliki anak kecil, termasuk menyediakan obat-obatan untuk anak di rumah. |
| Apa saja yang perlu ada? Sebenarnya tergantung dari aktivitas anak, kondisi anak, dan kondisi lingkungan. Anak yang kulitnya sensitif pada hawa panas mungkin memerlukan bedak biang keringat, sementara anak yang lain tidak memerlukannya. |
| Mahal? Relatif. Kebanyakan yang saya miliki obat-obatan umum (yang dijual bebas) dan sebagian lagi malah obat tradisional.Berikut beberapa obat-obatan anak saya, yang saya rasa penting untuk tersedia di rumah: |
- Obat penurun panas/demam
Pilihannya banyak. Umumnya dengan bahan aktif parasetamol, ibuprofen atau asetaminofen.
Merk obat: Sanmol, Tempra, Proris dll. - Obat luka luar
Standar P3K (iodin, kapas, perban, perban, dll) - Obat luka bakar
Saya memutuskan menyimpan salep untuk luka bakar setelah kejadian terciprat telur panas saat menggoreng yang menimpa saya. Kalau saja dulu saya sudah menyimpannya mungkin saya malamnya bisa tidur nyenyak :P.
Merk obat: Bioplacenton - Ruam kulit
Penyakit anak jaman sekarang :P. Jika anak Anda menggunakan disposable diapers, mungkin Anda perlu menyiapkannya.
Merk obat: Bepanthen, Myco Z - Obat untuk gigitan nyamuk/disengat serangga
Untuk hal-hal seperti ini saya mengandalkan minyak tawon. - Obat biang keringat
Pernah coba beberapa lotion dan bedak, namun yang cocok untuk anak saya yaitu bedak racikan yang dijual di Hermina Depok. Bentuk kemasan silinder pipih dengan motif batik. Harga sekitar Rp. 6000,-.
Mengenai kandungannya saya kurang tahu, mungkin bisa ditanyakan pada apoteker di Hermina Depok. - Madu
Madu, royal jelly, dan produk-produk lebah lainnya sangat bagus, baik untuk obat (untuk sariawan, bibir pecah-pecah) atau suplemen anak.
Jika usia anak Anda sudah di atas 1 tahun dan tidak ada masalah dengan pencernaan, tidak ada salahnya Anda coba berikan. Jika Anda khawatir, coba konsultasikan dulu dengan DSA Anda.
Diare
Apa yang disebut diare?
Anak dikatakan dalam kondisi diare jika frekuensi buang air besarnya lebih dari 6x dan bentuknya cair tanpa ampas.
Apa penyebab diare?
Diare dapat disebabkan dari faktor lingkungan atau dari menu makanan. Faktor lingkungan dapat menyebabkan anak terinfeksi bakteri atau virus penyebab diare. Makanan yang tidak cocok atau belum dapat dicerna dan diterima dengan baik oleh anak dan keracunan makanan juga dapat menyebabkan diare.
Apa yang harus dilakukan saat anak diare?
- Lakukan observasi awal penyebab diare. Apakah menu makanan menyebabkan anak diare?Jika akibat menu makanan atau keracunan, diare berfungsi membantu tubuh mengeluarkan zat beracun atau yang membahayakan tubuh.
Untuk itu diare jangan dicegah dengan minum obat anti diare akan tetapi dijaga agar tubuh tidak dehidrasi dengan jalan perbanyak intake cairan.Selama masih ada zat didalam tubuh yang beracun, si kecil butuh mengeluarkannya berulang2 nah kalo dikasih obat anti diare udah pasti donk diarenya berhenti akan Obat anti diare akan menyebabkan zat beracun tidak tuntas dibuang dan ibarat bom waktu suatu waktu zat tersebut dapat meledak dan membahayakan anak. - Anak penderita diare ringan tetap dapat mengkonsumsi makanan biasa, termasuk susu. ASI tetap dapat diberikan.Jika anak terlihat kembung setelah minum susu sapi atau formula, hubungi DSA. Diskusikan kemungkinan mengganti susu. Biasanya susu yang digunakan yaitu susu free-lactose (FL).Cairan khusus (pengganti cairan tubuh) umumnya belum diperlukan pada anak penderita diare ringan.
- Anak penderita diare sedang dapat dirawat di rumah dengan pengawasan ekstra dan petunjuk dari DSA-nya.DSA biasanya menginformasikan berapa banyak cairan khusus yang perlu diminum dan jarak pemberiannya, jenis makanan yang dapat dikonsumsi (biasanya makanan lunak dan tanpa serat). ASI tetap dapat diberikan.Beberapa anak tidak dapat mencerna susu sapi saat diare. Hentikan jika anak Anda mengalami hal ini.Cairan khusus (umum disebut oralit - meskipun oralit sebenarnya adalah merk dagang) telah dibuat sedemikian rupa untuk menggantikan cairan dan garam elektrolit yg hilang selama diare. Cairan ini sangat bermanfaat sekali untuk perawatan diare ringan hingga diare sedang.
Jangan membuat sendiri cairan ini.
Takaran dan kandungan dari oralit sangat kompleks. Akibatnya mungkin saja tanpa sengaja anda salah membuatnya. Gunakan cairan yang dibuat oleh beberapa perusahaan farmasi terpercaya.Contoh jenis-jenis produk cairan rehidrasi yg umumnya terdapat di apotek antara lain Pedialyte (Ross Laboratories), Infalyte (Mead Johnson Nutritionals), ReVital (PTS Labs). Tanyakan apoteker jika Anda memerlukan bantuan.
Jika anak tidak muntah, secara umum cairan dapat diberikan sampai jumlah urin anak kembali normal.
- Untuk diare berat dengan gejala-gejala dehidrasi berat harus diberi cairan infus. Gejala dehidrasi berat antara lain seperti frekuensi buang air kecil yang menurun, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, demam tinggi, rongga mulut kering, berat badan turun, mata cekung, haus dan lemas luar biasa.Laporkan pada DSA jika diare disertai keluarnya darah, tidur yang tidak dapat dibangunkan, dan demam tinggi.Anak tetap dapat diberikan makan saat tidak muntah dalam porsi sedikit.
Apa yang JANGAN dilakukan saat anak diare?
- Membuat cairan khusus sendiri, kecuali atas petunjuk DSA dan Anda memiliki alat-alat yang dibutuhkan.
- Melarang anak makan saat ia lapar
- Menggunakan susu yang direbus atau kaldu/sup asin.
- Menggunakan obat anti diare, kecuali atas instruksi DSA.
Fungsi buah
| atau bahkan bertahun-tahun. Kandungan zat pektin dalam apel juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan triglycerides yang mengganggu fungsi jantung. ALPUKAT — Kandungan kalori, lemak dan minyak yang tinggi di dalamnya tidak sajamenjadi sumber enerji yang melimpah yang dibutuhkan pada saat puasa, tetapi juga mengurangi kadar kolesterol dan menjaga kelenturan otot-otot sendi. PISANG – Daging buah pisang yang lembut melapisi dinding-dinding lambung dan usus sehingga dapat menjadi lapisan anti radang. Pisang sangat membantu bagi mereka yan mengalami masalah peradangan lambung atau usus. Karena daging buah pisang sangat lembut, dianjurkan untuk tidak dijadikan jus. BELEWAH – Kandungan beta-carotene, pro-vitamin A, magnesium, mangan, seng dan krom pada belewah dapat mengurangi peradangan dan memulihkan luka peradangan jaringan usus. Gula alami dan enzim yang dikandung belewah mempunyai fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus sehingga sangat membantu gangguan usus akibat makan tergesa-gesa sehingga makanan tak terkunyah dengan baik, terlalu banyak makan makanan yang berbumbu, endapan obat-obatan, atau rasa mual karena rasa kuatir yang berlebihan. |